• Home
  • Bengkalis
  • Sidang Dugaan Politik Uang, Saksi Ahli dari JPU dan PH Nilai Laporan Bawaslu Cacat Hukum
Rabu, 06 Juni 2018 23:43:00

Sidang Dugaan Politik Uang, Saksi Ahli dari JPU dan PH Nilai Laporan Bawaslu Cacat Hukum

BENGKALIS, Globalriau.com - Sidang dugaan tindak pidana politik uang Anggota DPRD Bengkalis Nur Azmi Hasyim dan ajudannya Adi Purnawan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Rabu (0/06/2018). Sidang dengan agenda Saksi Ahli dari Penasehat hukum menghadirkan Guru Besar Universitas Islam Riau (UIR) Prof Yusri Munaf ahli Tata Negara hukum pidana. 
 
Majelis hakim dipimpin Dr. Sutarno, didampingi dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, dan Mohd. Rizky sidang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB, juga tampak hadir jajaran kader Partai Demokrat (PD) Bengkalis, sedangkan JPU Kejari Bengkalis, Iwan Roy Charles dan rekan, kemudian kedua terdakwa didampingi Penasehat Hukum (PH) Dr.Saut Maruli Tua Manik S.HI, SH, MH dan Herry Supriady ST, SH.
 
 
Dalam sidang tersebut Dr.Saut Maruli Tua Manik S.HI, SH, MH menayakan penafsiran dari saksi ahli terkait pasal 4 Bawaslu nomor 14 tahun 2017 dan juga pasal 5 tentang rapat pleno terkait temuan pelanggaran apakah ditindak lanjuti atau tidak dan disambung dengan pasal 17 ayat ketiga bahwa rapat pleno itu dilakukan oleh pengawas pemilihan, kecuali PPL.
 
Menanggapi hal tersebut Prof Yusri Munaf menafsirkan bahwa kalau misalnya  dari awal prosedurnya tidak ditemui, bagaimana bisa diajukan, dimensi dari pada hukum tadi ada dua matril dan formil, kalau di masukkan matril diselesaikan dulu formilmnya.
 
Intinya, dari mulai penghitungan sudah tidak tepat dan sudah kadaluarsa, kalau penghitungan dari awal sudah kadaluarsa tentu outputnya juga hancur, penghitungan sudah tidak cocok dan tidak dilakukan rapat pleno dari Panwas Kecamatan juga tidak cocok, dalam From A pun seharusnya didatangi 3 orang, sementara dari fakta persidangan hanya dua orang 1 menulis dan 1 orang menyampaikan, mereka berdua yang menangani, padahal mereka kolektif kolegial.
 
"Penafsiran saya Bawaslu sudah menyalahi prosedur sesuai aturan yang ada, karena sifatnya kolektif kolegial," ujarnya lagi.
 
Sementara itu Dr.Saut Maruli Tua Manik S.HI, SH, MH usai sidang mengungkapkan bahwa pengertian dari temuan tersebut ada pada pasal 4 Bawaslu no 14 2017 yang sebagaimana dijelaskan tadi itu dilakukan oleh pengawas pemilihan,  kalau memang ada temuan seharusnya dirapat plenokan terlebih dahulu, sementara tidak dilakukan oleh panwas. kalau misalnya  dari awal prosedurnya tidak ditemui, bagaimana bisa diajukan sebagaimana dikatakan ahli tadi. 
 
"Yang menemukan Panwas Kecamatan, sementara yang membuat laporan Panwas Kabupaten , seharusnya dalam pasal 4 dan 5 nomor 14 tahun 2017 harus diplenokan terlebih dahulu, seolah memutuskan jaringan bawah danitu yang kami sampaikan tadi," kata Saut.
 
Sementara pada sidang Selasa, (5/6/2018) malam dari kesaksian Ahli hukum pidana yang diajukan JPU yaitu DR. Erdianto ketika ditanyakan mengenai Pasal 187 A Jo Pasal 73 UU Pilkada maka Surat Dakwaan juga harus memenuhi ketentuan UU pilkada akan tetapi faktanya Surat Dakwaan JPU juga tidak memenuhi unsur- unsur UU Pilkada maka Surat Dakwaan harus dibatalkan. 
 
"Surat dakwaan JPU tidak memenuhi unsur unsur UU Pilkada maka harus dibatalkan," tegas saksi Ahli JPU. 
 
Agenda selanjutnya pada Kamis (07/06/2018) sidang lanjutan pembacaan tuntutan dari JPU dan pada Hari Jumat (08/06/2017) vonis akan dibacakan majelis hakim PN Bengkalis.(amx)
Share
Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Usai Upacara HUT RI, Bupati Jenguk Dandim 0303 Bengkalis

    BENGKALIS, Globalriau.com - Usai menghadiri upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan pengibaran bend
  • 3 hari lalu

    Bupati Amril Ajak Seluruh Warga Perangi Hoax

    BENGKALIS, Globalriau.com - Bupati Amril Mukminin mengajak semua elemen masyarakat di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini
  • 7 hari lalu

    Persiapan HUT RI, Sekda Bengkalis Tegaskan ASN Harus Penuhi Undangan

    BENGKALIS, Globalriau.com - Mewakili Bupati Bengkalis, Sekretaris Daerah H Bustami HY menegaskan agar Aparatur Silip Negara (
  • satu minggu lalu

    Bersama Siswa/i SMPN 2 Bantan, Mahasiswa KUKERTA UNRI tanam 1000 Mangrove di Desa Teluk Pambang

    BENGKALIS, Globalriau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KUKERTA) Universitas Riau melakukan penanaman 1000 mangrove bersama siswa da
  • Komentar
    Copyright © 2018 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.