google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0
PT BUKARA
  • Home
  • Bengkalis
  • Cegah Cacar Monyet, Dinkes dan Instansi di Bengkalis Terkait Awasi Pelabuhan
Rabu, 15 Mei 2019 11:28:00

Cegah Cacar Monyet, Dinkes dan Instansi di Bengkalis Terkait Awasi Pelabuhan

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Alwizar.

BENGKALIS, globalriau.com - Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit cacar monyet, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis berkoordinasi pihak terkait untuk mengawasi pelabuhan domestik maupun internasional.



Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Alwizar, Rabu 15 Mei 2019.

“Begitu mendapat laporan tentang penyebaran cacar monyet dari Singapura dan Batam, kita langsung berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Dumai, Pos Bengkalis. Selain itu kita intruksikan UPT Puskesmas untuk siaga melakukan pengawasan (observasi),” ungkap Alwizar.

Diungkapkan Alwizar, pengawasan terhadap para penumpang melalui pelabuhan sangat diperlukan, terutama penumpang yang datang dari Batam dan luar negeri. Memang diakui, sampai hari ini belum ditemukan kasus penderita cacar monyet ditemukan dari Batam. Namun pihak Dinkes Bengkalis bersama pihak terkait perlu langkah antisipatif.

Pelabuhan yang akan menjadi titik fokus pengawasan, seperti Pelabuhan Bandar Sri Laksamana di Bengkalis dann Pelabuhan Internasional Bandar Sri Setia Raja di Selatbaru, Kecamatan Bantan.

Biasanya, mendekati perayaan Hari Raya Idul Fitri, arus penumpang kedua pelabuhan ini sangat tinggi, terutama bagi penumpang yang ingin balik kampung. Makanya kata Alwizar, pengawasan terhadap penumpang di kedua pelabuhan tersebut harus semakin diperketat, guna mengantisipasi penyebaran cacar monyet. 

“Jika dalam obserbasi ditemui suspect penderita cacar monyet, maka langsung di-sreening di tempat. Selanjutnya akan diberi perawatan medis dan isolasi penderita sampai sembuh di RSUD,” ungkap pria yang akrab disapa Awi ini.

Menurut Awi, secara teori penyakit cacar monyet tidak menyebabkan kematian, si penderita akan sembuh dalam waktu 15 hari.

Diimbuhkan Awi, pihak Dinkes Bengkalis juga mengundang rapat pihak terkait, yakni Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas III Dumai, Pos Bengkalis dan Pos Pakning, RSUD Bengkalis, UPT. Puskesmas Puskesmas Selatbaru, Puskesmas Sei Pakning dan Puskesmas Bengkalis.

Seperti diketahui, penyakit cacar monyet disebakan virus Monkeypox yang terdapat pada hewan primata, seperti monyet, lutung, orang utan, kedih dan sejenisnya.

Penularan dari manusia penderita cacar monyet ke manusia lainnya bisa terjadi dengan melalui kontak dengan darah, luka terbuka pada kulit dan mukosa hewan serta lewat cairan tubuh. Mengonsumsi daging yang terinfeksi virus cacar monyet juga menjadi faktor utama risiko terjadinya penularan cacar monyet ini. #DISKOMINFOTIK

Share
loading...
Berita Terkait
  • 7 hari lalu

    Jumlah Penerima Bantuan PKH Berdasarkan APBN di Bengkalis Sebanyak 13.104 KK

    H Bustami HY mengatakan saat ini dana yang telah dialokasikan untuk pelaksanaan Covid-19 di Kabupaten Bengkalis terdiri dari hasil realokasi anggaran dan refocusing kegiatan dengan
  • satu minggu lalu

    Pelaksanaan PSBB di Kabupaten Bengkalis Berlangsung 14 Hari

    Yakni, agar pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2
  • 2 minggu lalu

    Disetujui Menkes, 5 Kabupaten dan Kota di Riau Segera Terapkan PSBB

    Kelima kabupaten di Riau ditetapkan PSBB tersebut antara lain, Kabupaten Kampar, Pelalawan, Siak, Bengkalis, dan Kota Dumai.
  • 2 minggu lalu

    Babinsa Koramil Rupat Bersama Masyarakat Sosialisasi Cegah Covid-19

    Bentuk sosialisasi yang dilakukan oleh Sertu Novriandi bersama unsur pemerintah desa setempat ini, yakni mengajak masyarakat tetap memakai masker, jaga jarak dan rajin mencuci tang
  • Komentar
    Copyright © 2020 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...