google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0
PT BUKARA
  • Home
  • Dumai
  • Begini Kronologi Lengkap Penularan COVID-19 di Dumai, Terbanyak dari Nakes Teladan
Jumat, 08 Mei 2020 12:45:00

Begini Kronologi Lengkap Penularan COVID-19 di Dumai, Terbanyak dari Nakes Teladan

Tim gugus tugas penanganan COVID-19 di Dumai umumkan update terbaru, dipimpin oleh ketua tim , Walikota Dumai Zulkifli As.

DUMAI, globalriau.com - Kasus pasien terinfeksi virus corona di Kota Dumai hingga hari ini Jumat (08/05/2020) sudah mencapai 15 orang dua diantaranya adalah balita berusia 2 tahun.

Dari total kasus tersebut di dominasi oleh tenaga kesehatan dan tenaga medis yang ikut hadir dalam pertemuan tenaga kesehatan (Nakes) teladan yang di gelar di Kota Dumai pada pertengahan Maret 2020 lalu.



Kegiatan Nakes teladan tersebut dihadiri oleh sejumlah tenaga medis (dokter) dan tenaga kesehatan (perawat) yang merupakan utusan dari seluruh Puskesmas yang ada di Kota Dumai.

Menurut informasi yang dihimpun oleh globalriau.com bahwa pada kegiatan Nakes teladan itu turut dihadiri salah seorang ASN dengan jabatan selaku kepala bidang yang bertugas di Dinas Kesehatan Kota Dumai.

Namun, sebelum menghadiri kegiatan Nakes Teladan, ASN tersebut memiliki riwayat berpergian dari kota Batam bersama keluarga.

Tidak lama setelah acara Nakes Teladan digelar, ASN dengan inisial ME tersebut terkonfirmasi positif COVID-19 dari hasil rapid test, kemudian berdasarkan indentifikasi rapid itu, pihak gugus tugas melakukan swab test dan tracking kepada sesiapa yang pernah kontak erat dengan dirinya.

Hingga akhirnya hasil swab test ME keluar dengan hasil positif, maka pihak Dinkes dan tim gugus tugas melakukan tracking yang turut melibatkan para tenaga kesehatan dan tenaga medis yang hadir pada pertemuan Nakes Teladan tersebut.

Alhasil satu persatu tenaga kesehatan dan tenaga medis yang sudah di tracking terbukti positif COVID-19 berdasarkan hasil swab.

Akhirnya pihak Dinkes dan gugus tugas melaksanakan Epidemiologi terhadap kasus COVID-19 dari pertemuan tersebut. Hingga saat ini juru bicara gugus tugas Kota Dumai, dr Syaiful menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah pertemuan Nakes Teladan itu menjadi sumber penularan terbesar di Kota Dumai saat ini.

"Kegiatan epidemiologi kita masih terus berjalan, kita belum bisa memastikan bahwa pertemuan nakes Teladan menjadi sumber penularan, karena hingga sekarang belum ada hal yang pasti untuk memutuskan hal itu," jelasnya belum lama ini.

Meski pihak Dinkes dan tim gugus tugas berdalih. Faktanya, hingga saat ini dari total 15 kasus, sebagian besar diantaranya yang terkonfirmasi positif merupakan para dokter dan perawat yang turut hadir pada pertemuan nakes teladan.

Penularan tidak saja pada para dokter dan perawat, pihak keluarga tenaga kesehatan dan tenaga medis tersebut juga turut menjadi sasaran penularan hingga orang tua dan anak balita mereka pun ikut terjangkit.

Kini terkonfirmasi dua balita positif COVID-19 dari hasil swab dimana satu diantaranya merupakan anak dari tenaga kesehatan yang sehari-hari bertugas di Puskesmas.

Data menunjukkan sejumlah tenaga kesehatan dan tenaga medis yang sudah terjangkit COVID-19 di Dumai bertugas di Puskesmas Bukit Timah, Puskesmas Sungai Sembilan dan Puskesmas Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur.

Juru bicara tim gugus tugas Riau, Indra Yopi menjelaskan lima orang dari Dumai yang terdiri dari dokter dan perawat dengan riwayat mengikuti pertemuan Nakes Teladan, dan satu kasus di Kabupaten Pelalawan.

Tidak hanya para tenaga kesehatan dan medis, pihak keluarga mereka seperti anak dan orang tua serta suami mereka juga turut terkonfirmasi positif hingga memperpanjang jumlah kasus di Kota Dumai dan Provinsi Riau.

Hal senada diungkapkan jubir gugus tugas Pemko Dumai, dr Syaiful bahwa kasus di Dumai dominasi terbanyak adalah para tamu yang hadir di pertemuan Nakes Teladan beberapa waktu lalu.

"Memang hampir semua dokter serta perawat yang positif merupakan tamu yang ikut pada pertemuan nakes Teladan tersebut, tami sampai sekarang kita belum bisa pastikan berapa banyak dan siapa saja yang hadir pada kegiatan tersebut hingga saat ini masih terus dilakukan tracking," jelasnya.

