• Home
  • Dumai
  • Diancam Bunuh dan Foto Bugil Disebar, Siswi SMA di Dumai Pasrah Digilir 4 Temannya
Senin, 14 Mei 2018 18:17:00

Diancam Bunuh dan Foto Bugil Disebar, Siswi SMA di Dumai Pasrah Digilir 4 Temannya

Ilustrasi.

DUMAI, Globalriau.com - Siswi di salah satu Sekolah Menengah Atas di Kota Dumai Provinsi Riau dicabuli empat temannya secara bergilir. Korban mengaku terpaksa lantaran diancam akan dibunuh dan foto bugilnya disebar jika menolak dan melawan.

Kapolres Dumai AKBP Restika Pardamean Nainggolan mengatakan, dua dari empat pelaku pencabulan sudah ditangkap. Sedangkan dua lainnya masih diburu polisi lantaran melarikan diri setelah kejadian.

"Total pelaku ada empat. Dua pelaku sudah ditangkap dan ditahan untuk proses hukum selanjutnya, dua pelaku lainnya masih buronan," ujar Restika dilansir dari merdeka.com, Sabtu (12/5).

loading...


Restika menjelaskan, kasus ini terungkap pada Kamis (3/5) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu korban menceritakan perbuatan bejat empat temannya kepada salah seorang guru sekolah. Selanjutnya, sang guru memberi tahu kepada orang tua korban.

Tak terima anaknya diperlakukan seperti itu, orang tua korban melapor ke polisi. Atas dasar laporan itu, polisi menangkap RM dan RS. Sedangkan dua tersangka lainya, Fz dan Hr masih diburu.

"Keempat tersangka ini memaksa dan memegangi korban agar tidak melawan. Mereka melakukannya secara bergantian, di rumah salah satu tersangka, Fz," kata Restika.

Tak hanya hari itu aja, di lain hari para pelaku kembali mengulangi perbuatan bejat itu. Korban tak mau dan melawan, namun para pelaku mengancam akan menyebarluaskan foto bugilnya ketika diperkosa pertama kali.

Selain itu, pelaku juga akan membunuh korban jika melaporkan kejadian itu ke orang lain dan polisi. Karena ancaman itu, korban ketakutan dan terpaksa tak berani melawan.

Namun lama kelamaan korban tidak tahan dan berniat melaporkan kejadian itu kepada salah satu gurunya. Sang guru yang awalnya curiga melihat siswinya itu sering melamun dan terlihat menyendiri menanyakan apa yang terjadi. Ketika itulah korban menceritakan kisah pahit yang dialaminya.

"Setelah mendengar pengakuan korban, guru tersebut menemui orang tua korban dan menceritakan kembali kejadian itu. Selanjutnya, kasus tersebut dilaporkan dan diselidiki hingga akhirnya dua pelaku ditangkap, dua lainnya sudah kabur setelah kejadian, dan masih buronan," pungkas Restika.

Polisi akan menjerat dua tersangka inisial RM dan RS dengan pasal 81 ayat (2) jo pasal 82 ayat (2) Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Sumber: Merdeka.com

Share
loading...
Berita Terkait
  • 14 jam lalu

    Pengguna di Dumai Ungkap Tarif Ojol GET Lebih Murah

    Sejumlah konsumen mengakui tarif GET Indonesia lebih murah daripada jasa transportasi online lainnya yang ada di Dumai saat ini.
  • kemarin

    Sambut Hari K3, PT Sari Dumai Sejati Gelar Donor Darah bersama PMI

    Dalam kegiatan ini, PT. Sari Dumai Sejati bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Dumai. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari bertempat di ruang trainning ce
  • 5 hari lalu

    DPC INSA Dumai Sambut Baik MoU BUMD PT PDB dan PT SLUP

    Hal itu mengingat bahwa PT Pelabuhan Dumai Bersemai selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dapat meningkatkan sektor usaha di bidang kepelabuhanan.
  • 6 hari lalu

    Dermaga Dangkal, Sejak 2016 Pelindo Dumai Didesak Lakukan Pengerukan

    Namun, hingga 2019 ini hal tersebut belum dilakukan. Pihak PT Pelindo Dumai mengklaim tahun ini akan dilaksanakan karena usulan sudah disetujui sejak 2018.
  • loading...
    Komentar
    Copyright © 2019 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...