• Home
  • Dumai
  • Soal Kasus Amoral, Beredar Kabar Bos PT KLK Dumai "Suap" Sejumlah Oknum
Selasa, 10 Desember 2019 21:26:00

Soal Kasus Amoral, Beredar Kabar Bos PT KLK Dumai "Suap" Sejumlah Oknum

DUMAI, globalriau.com - Kegaduhan perkara amoral yang dilakukan oleh warga negara asing (WNA) petinggi PT Kuala Lumpur Kepong (KLK) di Dumai beberapa waktu lalu seolah tidak ada habisnya. Setelah diminta usir oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), dan damai secara kekeluargaan di kepolisian, belakangan tersiar kabar adanya upaya "suap" terhadap sejumlah pihak untuk meredakan kegaduhan tersebut.



bahkan, pengkondisian yang disebut-sebut dilakukan oleh oknum pekerja PT KLK kepada sejumlah pihak tersiar deras dimasyarakat.

mencari kebenaran informasi tersebut, awak media langsung melakukan konfirmasi kepada oknum karyawan PT KLK yang dimaksud.

Berbagai upaya konifrmasi guna kebenaran dan keseimbangan berita diupayakan awak media. Melalui sambungan seluler dengan nomor 0812 7555 XXXX karyawan berinisial Z itu hanya menjawab tidak tahu terkait kabar yang sudah beredar.

"Saya tidak tahu-menau soal itu," singkatnya sembari mengakhiri panggilan telephone karena mengaku lagi sibuk bekerja.

Tidak tanggung-tanggung, isu yang beredar menyebutkan pengkondisian dilakukan dengan anggaran yang diduga mencapai ratusan juta rupiah.

Bos PT KLK Dumai, Nagendra Lelchumanan, sebagai terduga pelaku amoral saat dihubungi awak media memilih bungkam ketika dimintai klarifikasinya.

Diberitakan beberapa waktu lalu, kejadian yang sempat menghebohkan dan menggemparkan warga Dumai, terjadi di Jalan Tunas Muda, Marlan Jaya RT 010 Kelurahan Bukit Datuk, kelurahan Dumai Selatan.

Jumat Malam (06/09/2019) sekira pukul 22.30 WIB, rumah yang dihuni Presiden Direktur PT Kuala Lumpur Kepong (KLK) Dumai dibawah naungan Astra Group, Nagendra Lelchumanan (35) diketahui sedang berduaan dengan seorang ibu rumah tangga (IRT) yang bukan istrinya.

Keduanya digerebek oleh warga hingga menjadi viral dijagad dunia maya.

Perempuan yang sedang bersama NL kala itu adalah inisial FS, seorang IRT yang disebut juga mitra kerja sebagai suplayer di PT KLK, setelah terciduk warga, kedua pasangan bukan muhrim tersebut digiring warga ke Polsek Dumai Barat.

Namun hasil proses pihak Kepolisian berujung pada surat pernyataan dan berjanji tidak menggulangi perbuatan.

Polsek Dumai Barat beralasan tidak adanya bukti untuk menjerat Nagendra Lelchumanan ke ranah pidana.(rpc/red)

Share
loading...
Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Petunjuk Jaksa soal Kasus Bansos Dumai Sudah Cukup Jelas

    Dugaan penyalahgunaan dana bansos di lingkungan pemerintah Kota Dumai disebut-sebut melibatkan banyak nama alias secara berjamaah.
  • 3 hari lalu

    DLH Akui PT EDI Dumai Tidak Kelolah Limbah

    Dijelaskan, saat ini DLH menunggu tindak lanjut dari Kementerian LHK, dan manajemen perusahaan juga sudah dimintai keterangan terkait pembuangan air pencucian tangki tersebut.
  • 4 hari lalu

    Penyelesaian Kasus Bansos, Komunikasi Polres Dumai dan Kejaksaan Diharapkan Terjalin

    Proses penyelesaian pengembalian berkas perkara pidana yang diserahkan oleh penyidik kepada penuntut umum harus adanya fungsi antara penyidik dengan kejaksaan dalam hal penyidik da
  • 6 hari lalu

    Pemko Dumai Komit Ciptakan Ruang Terbuka Ramah Anak

    Pada kesempatan ini, Wako berharap agar lokasi di sekitar kantor dan perumahan Pemda Jl. Puteri Tujuh Dumai dibuat lapangan terbuka hijau ramah anak,
  • Komentar
    Copyright © 2020 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...
    google.com, pub-1045294159295760, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0