Berikut data klaster penularan di Dumai yang dihimpun globalriau.com dari akun diskominfo Dumai dan Data COVID-19 gugus tugas Provinsi Riau;

1. Kasus 01 (Inisial SA (62) Klaster Bogor)

2. Kasus 02 dan 03 (Klaster Nakes Teladan dengan Riawayat Bepergian dari Batam)

3. Kasus 04, 05 dan 06 Merupakan (Inisial S (54), K, dan DYA (2), Klaster dari Bekasi)

4. Kasus 07 (Inisial RR (37) Klaster Nakes Teladan dari Puskesmas Sungai Sembilan, Kontak Erat dengan kasus 03)

5. Kasus 08 (Inisial NU dari klaster Nakes teladan dari Puskesmas Jaya Mukti)

6. Kasus 09 (Klaster Nakes Teladan dari Puskesmas Bukit Timah)

7. Kasus 10 (Klaster Nakes Teladan dari Puskesmas Sungai Sembilan, Kontak erat dengan kasus 07)

8. Kasus 11 (Inisial T (39) hasil tracking dari Klaster Nakes Teladan)

9. Kasus 12 dan 13 (Inisial IS (71) dan SS (2), hasil tracking dari orang tua yang merupakan dokter di Puskesmas Jaya Mukti)

10. Kasus 14 (Inisial Y (29) kontak erat dari kasus 04, 05 dan 06 Klaster Bekasi)

11. Kasus 15 (Inisial NM (60), hasil tracking dari RR (37) yang merupakan bagian dari Klaster Nakes Teladan).

Klaster Penularan di Riau

Saat ini, ada 10 klaster penularan Covid-19 yang 66 orang sebagai pasien positif. Warga Riau yang berhubungan atau kontak langsung dengan para klaster tersebut diminta untuk melapor ke Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Riau.

"Ada 10 Klaster penyebaran Covid-19 di Riau, paling banyak di Kota Pekanbaru. Warga yang berhubungan dengan mereka harap melapor demi kebaikan kita bersama," ujar Juru Bicara Covid-19 Riau Indra Yovi, Kamis (7/5).

Untuk di Kota Pekanbaru, ada lima klaster penularan. Dua di antaranya diberi nama Klaster Medan, karena pasien yang tertular punya riwayat dari Kota Medan, Sumatera Utara.

Selanjutnya yang kedua, klaster Sukabumi, ketiga Jawa Barat, keempat klaster pabrik, dan kelima klaster tunggal. Penularannya tidak bisa dipastikan dari mana.

“Sedangkan di Kota Dumai terdapat tiga klaster penularan, yang paling besar adalah klaster Pertemuan Tenaga Kesehatan (Nakes) Teladan, kemudian klaster Sukabumi dan klaster tunggal,” jelas Yovi melansir dari merdeka.com.

Yovi menyebutkan, untuk di daerah Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hilir masing-masing ada satu klaster penularan. Klaster di Inhil merupakan penularan dari santri yang pulang dari pondok pesantren di Magetan, Provinsi Jawa Timur. Beberapa pasien positif dari klaster pondok pesantren Magetan juga ditemukan di Kabupaten Bengkalis.

“Pasien positif nomor 62 berinisial NM (60 tahun), warga Kota Dumai. Pasien NM kontak erat karena keluarga dari pasien positif lainnya, yakni RR yang tertular dari klaster Pertemuan Nakes Teladan Dumai,” terang Yovi.

4 Pasien Sembuh

Dari 15 Kasus di Dumai sudah diumumkan 4 pasien berhasil sembuh total. Dalam rilis yang dipublikasi Diskominfo Dumai Jumat (08/05/2020) menjelaskan bahwa pasien yang sembuh hari ini adalah ME yang merupakan pasien 02 di Kota Dumai.

ME dinyatakan sembuh setelah dua kali hasil swab test atas dirinya negatif, sesuai protokol penanganan COVID-19 jika sudah dua kali swab test negatif maka pasien sudah dinyatakan sembuh total.

Dengan demikian jumlah total pasien sembuh di Kota Dumai menjadi 4 orang, dimana sebelumnya sudah diumumkan tiga pasien yang sembuh yakni S pasien (04), RR (07), dan NU (08).

Sementara dari total 15 kasus di Dumai masih terdapat 11 orang yang masih dalam perawatan intensif di RSUD hingga saat ini.(egi/tim)

Share
loading...
Berita Terkait
  • 20 jam lalu

    Medis Khusus COVID-19 di Dumai Hanya Terima Gaji Pokok, Begini Tanggapan Ketua DPRD

    Kader Partai Demokrat itu menambahkan bahwa dalam aturan yang dikeluarkan Menkes dan Mendagri dalam penanganan dan realisasi anggaran COVID-19 sudah diatur semua termasuk dalam jen
  • 21 jam lalu

    Hasil Rapid Test 122 Pedagang di Dumai Negatif Beberapa Diantaranya Membayang

    Disebutkan Syaiful, rapid test kepada pedagangan bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran di pasar tradisional, dimana disana banyak orang datang silih berganti.
  • 21 jam lalu

    Sisa Dua Swab, Kasus COVID-19 di Dumai Hampir Habis

    Juru bicara gugus tugas penanganan COVID-19, dr Syaiful kepada media ini menjelaskan hingga hari ini tidak ada penambahan kasus bahkan tidak ada penambahan tracking yang dilakukan.
  • 22 jam lalu

    Idul FItri, Medis COVID-19 di Dumai Hanya Terima Gaji Pokok

    Seluruh pihak mengakui bahwa tim medis baik dokter maupun perawat merupakan garda terdepan dalam penanganan pasien COVID-19, mereka harus berkorban jika seandainya terpapar virus y
  • Komentar
    Copyright © 2020 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...