• Home
  • Dumai
  • Dikeluhkan Pengguna Jasa, DPC INSA Dumai Akan Minta iGMT Pelindo Ditinjau Ulang
Senin, 04 Februari 2019 17:27:00

Dikeluhkan Pengguna Jasa, DPC INSA Dumai Akan Minta iGMT Pelindo Ditinjau Ulang

Idam Khalid, Sekretaris DPC INSA Dumai.

DUMAI, globalriau.com - PT Pelindo I Cabang Dumai saat ini tengah mempersiapkan aplikasi berbasis internet yang mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhanan, aplikasi ini dikenal dengan nama Indonesia Gateway Master Terminal (iGMT). Namun hingga Februari 2019 masih terdapat sejumlah kendala yang dinilai merugikan dan memberatkan pengguna jasa.

Seyogyanya, lewat aplikasi ini seluruh pemesanan jasa kepelabuhan seperti pengajuan PKK (Pemberitahuan Kedatangan Kapal ), RPKOP (Rencana Penambatan Kapal dan Operation Planning) , PPKB (Permintaan Pelayanan Kapal dan Barang), SP2 (Surat Pengeluaran Petikemas) dan Receiving Card sudah bisa dilayani secara online.



Sekretaris DPC Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Dumai, Idam Khalid, kepada wartawan Senin (04/02/2019) menjelaskan penerapat iGMT sampai hari ini masih terdapat sejumlah kendala sehingga dinilai belum efektif.

"Kita lihat dulu penerapan selama tiga bulan terhitung Februari ini, jika memang nantinya dinilai memberatkan dan merugikan pengguna jasa maka kita akan minta ditinjau ulang," tegasnya.

Adapun kendala yang masih dikeluhkan oleh pengguna jasa seperti lambatnya pengurusan di iGMT hingga besarnya anggunan yang harus disetor sebesar 115 persen dari beban jasa dengan nominal mencapai ratusan juta rupiah untuk satu kali pengurusan kapal yang menggunakan jasa Pelindo.

"Kita justru menikmati pelayanan dengan sistem e-billing seperti yang lalu. Hal itu kita nilai tidak memberatkan dan efektif dibanding yang lama dan yang tengah berjalan saat ini," sebut Idam.



Sebelumnya, Manager Umum Pelindo I Cabang Dumai Aguslianto menjelaskan, sistem iGateway Master Terminal dirancang dengan tujuan agar pelayanan kapal dan barang di pelabuhan dapat berjalan cepat, valid, transparan, dan terstandar serta dengan biaya yang minimal, sehingga dapat meningkatkan daya saing pelabuhan di Indonesia dengan negara lain.

"Impelementasi iGateway Master Terminal adalah satu program untuk menuju Smart Port. Penggunaan IGateway Master Terminal memberikan kemudahan bagi pengguna jasa Pelindo 1 Dumai untuk mengajukan permintaan pelayanan jasa kepelabuhanan kapan saja dan dimana saja selama 24 jam," terangnya.

Selain itu, iGateway Master Terminal akan menata kegiatan pelayanan kepelabuhanan menjadi lebih baik. Seluruh kegiatan akan terencana dan dapat dimonitor dengan baik sehingga pelayanan dapat berjalan dengan mudah, efektif, efisien dan terpercaya.

"Peningkatan pelayanan ini secara langsung akan menaikan reputasi perusahaan kepada Pengguna Jasa. Hal ini juga mampu meminimalisir kontak langsung Pengguna Jasa dalam pengajuan pelayanan yang mungkin berpotensi terjadinya pungutan liar," imbuhnya.

Aguslianto menambahkan bahwa iGateway Master Terminal juga akan terintegrasi dengan aplikasi layanan berbasis internet milik Pemerintah, INAPORTNET, ERP-SAP dan Host to Host dengan Bank. Dan itu artinya Pelindo 1 Dumai akan memberikan jasa kepelabuhan yang terintegrasi kepada Pengguna Jasa.
 
Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Dumai, Sanggam Marihot mengapresiasi sistem aplikasi iGMT yang dijalankan Pelindo Dumai dalam rangka mendukung sistem layanan daring seperti Inaportnet di pelabuhan.

Menurut dia sistem aplikasi informasi itu akan memudahkan pengguna jasa mulai dari sistem pembayaran, pemantauan kapal serta pengajuan dokumen-dokumen untuk kelengkapan kapal. Sehingga kedepan para pengguna jasa cukup memanfaatkan perangkat elektronik yang dimiliki untuk pembayaran, pemantauan kapal serta pengajuan dokumen-dokumen.

"Ke depan, tentunya pengguna jasa tidak perlu lagi datang ke KSOP atau kantor Pelindo. Cukup melalui perangkat elektronik yang dimiliki dan didukung jaringan internet yang baik," katanya.

Lanjut dia, penerapan sistem berbasis teknologi internet di Pelabuhan Dumai akan membuat pelayanan lebih efisien dan efektif karena memungkinkan pengguna jasa untuk memantau perkembangan pelayanan kapal dari manapun. Alhasil, sistem ini juga akan membuat proses administrasi menjadi lebih tertib.

"Sistem online bikin proses administrasi di pelabuhan berjalan lebih tertib dan transparan," katanya.

Adapun sejumlah dokumen yang diterapkan secara daring melalui Inaportnet meliputi Surat Pemberitahuan Kedatangan Kapal (SPKK), Surat Persetujuan Kapal Masuk (SPKM), Pemberitahuan Rencana Kegiatan Bongkar Muat (PRKBM), Perencanaan dan Penetapan Penyandaran Kapal (PPPK), Laporan Pemberitahuan Pemasukan atau Pengeluaran Barang (LAB), Pemberitahuan Kapal Keluar (LK3), serta Surat Persetujuan Berlayar (SPB).(egy)

Share
loading...
Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Dumai Nihil Urbanisasi Penduduk Pasca Lebaran

    Kepala Disdukcapil Dumai Suardi, Kamis, menilai tidak ada lonjakan pendatang masuk ini sama seperti tahun sebelumnya, dan pemerintah daerah tidak mengeluarkan kebijakan khusus untu
  • 3 hari lalu

    KPK Kembali Agendakan Pemeriksaan Wali Kota Dumai Sebagai Tersangka

    KPK pada 3 Mei 2019 telah menetapkan Zulkifli dalam dua perkara, yaitu tindak pidana korupsi terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) dan penerimaan gratifikasi.
  • 3 hari lalu

    Rp22 miliar Dianggarkan untuk Pilkada Dumai 2020

    Ketua KPU Dumai Darwis menjelaskan, untuk tahapan awal Pilkada September 2020 mendatang, saat ini sudah mulai memasuki perencanaan dan usulan kebutuhan anggaran.
  • satu minggu lalu

    PT Sari Dumai Sejati Picu Laju Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

    Anak perusahaan yang memiliki dan mengontrol spektrum yang luas dalam rantai bisnis produksi kelapa sawit mulai dari sourcing hingga distribusi ini juga menyerap hingga ribuan tena
  • Komentar
    Copyright © 2019 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...