google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0 mgid.com, 288776, DIRECT, d4c29acad76ce94f
Ayo Vaksin
  • Home
  • Dumai
  • Riski: H Gedang Berkali-kali Minta Duit Walikota Dumai
Minggu, 21 Januari 2018 17:10:00

Riski: H Gedang Berkali-kali Minta Duit Walikota Dumai

Humas Pemko Dumai saat berkunjung ke Redaksi Harian Pesisir Pos.

DUMAI, Globalriau.com - Masyarakat Kota Dumai sempat dibuat geger oleh pernyataan Awaluddin saat menggelar aksi unjuk rasa bersama para pedagang di pasar Panglimo Gedang beberapa hari lalu, ucapan yang dilontarkan pengelola pasar tersebut berbuntut panjang.

Pasalnya, Awaluddin atau lebih akrab disapa H Gedang sempat berorasi saat menghadang petugas dari pemerintah, TNI, Kepolisian dan Satpol PP untuk melakukan penertiban diatas tanah yang resmi menjadi milih PT Pertamina Patra Niaga sesuai keputusan Mahkamah Agung, pada jalan MH Thamrin, Jum’at (19/01/2018) sore kemarin.

Dalam orasinya Awaluddin menyatakan bahwa pihaknya akan membeberkan dugaan korupsi yang menjerat walikota Dumai, serta menyampaikan kepada penagak hukum terkait dugaan suap oleh Kadis Perdagangan untuk mensukseskan eksekusi pasar Panglimo Gedang sebesar Rp300 juta.

Terkait pernyataannya tersebut Awaluddin harus menghadapi proses hukum dimana pihak walikota Dumai, Zulkifli As akan melaporkan atas dugaan pencemaran nama baik orang nomor satu di Dumai tersebut.

Melalui Kabag Humas Sekretariat Pemko Dumai, Riski Kurniawan, Walikota Dumai Zulkifli As menyampaikan bahwa pihaknya mengakui ada memberi bantuan kepada Awaluddin dengan uang pribadi beberapa tahap hingga total bantuan mencapai Rp100 juta.

"Beliau (Awaluddin) berkali-kali meminta bantu dengan berbagai alasan, namun karena hubungan emosional dan kedekatan, Walikota menganggap beliau teman oleh sebab itu diberikan bantuan dengan uang pribadi." kata Humas meneruskan klarifikasi dari Walikota Dumai kepada awak media, Minggu (21/01/2017).

Ditambahkannya, bantuan yang disalurkan walikota kepada Awaluddin tidak hanya satu kali, akan tetapi disebut sudah empat kali dengan nominal berbeda dan berbagai alasan beliau (Awaluddin) saat memintanya, diantaranya untuk biaya berobat, untuk nikah dan untuk membantu pedagang guna biaya kepindahan ke pasar Kelakap Tujuh.

"Diantara bantuan yang diberikan seluruhnya pakai uang rupiah, dan walikota juga pernah menitipkan bantuan kepada Zulkarnain selaku Dinas Perdagangan untuk menyerahkan kepada Awaluddin, katanya untuk bantuan yang akan diberikan kepada pedagang sebagai bantuan biaya pindah tempat." ujar Humas.

Tidak hanya itu, Walikota juga akan melaporkan terkait vidio yang tersebar luas di media sosial terkait adanya walikota meminjam uang beliau (Awaluddin) sebanyak Rp2 miliar, dengan komitmen akan diberikan proyek.

"Hal itu juga jadi salah satu delik laporan yang akan disampaikan melalui kuasa hukum walikota nantinya, karena selain fitnah hal itu juga dinilai merusak nama baik sebagai walikota." jelas Riski.

Sebelumnya diberitakan, rencana pemancangan tiang pagar dilokasi pasar Panglimo Gedang oleh puluhan aparat gabungan, Jum'at (19/1/2018) sore yang terdiri dari personel gabungan polisi, unsur TNI di Dumai dan Satpol PP Dumai.

Namun upaya tersebut urung dilakukan karena adanya penolakan dari puluhan pedagangan yang menghadang rencana penertiban tersebut.***(egy)

Share
Berita Terkait
  • 7 hari lalu

    Melalui Mitigasi Karhutla, Pertamina Dorong Masyarakat Raih Rupiah

    Beberapa waktu lalu isu kebakaran hutan dan lahan juga menjadi tranding di Dunia karena perubahan iklim yang cukup ekstrim, Provinsi Riau cukup menjadi sorotan baik di kancah lokal
  • 7 hari lalu

    Intsiawati Ayus dan Wakapolres Dumai Kunjungi Panti Asuhan Al-Barkah

    Pada kunjungan kali ini Anggota DPD RI bersama Waka Polres bercekrama serta memberikan motivasi kepada anak-anak panti asuhan.
  • satu minggu lalu

    Mafia BBM dan CPO di Dumai Masih Merajalela

    Sudah bukan rahasia, maraknya kegiatan haram itu karena ada orang kuat di belakangnya. Kabarnya ada puluhan titik lokasi yang menjadi tempat penampungan BBM maupun CPO ilegal. Tida
  • satu minggu lalu

    Pembalakan Liar di Dumai Seolah Kebal Hukum

    Menurut informasi yang dihimpun, sejumlah pekerja yang direkrut pengusaha kayu ilegal bertugas menebang kayu dan mengeluarkannya melalui anak sungai atau kanal. Sesampainya di dara
  • Komentar
    Copyright © 2021 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...
    google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0 mgid.com, 288776, DIRECT, d4c29acad76ce94f