• Home
  • Dumai
  • 3 Pelaku Perakit Senjata Ilegal di Dumai Diringkus
Kamis, 11 Juli 2019 19:33:00

3 Pelaku Perakit Senjata Ilegal di Dumai Diringkus

Merdeka.com/Abdullah Sani
AKBP Restika menunjukkan senjata api rakitan.

DUMAI, globalriau.com - Personel Polsek Sungai Sembilan melakukan penggeledahan di rumah milik 3 orang warga terduga perakit senjata api ilegal. Hasilnya, polisi menemukan sejumlah senjata api, amunisi dan mesin untuk merakit senjata api.

Kapolres Dumai AKBP Restika Pardamean Nainggolan mengatakan, penggerebekan itu merupakan pengembangan dari temuan 3 pucuk senjata api dan 4 amunisi di areal PT Diamond Raya Timber Sinepis, Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai, Riau.



"Awalnya kita menangkap 3 pelaku bersama 3 senjata api rakitan milik mereka di sekitaran PT Diamond pada 1 Juli 2019 lalu. Kemudian, para pelaku kita bawa dan diperiksa," kata Restika kepada merdeka.com, Rabu (10/7).

Ketiga pelaku yaitu Harianto, Juman dan Efendi Sihotang. Mereka semua warga Sungai Sembilan Dumai. Ketiga pelaku terduga perakit senjata api secara illegal.

Keesokan harinya, 2 Juli 2019, polisi bergerak menggeledah masing-masing rumah mereka. Rumah pertama adalah milik Harianto, di Jalan Mampu Jaya RT 022 Kelurahan Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai, Riau.

"Barang bukti yang ditemukan berupa 1 unit mesin gerinda, 1 mesin bor, 1 kunci pembuka mata bor serta 17 mata bor berbagai ukuran," kata Restika.

Selanjutnya barang bukti diamankan di Polsek Sungai Sembilan untuk penyidikan lebih lanjut. Tak hanya itu, polisi kembali melakukan pengembangan untuk membongkar industri perakitan senjata api yang membahayakan keamanan negara tersebut.

Restika menyebutkan, setelah mengamankan barang bukti dari rumah Harianto, personel Polsek Sungai Sembilan berangkat menggunakan kapal Speedboat dari Pelabuhan Panglong Arang Lubuk Gaung menuju Kampung Tengah Sinepis. Sesampainya di lokasi, petugas menggeledah rumah milik Juman.

"Barang bukti yang ditemukan dan diamankan dari rumah Juman berupa, 4 butir amunisi aktif kaliber 5,56 mm, 1 butir selongsong, serta 1 butir proyektil," jelasnya.

Beberapa jam kemudian, polisi kembali mencari rumah terduga perakitan senjata api. Kali ini, kediaman milik Efendi Sihotang di Kampung Tengah. Polisi menggeledah rumah tersebut disaksikan keluarga Efendi dan perangkat desa setempat.

Di rumah Efendi, petugas menemukan 1 besi pematik senpi rakitan, 13 butir amunisi aktif kaliber 5,56 mm. Selanjutnya barang bukti yang ditemukan di amankan di Polsek Sungai Sembilan untuk penyidikan lebih lanjut.

"Ketiga tersangka dijerat Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951, pasal 1 ayat 1. Ancamannya hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara maksimal 20 tahun," pungkas Perwira Menengah jebolan Akademi Kepolisian tahun 1998 ini.(mdk)

Share
loading...
Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Minimalisir Potensi Karlahut, Kodim 0320/Dumai Ciptakan Program Wirausaha

    Pihaknya berharap semua stake holder mampu berperan aktif membantu Karlahut. Ditambahkannya, program ini akan dijadikan sebagai kongkret mengatasi persoalan Karlahut yang selama in
  • 6 hari lalu

    Kelompok Peternak Ikan Binaan Wilmar Dumai Panen Pardana 500 Kilogram

    Ketua kelompok peternak ikan, Ari Amsar menjelaskan bahwa ikan yang sudah berhasil dipanen kali ini merupakan bibit awal yang sudah berusia 3 (tiga) bulan.
  • 7 hari lalu

    DPMPTSP Dumai Izinkan Gelper Baru untuk Fasilitas Hotel dan Pusat Perbelanjaan

    Kabid perizinan DPMPTSP Dumai, Said Effendi, kepada globalriau.com belum lama ini menjelaskan bahwa untuk gelper yang baru tidak ada dikeluarkan izin, karena sudah diatur dalam per
  • 2 minggu lalu

    Dua Ruko di Jalan SSK Dumai Terbakar

    Belum diketahui pasti penyebab terbakarnya ruko warung kopi Doremi itu. Petugas pemadam kebarakan yang mencoba menjinakkan kobaran api membutuhkan waktu sekutar 40 menit untuk meng
  • Komentar
    Copyright © 2019 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...