google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0
PT BUKARA
  • Home
  • Dumai
  • Medis Khusus COVID-19 di Dumai Hanya Terima Gaji Pokok, Begini Tanggapan Ketua DPRD
Selasa, 26 Mei 2020 22:28:00

Medis Khusus COVID-19 di Dumai Hanya Terima Gaji Pokok, Begini Tanggapan Ketua DPRD

Ketua DPRD Dumai (kanan), Agus Purwanto, ST

DUMAI, globalriau.com - Tenaga medis di RSUD Kota Dumai, khusus yang menangani pasien COVID-19 mengaku hanya menerima gaji pokok di momen hari raya Idul Fitri tahun ini. Meski mereka dianggap garda terdepan, namun mereka tidak mendapatkan insentif maupun tunjangan.



Menanggapi hal itu, ketua DPRD Kota Dumai, Agus Purwanto mengaku prihatin, ia menjelaskan dalam pengelolaan alokasi dana COVID-19 ada aturan yang dikeluarkan Mendagri dan Menkes, namun jika aturan tersebut memperbolehkan adanya insentif untuk tenaga medis COVID-19 di RSUD Dumai maka harus segera dikeluarkan.

"Secara pribadi kita prihatin, makanya jika secara aturan mengizinkan maka sebaiknya cepat dikeluarkan, jika ada kendala dimana mentoknya dicarikan solusi segera," ujarnya.

Kader Partai Demokrat itu menambahkan bahwa dalam aturan yang dikeluarkan Menkes dan Mendagri dalam penanganan dan realisasi anggaran COVID-19 sudah diatur semua termasuk dalam jenis penyaluran bantuan.

"Seperti penyaluran bantuan mau bentuk uang atau sembako ada aturan yang mengizinkan, maka secepatnya direalisasikan. Sama halnya dengan insentif untuk para medis COVID-19, jika diizinkan secara aturan salurkan saja secepatnya, kasihan mereka sudah berjuang mempertaruhkan keluarga hingga tidak bisa berkumpul akibat diisolasi," jawabnya.

Agus meminta pemerintah untuk tidak kaku dalam penggunaan dana COVID-19, dimana di dalamnya sudah terdapat inspektorat, kejaksaan dan kepolisian.

"Di dalam tim gugus tugas itu semua instansi tergabung seperti kejaksaan, inspektorat dan kepolisian, maka harusnya tidak ada persoalan," sebutnya.

Sementara untuk yang diluar dari medis COVID-19, kata Agus hingga hari ini tidak ada persoalan, sama seperti lima tahun belakang sudah dialokasikan sesuai ketentuan seperti jasa medis dan lain sebagainya.

"Barangkali menurut saya sejak pandemi ini pasien menurun karena banyak yang takut memeriksakan kesehatan ke Puskesmas atau RSUD, jadi kalau tidak parah mereka tidak periksa, makanya insentif jasa medisnya sedikit berkurang." jawabnya.

Dalam alokasi APBD sebelum pandemi COVID-19 kata Agus sudah dialokasikan seperti tahun sebelumnya untuk gaji, tunjangan dan insentif bagi tenaga medis.

Terpisah, juru bicara gugus tugas penanganan COVID-19, dr Syaiful kepada media ini menjelaskan terkait medis khusus COVID-19 di RSUD tanggung jawab alokasi itu ada di managemen RSUD sehingga pihaknya merasa tidak berhak dalam memberikan komentar.

Sedangkan untuk insentif dari pemerintah pusat yang bersumber dari APBN kata Syaiful, sudah diusulkan dan hingga hari ini masih dalam proses.

"Kemarin kita sudah mengusulkan, untuk medis dibawah tanggungan Dinas Kesehatan, sementara untuk RSUD itu ada pada managemen mereka karena mereka langsung yang harus mengusulkan ke pusat, kemarin informasi yang saya dapat mereka belum siap mengusulkan. Tapi agar lebih akurat silahkan tanya langsung pada managamen RSUD," jawabnya.(egi)

Share
loading...
Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Wako Dumai Diminta Copot Kabid SMP Disdikbud

    Banyak orangtua murid tidak mendapat sosialisasi utuh terkait informasi dan sistem PPDB online. Banyak jalur zonasi bermasalah dimana rumah calon siswa yang dekat namun tertulis sa
  • 3 hari lalu

    FORUM KITA Diskusi Komplikasi Persoalan dalam PPDB Online di Dumai

    Wakil direktur PJC Cabang Dumai, Ricky Syahputra menambahkan, berdiskusi dan bersilaturahmi ini harus terus dilakukan dan dijaga agar terus membangkitkan semangat kritis dan fungsi
  • 4 hari lalu

    Kapolsek dan Camat Medang Kampai Launching Program "Kampung Tangguh"

    Dijelaskan Kapolsek, program ini menitikberatkan pada beberapa sektor usaha, yaitu, usaha perikanan, pertanian, peternakan, UMKM dan Kesehatan.
  • 4 hari lalu

    Erwin Minta Verifikasi Faktual PPDB di Dumai Libatkan Polri dan Tim Independen

    Erwin Sitompul, S.Pd aktivis pendidikan kota Dumai, kepada media, Kamis (09/07/2020) menjelaskan dirinya banyak menerima laporan dugaan penyalahgunaan surat domisili sebagai dasar
  • Komentar
    Copyright © 2020 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...