• Home
  • Dumai
  • Terjerat Kasus Amoral, Direksi PT KLK Dumai Diminta Non Aktifkan Nagen
Minggu, 08 Desember 2019 18:19:00

Terjerat Kasus Amoral, Direksi PT KLK Dumai Diminta Non Aktifkan Nagen

Lokasi Operasional PT KLK.

DUMAI, globalriau.com - Direksi PT Kuala Lumpur Kepong (KLK) diminta segera menonaktifkan jabatan Nagendran Lechumanan (Nagen) sebagai Presiden Direktur PT KLK Dumai dan 'memanggil pulang' yang bersangkutan. Kasus amoral berupa tuduhan perselingkuhan dengan isteri orang berinisial SY dinilai sebagai bentuk penistaan terhadap tanah melayu (Kota Dumai). Ini merupakan preseden buruk bagi warga negara asing (WNA) yang bekerja di Indonesia pada umumnya dan tanah melayu pada khususnya.



Pernyataan tegas ini disampaikan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dumai, Andi Qadri kepada wartawan menyikapi proses dugaan kasus amoral yang melibatkan Nagen, Senin (09/12/2019) kepada awak media.

"Terlepas sampai dimana proses hukum yang menjerat Nagen, kita minta Direksi PT KLK segera mengganti Nagen sebagai Presiden Direktur PT KLK Dumai dengan figur yang mampu menyesuaikan adab dan kepatutan tinggal dan bekerja di bumi melayu ini. Meskipun asas hukum berlandaskan praduga tak bersalah, namun secara adab hal yang dilakukan oleh Nagen sudah diluar kewajaran dan tidak menghargai adat istiadat tempatan," tegas Andi Qadri.



Agar kegaduhan ini tidak berkepanjangan dan menimbulkan dampak lebih buruk,imbuh Andi Qadri, pihaknya menyarankan Nagen untuk segera meminta kepada Direksi PT KLK mengundurkan diri

"Sebaiknya mengundurkan diri.Ini sikap profesional dan meminimalisir dampak lebih buruk terjadi. Terserah mau minta jabatan apa ke Direksi, syaratnya jangan lagi penempatan di Indonesia pada umumnya dan Kota Dumai pada khususnya," ujar Andi Qadri

Selanjutnya, Andi Qadri meminta kepada pihak lain, khusususnya WNA yang bekerja di Kota Dumai agar menjaga adab selama tinggal dan bekerja. Dan, menjadikan kasus Nagen ini sebagai pelajaran agar tidak terjadi kembali.

Terpisah,senada yang disampaikan Andi Qadri, Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Kota Dumai, Muhammad Addhari menegaskan harus ada efek jera bagi pelaku kasus amoral yang telah mencemarkan Kota Dumai. Disoal bahwa menyangkut proses hukum Nagen informasinya sudah diselesaikan, Addhari menyatakan jika proses hukum tidak dilanjutkan dengan berbagai dasar atau kebijakan dari penyidik atau merupakan kewenangan pihak yang berwenang, namun secara adat ini tidak bisa diterima.

"Jika tidak ada efek jera, bisa jadi kedepannya akan bermunculan kasus-kasus seperti Nagen ini. Faktanya sebagaimana informasi dirangkum, Nagen terciduk melalui operasi penggerebekan yang dilakukan oleh warga sedang berduaan dengan isteri orang inisial SY di rumahnya Jalan Tunas Muda Marlan Jaya, RT 010, Kelurahan Bukit Datuk, Dumai Selatan, Dumai, Jumat (06/9/19) sekira pukul 22.30 WIB. Dan, ada pengakuan dari suami SY yang mengarah kepada proses pembenaran terhadap kasus amoral tersebut. Kita lebih menyoroti terhadap kelakuan atau adab Nagen yang terindikasi sudah mencoreng bumi melayu ini,tegas Addhari

"Kepada pihak Direksi PT KLK agar segera 'memanggil pulang' Nagen. Dan, jika masih dipakai bekerja diperusahaan tersebut, jangan pernah lagi ditugaskan di Indonesia," tambah Addhari

Menyangkut tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya, Nagen enggan membalas konfirmasi memalui telpon seluller dan short message service (SMS).Di telpon berulangkali, meskipun nada aktif namun Nagen memilih tak menjawab, bahkan nomor wartawan yang mencoba melakukan konfirmasi di block.

Alhasil, konfirmasi menyangkut dugaan pengkondisian ke berbagai pihak untuk meredam dan menyelesaikan kasus ini pun tanpa mendapat jawaban dari Nagen. Begitu juga ketika ditanyakan tentang dugaan kasus amoral yang mencemarkan tanah melayu ini memancing amarah petinggi LAMR Kota Dumai yang meminta Nagen untuk hengkang dari Kota Dumai, lagi-lagi Nagen memilih tak menjawab alias bungkam.

