• Home
  • Dumai
  • Menelisik HIV AIDS Menggerogoti IRT di Dumai
Kamis, 17 Januari 2019 12:01:00

Menelisik HIV AIDS Menggerogoti IRT di Dumai

NET.
Ilustrasi HIV AIDS.

DUMAI, Globaliau.com - Ibu Rumah Tangga (IRT) di Dumai belakangan kian dalam ancaman terjangkit penyakit mematikan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Kondisi tersebut sepertinya sulit dihidari mengingat pemerintah sendiri mengeluhkan anggaran guna mencegah penyebaran penyakit yang mematikan tersebut.

loading...


Pemerintah Dumai belum lama ini menyebut bahwa pengidap HIV AIDS setiap tahun alami peningkatan, sehingga harus jadi perhatian serius.

"Mengejutkan lagi ternyata sebagian penderita HIV/AIDS didominasi ibu rumah tangga setelah wiraswasta dan pekerja seks komersial," sebut Hamdan yang kini menjabat sebagai Pejabat Sekretaris Daerah.

Sementara, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Dumai baru-baru ini melakukan Rapat Koordinasi Internal Pengurus pada Kamis (27/12/2018) di Hotel Grand Zuri Dumai.

Berdasarkan informasi dari KPA Dumai, sebanyak 672 orang dengan rincian 418 orang mengidap HIV dan 254 mengidap Aids per Oktober 2018. "Jumlah yang masih hidup saat ini asalah 265 orang pengidap HIV dan 137 orang pengidap Aids," sebut Eko.

Sementara, Dinas Kesehatan Dumai mencatat, jumlah kasus pengidap HIV sejak 2006 hingga Mei 2018 mencapai 408 kasus, naik dari 2017 hanya 374 kasus. Sedangkan AIDS dari 2006 Mei 2018 sebanyak 237 kasus, atau meningkat dibanding sebelum hanya 214 kasus.

Sungguh ironis untuk tingkat Provinsi Riau, ada tiga kabupaten terbesar yang diwaspadai HIV AIDS yaitu Pekanbaru, Bengkalis, dan Dumai.

Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir merilis jumlah kasus dari Januari hingga Oktober 2018 yaitu HIV 2.950 kasus dan AIDS 2.468 kasus. Sehingga, total kasus HIV dan AIDS sebanyak 5.418 kasus.

Pemerintah Kesulitan

Dari berbagai data dan fakta tersebut diatas sepertinya pemerintah belum memiliki langkah jitu dalam menekan angka penyebaran dan penularan penyakit mematikan tersebut.

Hal itu diperkuat dengan stetmen ketua Pelaksana KPA yakni Wakil Wali Kota Dumai, Eko Suharjo yang tidak menampik suburnya hiburan.

"Sampai saat ini, saya tak tahu berapa jumlah izin dikeluarkan untuk usaha hiburan malam di Dumai. Saya heran juga, bagaimana cara menekannya jika izinnya terus dikeluarkan, saya juga tak paham" kata Wawako.

Dinas Kesehatan Kota Dumai juga mengakui pihaknya kesulitan anggaran pencegahan persebaran HIV dan perawatan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sejak organisasi PBB, Global Fund menghentikan dukungan dana.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Dumai Faisal di Dumai, mengatakan Global Fund dalam beberapa tahun ini tidak lagi mendukung dana program penanganan HIV AIDS di Dumai, padahal sangat membantu keterbatasan anggaran daerah.

Dijelaskannya, akibat penghentian bantuan, Dinkes hanya bisa mengandalkan anggaran Rp75 juta dialokasikan pada Komisi Penanggulangan AIDS, padahal program untuk dijalankan masih banyak.

"Penyebaran AIDS cukup memprihatinkan di Dumai, karena peringkat kedua di riau, dengan jumlah sekitar 400 kasus," sebutnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Dumai Nurbaiti mengatakan, ada tiga tahapan yang dilakukan oleh KPA Dumai dalam menghadapi para pengidap HIV-Aids. "Pertama, kita lakukan pendampingan oleh kelompok dukungan sebaya dan Orang yang Hidup dengan Odha," sebut Nurbaiti.

Selain itu ada juga pembinaan dalam bentuk Dumai Support Grup yang menjadi wadah diskusi sesama pengidap. Diterangkannya juga, pihaknya sering melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan instansi terkait.

"Sepanjang 2018, kita sudah melakukan sosialisasi serentak di 20 sekolah. Kita berharap, kedepan bisa lebih banyak lagi," sebutnya.

Gemerlap Dunia Malam

Dumai merupakan salah satu kawasan di pesisir laut yang sangat subur dengan pertumbuhan hiburan malam. Bahkan pemerintah memberikan izin terhadap banyak lokasi hiburan.

