google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0 mgid.com, 288776, DIRECT, d4c29acad76ce94f
Ayo Vaksin
  • Home
  • Bengkalis
  • Akibat Tol Permai, Pantai Pulau Rupat jadi Alternatif Pilihan Wisatawan
Rabu, 21 Oktober 2020 13:10:00

Akibat Tol Permai, Pantai Pulau Rupat jadi Alternatif Pilihan Wisatawan

(Sumber foto: Heru Maindikali).
Hamparan pasir di destinasi wisata Beting Aceh, Kecamatan Rupat utara, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

BENGKALIS, globalriau.com - Sejak diresmikan Jalan Tol Pekanbaru - Dumai (Permai), objek wisata bahari di Pulau Rupat utara, Kabupaten Bengkalis, bisa menjadi pilihan bagi para pelancong dari kota Pekanbaru. Pasalnya destinasi tersebut, selain memiliki pasir putih juga terdapat Beting Aceh yang memesona.



Keberadaan Tol Permai mampu memangkas jarak tempuh hingga 69 km, apabila dibandingkan jalan nasional. Sebelumnya, kalau lewat Jalan Nasional jarak yang ditempuh sejauh, 200 km. Dengan adanya jalan bebas hambatan itu, jarak tempuhnya menjadi 131 km.

"Dengan adanya jalan tol Pekanbaru - Dumai sekarang banyak orang memanfaatkan Pulau Rupat untuk wisata. Namun, jika wisatawan hendak datang tetap diimbau dengan syarat harus memperhatikan protokol kesehatan," kata Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar, Jumat (16/10/2020) di Pekanbaru.

"Pulau Rupat memiliki pasir putih yang memesona. Kemudian, disana ada Beting Aceh yang sangat Indah. Wisatawan yang berkunjungan ke Pulau Rupat ini bukan orang Riau saja, tapi orang Sumatera Barat juga sudah sampai ke Pulau Rupat," terangnya.

Hanya saja, lanjut Gubri, di Pulau Rupat itu, ada jalan 10 Km yang belum selesai dibangun. Pulau terluar yang sudah ada jalan hanya ada pulau Rupat provinsi Riau.

"Setahu saya, di Indonesia belum ada jalan di pulau tertuar. Hanya Riau yang pulau terluarnya ada jalan. Dan ini belum ada dukungan dari Kementerian PUPR, maka saat pak Menteri PUPR kunjungan ke Riau, kami berharap adanya sentuhan infrastruktur dari pusat," ungkapnya.

Untuk menuju Pulau Rupat utara, atau Beting Aceh, dari kota Dumai wisatawan bisa memilih jalur transportasi laut dan darat. Bila memilih melalui jalur laut speed boat yang melayani penumpang
mematok tarif, 105 ribu rupiah. Keberangkatannya, pada pukul 09.00 WIB dan 15.00 WIB dari pelabuhan Petak Panjang, Kota Dumai menuju pelabuhan Tanjung Medang di Rupat utara, menghabiskan waktu tempuh sekitar 2 jam.

Jika memilih jalur darat, wisatawan bisa mengendarai kendaraannya menyeberangi Selat Dumai, menggunakan Kapal RoRo (Dumai-Rupat). Namun, aksesibilitas jalan menuju objek wisata ke Pulau Rupat utara saat ini masih banyak yang rusak.

Muhammad Fadli, pemuda yang aktif sebagai penggiat wisata di sebuah komunitas Explore Rupat menuturkan, Pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negeri jiran Malaysia itu, memiliki objek wisata pantai yang menjadi andalan untuk wisatawan, yakni Pantai Lapin, Pantai Teluk Rhu, Mercusuar Tanjung Medang dan Pulau Beting Aceh.

"Pantai di Pulau Rupat utara bersih dan berpasir putih. Pantai Lapin, Pantai Teluk Rhu, Pulau Beting Aceh dan Mercusuar di Tanjung Medang merupakan destinasi favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Rupat utara," kata Muhammad Fadli, S.Sos.

Selain itu, Fadli menuturkan, Rupat utara juga memiliki kudapan khas yang sering dijadikan oleh-oleh pelancong, yaitu kerupuk ikan parang. Kerupuk ini memiliki cita rasa lezat, gurih dan renyah. Rasa daging ikan lautnya sangat kental terasa.

Fadli menyampaikan, Rupat utara bisa juga menjadi lokasi yang tepat bagi para wisatawan yang ingin menyaksikan ribuan burung jenis sikep madu (pernis ptilorhynchus) bermigrasi.

Pasalnya pada waktu tertentu, burung sejenis elang yang berasal dari pegunungan Siberia itu, melintasi langit di timur laut Riau yakni di Pulau Rupat. Proses migrasi (wintering area) di Riau terjadi mulai Februari hingga Maret dan November hingga Desember.

Pada tahun 2019 lalu, Fadli sempat mendampingi pengamat burung dari negeri jiran Malaysia, Han Yong Kwong bersama rekannya Lim Kim Chye. Dua warga negeri jiran itu melakukan penelitian di Pulau Rupat Utara. Mereka melihat langsung dan memastikan keberadaan habitat elang sikep madu melintasi lokasi tersebut.

"Pulau Rupat merupakan tempat paling dekat dari Malaysia untuk kegiatan pengamatan migrasi burung elang sikep madu. Pada tahun 2018 lalu, tim kajian dari Malaysia telah meneliti terdapat sekitar 60 ribu burung elang melintasi pulau Rupat dalam satu musim,’’ ungkap Fadli.

Menurutnya, migrasi ribuan burung pemangsa ini menjadi pemandangan menarik. Pasalnya, raptor ini dapat dilihat langsung dengan mata, terlebih dengan binokuler dan ini merupakan potensi yang positif untuk event bird watching.(MCR)

Share
Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Pemkab Bengkalis Terima Kunjungan Kerja Insidentil Komisi II DPRD Provinsi Riau

    Mengawali sambutannya, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Riau ini mengucapkan selamat bertugas kepada Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Bengkalis serta turut mendoakan kesejah
  • satu bulan lalu

    Pemkab Bengkalis Ikuti Rakor Evaluasi PPKM Mikro se-Indonesia

    Kemudian Sekretaris Dinas Kesehatan Imam Subchi, Inspektur Kabupaten Bengkalis Rafiardi Ikhsan, Kepala Bappeda Kabupaten Bengkalis Hadi Prasetyo, Sekretaris Satpol PP Agusrizal.
  • satu bulan lalu

    BPBD Bengkalis Gelar Simulasi Penanganan Karhutla

    Adapun anggota yang mengikuti simulasi penanganan karhutla tersebut, dari BPBD Bengkalis sebanyak 40 orang, TNI 15 orang dan Polri 15 orang.
  • 2 bulan lalu

    Warga Keluhkan Pelayanan di Puskesmas Bengkalis

    Salah seorang pasien Puskesmas Roni, kepada wartawan mengeluhkan bahwa dirinya merasa sangat kecewa terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak Puskesmas.
  • Komentar
    Copyright © 2021 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...
    google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0 mgid.com, 288776, DIRECT, d4c29acad76ce94f