Sebagaimana diberitakan riaukepri.com, Nagen terciduk oleh melalui operasi penggerebekan yang dilakukan oleh warga sedang berduaan dengan isteri orang inisial SY di rumahnya Jalan Tunas Muda Marlan Jaya, RT 010, Kelurahan Bukit Datuk, Dumai Selatan, Dumai, Jumat (06/9/19) sekira pukul 22.30 WIB.

Pasangan yang bukan muhrimnya itu diduga telah melakukan perselingkuhan hingga akhirnya diamankan ke Polsek Dumai Barat. Prilaku melanggar norma adat dan budaya Melayu tersebut, menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Dumai.

Tak pelak, kasus amoral ini kemudian memancing amarah Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Dumai, Datuk Seri Syahrudin Husin. Syahrudin meminta Nagen berambus alias hengkang dari Dumai. Alasannya, Presdir PT KLK yang notabene WNA itu dinilai tidak beretika dan tak berlaku santun di bumi Lancang Kuning.

 “Kita selalu terbuka menyambut siapa saja masuk ke Dumai. Tidak terkecuali WNA. Tetapi jangan melakukan perbuatan melanggar norma dan tak bermoral. Pelanggaran asusila yang tidak bermoral tidak dapat diterima. Untuk itu, mereka harus angkat kaki dari kota Dumai,” ungkap Syahrudin, Jumat (20/9/2019)

Ketua LAMR Dumai tersebut juga meminta kepada aparat penegak hukum segera mengeksekusi yang bersangkutan untuk tidak boleh berada di Dumai. ”Siapa saja melakukan pelanggaran norma agama dan adat, dia harus hengkang dari Dumai, jika tidak LAMR yang akan mengambil tindakan tegas, mengusirnya dari Dumai,” ungkap Syahrudin.

Informasi beredar di Dumai menyebutkan, sebelumnya dua pasangan bukan muhrim itu hanya menjalin hubungan mitra kerja antara kontraktor dan managemen PT KLK. Namun lama kelamaan, NA dan FS menjalin hubungan lain.

Hal itu juga diungkapkan oleh RU, suami FA yang mengaku merasa terpukul dan malu akibat kejadian yang menimpa keluarganya.

Seperti ramai diberitakan sejumlah media di Dumai bahwa sebelumnya pengerebekan yang menghebohkan berlangsung saat keduanya sedang berdua di dalam rumah dalam kondisi lampu padan, wanita yang berstatus memiliki suami itu ditemukan bersama NA.

Warga yang sudah lama curiga akhirnya menggerebek.Saat itu, warga mengetahui di rumah yang dihuni NA ada seorang perempuan diketahui berprofesi sebagai kontraktor di perusahan KLK.

Pemandangan tidak wajar itu sudah sering disaksikan oleh warga. FS wanita yang bersama NA kerap berkunjung dengan menggunakan mobil bernomor Polisi (BP 1315 QY) ke rumah NA pada malam hari. Karena resah warga pun mengintainya.

Melihat pemilik rumah mau membukakan pintu pagar, warga pun langsung menghampiri. Mengetahui hal tersebut, NA langsung masuk ke dalam rumah, sedangkan satu unit mobil yang siap meninggalkan lokasi langsung mematikan lampu mobilnya.

Wargapun berteriak dan mencoba masuk ke rumah dan hingga mengamankan NA dan FS untuk dimintai keterangannya perihal seorang IRT yang bertamu ke rumahnya di malam hari dengan keadaan rumah dalam keadaan sepi.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, keduanya diserahkan ke Polsek Dumai Barat.(red/tim)

Share
loading...
Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Kasus Amoral Hilang Kabar, Bos PT KLK Bungkam

    Alhasil, konfirmasi menyangkut dugaan pengkondisian ke berbagai pihak untuk meredam dan menyelesaikan kasus ini pun tanpa mendapat jawaban dari Nagen.
  • 4 tahun lalu

    Tumpahan CPO PT AAL Dumai, Komisi III Beberkan Beberapa Hal yang Mengejutkan

    Komisi III DPRD Dumai yang sudah melakukan peninjauan kelokasi berkomitmen untuk menyelesaikan ini. Dalam konferensi pers wakil rakyat membeberkan beberapa temuan yang mengejutkan
  • 4 tahun lalu

    Pipa Loading Pecah, CPO PT AAL Cemari Laut Dumai

    Insiden tumpahan Crude Palm Oil (CPO) atau Minyak Kelapa Sawit kembali terjadi di Pelabuhan Pelindo, Kamis (2/6/2016). Pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai m
  • Komentar
    Copyright © 2020 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...
    google.com, pub-1045294159295760, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0