Dari penelusuran tim indepth reportase Globalriau.com menemukan banyak tempat hiburan yang menyajikan wanita penghibur. Bahkan terdapat beberapa tempat yang sudah menjadi rahasia umum merupakan sebagai lokasi portitusi.

Meski pemerintah menggembar-gemborkan peraturan untuk batas waktu buka dan tutup tempat hiburan malam. tentunya hal tersebut tidak serta merta mencegah terjadinya praktik perzinaan.

Pantauan tim reportase Globalriau.com mendapati pengunjung tempat hiburan malam tidak hanya oleh kaum muda, justru di dominasi pria hidung belang yang tampak sudah berusia paruh baya.

Benarkah pemerintah sudah benar-benar tegas mengawasi tempat hiburan malam dan memastikan izin yang dikeluarkan sudah benar-benar dipatuhi oleh para pengusaha tempat hiburan?

Faktanya, masih banyak ditemukan wanita dengan pakaian sexy berseliweran di malam hingga dini hari. Serta pada sejumlah tempat hiburan karaoke masih didapati pengunjung yang mengkonsumsi minuman beralkohol.

Sebagaimana diketahui bersama sebab terjangkitnya penyakit HIV AIDS dominasi terbesar adalah akibat hubungan intim yang dilakukan secara tidak aman.

Kenali Tanda-tanda HIV AIDS

Tanda-tanda HIV AIDS biasanya tidak langsung muncul saat seseorang baru terinfeksi HIV. Gejala yang mirip flu baru muncul dua minggu setelah infeksi HIV terjadi. Karena infeksi HIV akut seringkali hanya menimbulkan keluhan ringan, kondisi ini seringkali baru terdeteksi ketika sudah memasuki tahap lanjut.

Dikutip dari aladokter.com HIV (human immunodeficiency virus) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh yang kuat, tubuh kesulitan melawan infeksi yang dapat menimbulkan penyakit.

HIV bekerja dengan cara menghancurkan sel darah putih yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Semakin banyak sel darah putih yang rusak, semakin lemah kekebalan tubuh.

Banyak orang yang menganggap HIV adalah AIDS dan begitu pula sebaliknya. Padahal terinfeksi HIV tidak selalu akan berujung pada AIDS jika status infeksi HIV diketahui dari awal dan diobati sejak dini.

Pada tingkat infeksi HIV yang sangat parah, kekebalan tubuh yang sangat lemah membuat tubuh menjadi sangat rentan terhadap infeksi dan kanker. Kondisi mematikan inilah yang disebut AIDS (acquired immunodeficiency syndrome). Meski demikian, infeksi HIV membutuhkan waktu beberapa tahun untuk berkembang menjadi AIDS.

Gejala dan Tanda-tanda HIV AIDS
Banyak orang dengan HIV tidak tahu kalau mereka terinfeksi. Hal ini karena gejala dan tanda-tanda HIV/AIDS di tahap awal seringkali tidak menimbulkan gejala berat. Infeksi HIV hingga menjadi AIDS terbagi menjadi tiga fase, yakni sebagai berikut:

Fase pertama: Infeksi HIV akut
Fase pertama umumnya muncul setelah 2-4 minggu infeksi HIV terjadi. Pada fase awal ini penderita HIV akan mengalami gejala mirip flu, seperti:

  1. Sakit kepala.

  2. Sariawan.

  3. Kelelahan.

  4. Radang tenggorokan.

  5. Hilang nafsu makan.

  6. Nyeri otot.

  7. Ruam.

  8. Bengkak kelenjar getah bening.

  9. Berkeringat.Gejala dan tanda-tanda HIV/AIDS di atas muncul karena kekebalan tubuh sedang melawan virus. Gejala ini bisa bertahan selama 1-2 minggu atau bahkan lebih.

Meski demikian, harus diingat bahwa gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh HIV. Setelah gejala dan tanda-tanda HIV/AIDS di atas hilang, penderita bisa tidak merasakan apa pun sampai bertahun-tahun kemudian.
Fase kedua: Fase laten HIV
Pada fase ini, penderita HIV/AIDS tidak menunjukkan tanda dan gejala yang khas, bahkan akan merasa sehat seperti tidak terinfeksi virus. Namun sebenarnya, virus HIV secara diam-diam berkembang biak dan menyerang sel darah putih yang berperan dalam melawan infeksi.
Tanda-tanda HIV/AIDS pada fase ini memang tidak terlihat, tapi penderita tetap bisa menularkannya pada orang lain. Di akhir fase kedua, sel darah putih berkurang secara drastis sehingga gejala yang lebih parah pun mulai muncul.
Fase ketiga: AIDS
AIDS merupakan fase terberat dari infeksi HIV. Pada fase ini, tubuh hampir kehilangan kemampuannya untuk melawan penyakit. Hal ini karena jumlah sel darah putih berada jauh di bawah normal. Tanda-tanda HIV AIDS pada tahap ini antara lain berat badan menurun drastis, sering demam, mudah lelah, diare kronis, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Karena pada fase AIDS sistem kekebalan tubuh sudah sangat lemah, maka penderita HIV/AIDS akan sangat rentan terkena infeksi dan jenis kanker tertentu. Penyakit yang biasanya terjadi pada penderita AIDS antara lain:

