ca-app-pub-1967056301068318~1394742809
  • Home
  • Dumai
  • Perkara Bansos Dumai, Memungkinkan Ada Tersangka Baru ?
Selasa, 14 Januari 2020 16:03:00

Perkara Bansos Dumai, Memungkinkan Ada Tersangka Baru ?

Net.
Ilustrasi.

DUMAI, globalriau.com - Perkara dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) yang bersumber dari Alokasi Pendapatan dan Belanda Daerah (APBD) kota Dumai pada tahun 2013-2014 masih bergulir. Hingga kini penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Dumai masih terus melakukan penyidikan terhadap saksi.



Menurut sejumlah informasi memungkinkan adanya tersangka baru untuk perkara yang diduga melibatkan sejumlah anggota DPRD periode 2009-2014.

Bolak-baliknya berkas perkara dari kejaksaan ke kepolisian selama ini dinilai adanya sejumlah berkara yang kurang. Kekurangan berkas yang dimaksud disebut-sebut bahwa adanya sejumlah nama di dalam BAP yang belum ditetapkan sebagai tersangka.

Menanggapi hal tersebut Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira, dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Ghani Karya Andika Gita, Selasa (14/01/2020) kepada awak media tidak mengungkap secara jelas maksud kelengkapan berkas yang harus dilengkapi sesuai petunjuk pihak kejaksaan.

"Sehubungan dengan pengembalian berkas (P.19) oleh JPU dimana dalam hal ini Penyidik Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Dumai masih fokus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan melengkapi permintaan JPU dalam P.19 sehingga terhadap berkas perkara dapat dinyatakan lengkap oleh JPU (P.21)." ungkapnya.

Namun demikian, dirinya juga tidak membantah ketika disoal adanya kemungkinan tersangka baru dari hasil penyidikan tambahan yang kini terus dilakukan.

Dia menambahkan bahwa untuk perkara Bansos terdapat kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

"Sehubungan dengan nilai kerugian berdasarkan penghitungan BPKP terhadap perkara tersebut mencapai ratusan juta rupiah. Hingga saat ini penyidik masih melakukan penyidikan agar perkara tersebut dapat menjadi terang benderang dan akan dibuka lebih rinci dalam persidangan di pengadilan." jelasnya.

Awak media mencoba mengkonfirmasi langsung kepada sejumlah nama yang disebut-sebut masuk dalam BAP kepolisian diantaranya Agus Purwanto yang duduk sebagai anggota legislatif di komisi III pada periode 2009-2014 dan kini menjabat sebagai ketua DPRD periode 2019-2024.

Dihubungi melalui sambungan seluler pesan singkat whatsapp politisi Partai Demokrat itu belum memberikan jawaban hingga berita ini dimuat.

Selain Agus Purwanto, terdapat sejumlah nama lain yang disebut-sebut turut terperiksa diantaranya Jufrida dan Supri Agus yang menjabat sebagai legislatif pada peridoe 2009-2014.

Konfirmasi juga dilakukan terhadap Jufrida yang kini menjabat sebagai ketua Partai Hanura Kota Dumai. Namun kembali, awak media tidak mendapat jawaban meski sudah menghubungi dan mengirimkan pesan singkat ke sejumlah nomor telephone miliknya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Kasat Reskrim Polres Dumai saat masih dipimpin oleh AKP Awaluddin sempat mempublikasi enam nama calon tersangka yang sudah dikantongi oleh penyidik tipikor Polres Dumai. Namun belakangan baru ditetapkan empat tersangka hingga kini.

"Sudah ada enam calon tersangka yang masih kita lakukan penyidikan. Kami sudah surati pihak BPKP untuk melakukan audit terhadap dana hibah tersebut. Kami juga akan datangkan saksi ahli,” tegas AKP Awaluddin, Selasa (2/1/2018) lalu.

Dia mengakui bahwa penanganan kasus korupsi pada tahun 2017 belum ada penyelesaian. Ia menyebut dugaan rasuah dana hibah di Kota Dumai menjadi satu tunggakan kasus.“Kami berjanji untuk mengusut kasus tersebut,” paparnya saat itu.(egi)

Share
loading...
Berita Terkait
  • 11 jam lalu

    Senin, PT Pembangunan Dumai Bagikan 500 Pics Masker ke Masyarakat

    Pembagian masker akan dilakukan diareal operasional batching plan tepatnya, Kelurahan Mekar Sari, kecamatan Dumai Selatan.
  • 12 jam lalu

    Hasil Rapid Test, Satu Dokter di Dumai Positif Covid-19

    Terbaru, dikatakan juru bicara gugus tugas covid-19, dr Syaiful, kepada media ini seorang ASN yang juga sebagai dokter positif corona berdasarkan hasil rapid test.
  • kemarin

    Pemko Dumai Diminta Pangkas Anggaran Diduga Siluman dan Perjalanan Dinas untuk Corona

    Atas dasar itu, Pemko Dumai diminta melakukan realokasi APBD dengan memanfaatkan anggaran dari pokok pikiran (Pokir) DPRD, perjalanan dinas dan alokasi kegiatan yang diduga milik s
  • 19 jam lalu

    Abaikan Saran KPK, ULP Dumai Lelang Puluhan Paket dengan Pokja Tunggal

    Mengabaikan supervisi dari Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap pengadaan barang dan jasa, pengadaan barang dan jasa di Dumai hanya menggunakan pokja ulp tunggal.
  • Komentar
    Copyright © 2020 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...
    google.com, pub-1045294159295760, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0 ca-app-pub-1967056301068318/5525559505