google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0
PT BUKARA
  • Home
  • Bengkalis
  • Polisi Gagalkan Peredaran Uang Palsu di Pinggir Riau
Kamis, 16 Mei 2019 11:00:00

Polisi Gagalkan Peredaran Uang Palsu di Pinggir Riau

PINGGIR, globalriau.com - Kepolisian Sektor Pinggir mengamankan dua orang pelaku yang diduga sebagai pengedar uang palsu di Kabupaten Bengkalis, Riau.



Dari kedua pelaku, polisi menyita barang bukti 6 lembar uang palsu pecahan Rp 50.000. Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto mengungkapkan Tim Opsnal Polsek Pinggir mendapat informasi bahwa di daerah Suka Maju, Desa Sungai Meranti, beredar uang palsu pecahan Rp 50.000.

Kemudian, petugas melakukan penyelidikan dan mengetahui keberadaan pelaku yang diduga memiliki beberapa lembar uang palsu, sehingga petugas segera mengamankan pelaku di rumahnya dan menyita barang bukti selembar uang palsu pecahan Rp 50.000.

"Pelaku pertama yang berhasil diamankan berinisial MI, pelaku ditangkap di rumahnya oleh jajaran Polsek Pinggir di Jalan Dusun Jaya, Desa Sungai Meranti, beserta barang bukti," sebut Yusup.

Setelah itu, lanjut Yusup, dari pengakuan MI, uang palsu didapat dari temannya berinisial DS alias Yoga. Petugas langsung melakukan pengembangan untuk mencari keberadaan DS alias Yoga.

"Setelah keberadaan pelaku dapat diketahui, petugas kemudian menangkap DS di rumahnya dan menyita barang bukti 5 lembar uang palsu pecahan Rp 50.000," kata Yusup.

Dari kedua pelaku, dilakukan pengembangan terkait peredaran uang palsu, karena dari pengakuan pelaku uang palsu tersebut didapat dari dua pelaku lain yang saat ini masih DPO.

"Identitas kedua pelaku yang masih buron ini, sudah kami ketahui dan petugas masih melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku ini," ungkap Yusup.

Untuk para pelaku dijerat dengan Pasal 36 Ayat 3 UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman pidana penjara selama 15 tahun.

"Kita juga menghimbau kepada masyarakat agar dapat lebih hati-hati melakukan transaksi menggunakan mata uang, dan dapat lebih teliti saat menerima uang saat berbelanja," imbau Yusup. Apabila masyarakat menemukan uang palsu atau mengetahui peredaran uang palsu, ia meminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian.(kompas)

Share
loading...
Berita Terkait
  • 7 hari lalu

    Jumlah Penerima Bantuan PKH Berdasarkan APBN di Bengkalis Sebanyak 13.104 KK

    H Bustami HY mengatakan saat ini dana yang telah dialokasikan untuk pelaksanaan Covid-19 di Kabupaten Bengkalis terdiri dari hasil realokasi anggaran dan refocusing kegiatan dengan
  • satu minggu lalu

    Pelaksanaan PSBB di Kabupaten Bengkalis Berlangsung 14 Hari

    Yakni, agar pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2
  • 2 minggu lalu

    Disetujui Menkes, 5 Kabupaten dan Kota di Riau Segera Terapkan PSBB

    Kelima kabupaten di Riau ditetapkan PSBB tersebut antara lain, Kabupaten Kampar, Pelalawan, Siak, Bengkalis, dan Kota Dumai.
  • 2 minggu lalu

    Babinsa Koramil Rupat Bersama Masyarakat Sosialisasi Cegah Covid-19

    Bentuk sosialisasi yang dilakukan oleh Sertu Novriandi bersama unsur pemerintah desa setempat ini, yakni mengajak masyarakat tetap memakai masker, jaga jarak dan rajin mencuci tang
  • Komentar
    Copyright © 2020 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...