google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0
  • Home
  • Dumai
  • Geledah Kantor DPMPTSP Dumai, KPK Bawa Sejumlah Dokumen
Kamis, 05 Desember 2019 19:02:00

Geledah Kantor DPMPTSP Dumai, KPK Bawa Sejumlah Dokumen

DUMAI, globalriau.com - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah dokumen usai menggeledah ruang kerja Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Dumai Hendri Sandra di Jalan HR Subrantas, Kamis.



Informasi dihimpun, penggeledahan oleh tujuh penyidik lembaga anti rasuah ini dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan berakhir 11.30 WIB dan diduga terkait perkara korupsi melibatkan Wali Kota Dumai Zulkifli AS.

Petugas dengan rompi berwarna krem muda bertuliskan KPK di bagian belakang ini terlihat bolak-balik di ruang kepala dinas dan ruang arsip berada di lantai dua. Penggeledahan sendiri mendapat pengawalan polisi bersenjata dari Kepolisian Polres Dumai.

Kepala DPMPTSP Hendri Sandra dilaporkan tidak berada di kantor karena sudah dua hari ke Kota Pekanbaru dalam rangka kegiatan dinas, dan kegiatan penggeledahan didampingi Sekretaris DPMPTSP Dumai Zulfahmi dan Kepala Bagian Hukum Setdako Dumai Dede Mirza.

Kabag Hukum Dede Mirza menyebut bahwa penyidik KPK selesai menggeledah dan mengangkut sejumlah dokumen dari ruang kerja Kadis DPMPTSP, dan kehadiran dia hanya mendampingi bersama Sekretaris Zulfahmi.

"Ada dokumen yang dibawa dan saya hanya mendampingi sekretaris saat proses penggeledahan," kata Dede.

Seperti diketahui sebelumnya,KPK menetapkan Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah sebagai tersangka kasus dugaan suap mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo. Selain itu, Zulkifli juga disangkakan menerima gratifikasi.

Dalam proses penyidikan ini, KPK menetapkan Wali Kota ZulkifliAS sebagai tersangka pada dua perkara. Untuk perkara pertama yaitu suap, Zulkifli diduga memberikan Rp 550 juta ke Yaya untuk mengurus anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN-P tahun 2017 dan APBN tahun 2018 Kota Dumai.

Sedangkan untuk perkara kedua yaitu gratifikasi, Zulkifli diduga menerima gratifikasi berupa uang Rp50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta.

Walikota Zulkifli AS sudah beberapa kali di periksa sebagai tersangka, dan sejumlah kepala dinas dan pihak terkait juga dimintai kesaksian oleh KPK.

Sebelumnya KPK telah menggeledah kantor PUPR, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, RSUD, Kantor Sekretariat Walikota, LPSE, serta kediaman dinas Walikota Dumai.(ant)

Share
loading...
Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Pilkada Dumai, PAS: Uang Rakyat Akan Kembali ke Rakyat

    Menurut H Paisal SKM, MARS, keputusannya keluar dari zona nyaman sebagai pejabat Pemko Dumai dengan meninggalkan segala fasilitas dan tunjangan cuma satu tujuan, yakni ingin member
  • 2 hari lalu

    Pemko Dumai Lanjutkan Kerjasama Bersama Tanoto Foundation

    Walikota Dumai, H Zulkifli AS menyampaikan apresiasi kepada Tanoto Foundation yang telah banyak berkontribusi dalam upaya perbaikan kualitas pendidikan.
  • 2 hari lalu

    Amris: Saya Mau Bersama Paisal Karena In Shaa Allah Dia Taat

    Kampanye tersebut diikuti oleh puluhan kaum ibu-ibu dan bapak-bapak yang tergabung dalam relawan dan masyarakat.
  • 4 hari lalu

    ASN Dumai Ikrar Jaga Netralitas di Pilkada 2020

    Pembacaan Ikrar Netralitas ASN ini dipimpin oleh Asisten III Administrasi Umum, H Khairil Adli dan diikuti oleh peserta apel yang meliputi seluruh Kepala OPD, Camat beserta Lurah.
  • Komentar
    Copyright © 2020 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...