  • Infeksi jamur pada mulut dan tenggorokan.

  • Pneumonia.

  • Toksoplasmosis.

  • Meningitis.

  • Tuberkulosis (TB).

  • Kanker, seperti limfoma dan sarkoma kaposi.

Pencegahan dan Pengobatan HIV
Pencegahan dan penanganan dini infeksi HIV adalah kunci utama agar kondisi ini tidak berkembang menjadi AIDS yang berbahaya. Oleh karena itu, menjalani gaya hidup sehat dan menghindari perilaku berisiko, seperti seks bebas atau menggunakan jarum suntik bergantian dengan orang lain, merupakan cara efektif untuk mencegah HIV/AIDS. Terapkan beberapa hal berikut dalam hidup Anda:

 

  • Gunakan kondom saat berhubungan seksual. Gunakan kondom secara benar untuk menghindari kebocoran.

  • Tidak bergonta-ganti pasangan.

  • Menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh orang lain. Misalnya melalui luka atau seks oral.

  • Tidak menggunakan peralatan pribadi seperti sikat gigi, alat cukur, dan sex toys bergantian dengan orang lain.

  • Jika Anda berisiko terpapar virus HIV, memulai pengobatan ARV dini sebagai pencegahan infeksi HIV, dan rutin memeriksakan status HIV merupakan langkah tepat untuk menangani HIV.

  • Pahamilah bahwa HIV ditularkan melalui cairan tubuh, seperti darah, ASI, air mani, dan cairan vagina. HIV tidak dapat ditularkan melalui air liur, gigitan serangga, makanan, atau minuman. Virus juga tidak menular melalui penggunaan toilet, atau berjabat tangan dan berpelukan dengan penderita.


Sampai saat ini, belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan infeksi HIV. Meski tidak bisa disembuhkan, HIV masih bisa dikontrol dengan mengonsumsi obat antiretroviral (ARV).

Antiretroviral bekerja dengan cara mencegah duplikasi virus. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan harus dikonsumsi setiap hari. Konsumsi obat antiretroviral secara teratur dapat memperlambat perjalanan penyakit HIV dan memperpanjang harapan hidup penderita. Tanpa pengobatan, HIV dapat berkembang menjadi AIDS dalam waktu yang lebih cepat.

Segera periksakan diri dan lakukan tes deteksi HIV jika berisiko terinfeksi atau mengalami gejala dan tanda-tanda HIV/AIDS. Jangan sungkan atau malu untuk berkonsultasi ke dokter dan melakukan pemeriksaan HIV, karena pengobatan yang dilakukan sejak dini dapat memperlambat perkembangan infeksi HIV menjadi penyakit AIDS.***

Penulis/Editor: Megi Alfajrin

Share
loading...
Berita Terkait
  • 14 jam lalu

    Pengguna di Dumai Ungkap Tarif Ojol GET Lebih Murah

    Sejumlah konsumen mengakui tarif GET Indonesia lebih murah daripada jasa transportasi online lainnya yang ada di Dumai saat ini.
  • kemarin

    Sambut Hari K3, PT Sari Dumai Sejati Gelar Donor Darah bersama PMI

    Dalam kegiatan ini, PT. Sari Dumai Sejati bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Dumai. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari bertempat di ruang trainning ce
  • 5 hari lalu

    DPC INSA Dumai Sambut Baik MoU BUMD PT PDB dan PT SLUP

    Hal itu mengingat bahwa PT Pelabuhan Dumai Bersemai selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dapat meningkatkan sektor usaha di bidang kepelabuhanan.
  • 6 hari lalu

    Dermaga Dangkal, Sejak 2016 Pelindo Dumai Didesak Lakukan Pengerukan

    Namun, hingga 2019 ini hal tersebut belum dilakukan. Pihak PT Pelindo Dumai mengklaim tahun ini akan dilaksanakan karena usulan sudah disetujui sejak 2018.
  • loading...
    Komentar
    Copyright © 2019 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...