google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0
PT BUKARA
  • Home
  • Dumai
  • Unjuk Rasa di Kantor PUPR Dumai, Massa GMPM Sampaikan 5 Tuntutan
Rabu, 02 Oktober 2019 14:04:00

Unjuk Rasa di Kantor PUPR Dumai, Massa GMPM Sampaikan 5 Tuntutan

DUMAI, globalriau.com - Puluhan massa Gerakan Masyarakat Pejuang Marwah (GMPM) mendesak walikota Dumai Zulkifli As untuk segera menonaktifkan atau mencopot kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Syahminan.



Atas desakan tersebut walikota pun diberi waktu selambat-lambatnya satu minggu atau 7 x 24 jam untuk memutuskan hal tersebut.

Tuntutan itu langsung disampaikan massa saat menggelar aksi damai di depan kantor dinas PUPR Rabu, (02/10/2019) pagi.

"Aksi kali ini kita sampaikan aspirasi secara baik-baik sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang bahwa setiap warga berhak menyampaikan pendapat dimuka umum. Oleh karenanya hal ini kita lakukan sesuai koridor yang berlaku," Ujar Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Kota Dumai, Khadafi, disela-sela demo.

Dalam orasinya GMPM menyampaikan 5 (lima) tuntutan yang memicu untuk pencopotan Syahminan diantaranya;

1. Kadis PUPR dinilai gagal mengatasi banjir di Kota Dumai
2. Kadis PUPR dinilai gagal melaksanakan pencepatan air minum sebagaimana merupakan visi dan misi walikota saat pilkada lalu.
3. Kadis PUPR disebut-sebut jarang masuk kantor hingga pelayanan terhadap publik terabaikan.
4. Meminta walikota memutuskan segala tuntutan tersebut paling lama satu minggu atau 7 x 24 jam.

Pantauan dilapangan, Dalam unjuk rasa yang digelar GMPM tersebut tampak dikawal ketat aparat kepolisian dari Polres Dumai.

Dalam aksinya GMPM pun telah memesan tiket kapal untuk pemulangan Kepala Dinas PUPUR yang notabene didatangkan dari Kabupaten Bengkalis ke Kota Dumai.

"Jika dalam waktu yang tidak ditentukan walikota belum menanggapi tuntutan kami, maka kami akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang jauh lebih banyak." lanjutnya.

Aksi GMPM berlangsung damai hingga akhirnya diterima sekretaris Dinas PUPR Zulkarnaen.(red/MG)

Share
loading...
Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Medis Khusus COVID-19 di Dumai Hanya Terima Gaji Pokok, Begini Tanggapan Ketua DPRD

    Kader Partai Demokrat itu menambahkan bahwa dalam aturan yang dikeluarkan Menkes dan Mendagri dalam penanganan dan realisasi anggaran COVID-19 sudah diatur semua termasuk dalam jen
  • 4 hari lalu

    Hasil Rapid Test 122 Pedagang di Dumai Negatif Beberapa Diantaranya Membayang

    Disebutkan Syaiful, rapid test kepada pedagangan bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran di pasar tradisional, dimana disana banyak orang datang silih berganti.
  • 4 hari lalu

    Sisa Dua Swab, Kasus COVID-19 di Dumai Hampir Habis

    Juru bicara gugus tugas penanganan COVID-19, dr Syaiful kepada media ini menjelaskan hingga hari ini tidak ada penambahan kasus bahkan tidak ada penambahan tracking yang dilakukan.
  • 4 hari lalu

    Idul FItri, Medis COVID-19 di Dumai Hanya Terima Gaji Pokok

    Seluruh pihak mengakui bahwa tim medis baik dokter maupun perawat merupakan garda terdepan dalam penanganan pasien COVID-19, mereka harus berkorban jika seandainya terpapar virus y
  • Komentar
    Copyright © 2020 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...