• Home
  • Dumai
  • Kasus Amoral Hilang Kabar, Bos PT KLK Bungkam
Jumat, 06 Desember 2019 13:31:00

Kasus Amoral Hilang Kabar, Bos PT KLK Bungkam

Presdir PT KLK Dumai NA alias Nagen bersama isteri orang inisial SY, saat dimintai keterangan di Polsek Dumai Barat. (foto net)

DUMAI, globalriau.com - Presiden Direktur PT KLK NA Alias Nagendran Lechumanan (Nagen), memilih bungkam  saat disoal kasus amoral berupa tuduhan perselingkuhan dengan isteri orang berinisial SY.



 Bos perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan sawit ini enggan membalas konfirmasi memalui telpon seluller dan short message service (SMS).Di telpon berulangkali, meskipun nada aktif namun Nagen memilih tak menjawab, bahkan nomor wartawan yang mencoba melakukan konfirmasi di block.

Alhasil, konfirmasi menyangkut dugaan pengkondisian ke berbagai pihak untuk meredam dan menyelesaikan kasus ini pun tanpa mendapat jawaban dari Nagen. Begitu juga ketika ditanyakan tentang dugaan kasus amoral yang mencemarkan tanah melayu ini memancing amarah petinggi LAMR Kota Dumai yang meminta Nagen untuk hengkang dari Kota Dumai, lagi-lagi Nagen memilih tak menjawab alias bungkam.

Sebagaimana diberitakan riaukepri.com, Nagen terciduk oleh melalui operasi penggerebekan yang dilakukan oleh warga sedang berduaan dengan isteri orang inisial SY di rumahnya Jalan Tunas Muda Marlan Jaya, RT 010, Kelurahan Bukit Datuk, Dumai Selatan, Dumai, Jumat (06/9/19) sekira pukul 22.30 WIB.

Pasangan yang bukan muhrimnya itu diduga telah melakukan perselingkuhan hingga akhirnya diamankan ke Polsek Dumai Barat. Prilaku melanggar norma adat dan budaya Melayu tersebut, menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Dumai.

Tak pelak, kasus amoral ini kemudian memancing amarah Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Dumai, Datuk Seri Syahrudin Husin. Syahrudin meminta Nagen berambus alias hengkang dari Dumai. Alasannya, Presdir PT KLK yang notabene WNA itu dinilai tidak beretika dan tak berlaku santun di bumi Lancang Kuning.

 “Kita selalu terbuka menyambut siapa saja masuk ke Dumai. Tidak terkecuali WNA. Tetapi jangan melakukan perbuatan melanggar norma dan tak bermoral. Pelanggaran asusila yang tidak bermoral tidak dapat diterima. Untuk itu, mereka harus angkat kaki dari kota Dumai,” ungkap Syahrudin, Jumat (20/9/2019)

Ketua LAMR Dumai tersebut juga meminta kepada aparat penegak hukum segera mengeksekusi yang bersangkutan untuk tidak boleh berada di Dumai. ”Siapa saja melakukan pelanggaran norma agama dan adat, dia harus hengkang dari Dumai, jika tidak LAMR yang akan mengambil tindakan tegas, mengusirnya dari Dumai,” ungkap Syahrudin.

Informasi beredar di Dumai menyebutkan, sebelumnya dua pasangan bukan muhrim itu hanya menjalin hubungan mitra kerja antara kontraktor dan managemen PT KLK. Namun lama kelamaan, NA dan FS menjalin hubungan lain.

Hal itu juga diungkapkan oleh RU, suami FA yang mengaku merasa terpukul dan malu akibat kejadian yang menimpa keluarganya.

Seperti ramai diberitakan sejumlah media di Dumai bahwa sebelumnya pengerebekan yang menghebohkan berlangsung saat keduanya sedang berdua di dalam rumah dalam kondisi lampu padan, wanita yang berstatus memiliki suami itu ditemukan bersama NA.

Warga yang sudah lama curiga akhirnya menggerebek.Saat itu, warga mengetahui di rumah yang dihuni NA ada seorang perempuan diketahui berprofesi sebagai kontraktor di perusahan KLK.

Pemandangan tidak wajar itu sudah sering disaksikan oleh warga. FS wanita yang bersama NA kerap berkunjung dengan menggunakan mobil bernomor Polisi (BP 1315 QY) ke rumah NA pada malam hari. Karena resah warga pun mengintainya.

Melihat pemilik rumah mau membukakan pintu pagar, warga pun langsung menghampiri. Mengetahui hal tersebut, NA langsung masuk ke dalam rumah, sedangkan satu unit mobil yang siap meninggalkan lokasi langsung mematikan lampu mobilnya.

Wargapun berteriak dan mencoba masuk ke rumah dan hingga mengamankan NA dan FS untuk dimintai keterangannya perihal seorang IRT yang bertamu ke rumahnya di malam hari dengan keadaan rumah dalam keadaan sepi.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, keduanya diserahkan ke Polsek Dumai Barat. (rul)

Share
loading...
Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Peringati Bulan K3 Nasional 2020, PT SDS Apical Dumai Taja Donor Darah

    Aksi sosial tersebut dilaksanakan berkat bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Dumai. Aksi donor ini berlangsung selama dua hari dimulai Rabu, 12 Februari hingga Ka
  • 6 hari lalu

    Wako Dumai Teken Nota Kesepahaman dengan UIR

    Dalam kesempatan ini, dilakukan penandatangan 3 nota kesepahaman, yaitu MoU UIR - Pemko Dumai, MoU Fisipol UIR - Pemko Dumai, MoA Pascasarjana - Pemko Dumai di ruang sidang lt. II,
  • 6 hari lalu

    Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan 10 Kg Sabu dan 30 Ribu Ekstasi di Dumai

    Selain mengamankan barang bukti sabu sabu yang terbungkus dalam bungkusan teh asal China, aparat juga mengamankan empat kurir berinisial RI, RA, PU, dan HE serta 2 unit mobil.
  • Komentar
    Copyright © 2020 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...
    google.com, pub-1045294159295760, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0