<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
		<rss version="2.0" >
        <channel>
        <title></title>
        <link>https://www.globalriau.com/</link>
        <description>Situs Berita Online Terpercaya dan Aktual di Provinsi Riau.</description>
        <language>en-us</language>
        <pubDate>Thu, 21 May 2026 02:36:19 +0700</pubDate>
        <lastBuildDate>Thu, 21 May 2026 02:36:19 +0700</lastBuildDate>
        <generator> RSS Generator</generator>
        <managingEditor>redaksi@globalriau.com</managingEditor>
        <webMaster>arie.vcr@gmail.com</webMaster>
		<image>
		<url>https://www.globalriau.com/icon.gif</url>
		<title></title>
		<link>https://www.globalriau.com/</link>
		<description>Fasilitas RSS dari GlobalRiau.com</description>
		</image>
<item>
<title>Semangat Kebangkitan dari Imigrasi sebagai Pintu Gerbang Negeri</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Semangat-Kebangkitan-dari-Imigrasi-sebagai-Pintu-Gerbang-Negeri</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir052026/830_Semangat-Kebangkitan-dari-Imigrasi-sebagai-Pintu-Gerbang-Negeri.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	DUMAI - Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai saat jajaran pegawai mengikuti Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118, Rabu (20/5/2026).</p>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Momentum tahunan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, namun juga refleksi untuk terus menumbuhkan semangat persatuan, pelayanan, dan inovasi demi kemajuan bangsa.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Dengan balutan semangat nasionalisme, seluruh peserta upacara mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa. Di tengah tantangan zaman yang terus berkembang, Imigrasi Dumai menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai institusi pelayanan publik yang adaptif dan humanis.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai, Ruhiyat M Tolib, mengatakan Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat bahwa setiap aparatur negara memiliki tanggung jawab untuk terus bergerak maju dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Momentum Hari Kebangkitan Nasional ini bukan hanya mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi penguat semangat bagi seluruh jajaran Imigrasi Dumai untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin semangat bangkit itu diwujudkan melalui kerja nyata, inovasi, dan pelayanan yang semakin cepat, transparan, serta humanis,&rdquo; ujar Ruhiyat M Tolib saat dikonfirmasi awak media.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia menambahkan, semangat kebangkitan juga harus tercermin dalam budaya kerja yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama di tengah dinamika pelayanan keimigrasian yang terus berkembang.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Imigrasi bukan hanya soal dokumen perjalanan, tetapi juga tentang bagaimana negara hadir memberikan rasa aman, nyaman, dan kemudahan kepada masyarakat. Karena itu, kami terus berupaya membangun pelayanan yang dekat dengan masyarakat serta mampu menjawab kebutuhan publik secara maksimal,&rdquo; tambahnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini juga menjadi simbol bahwa semangat persatuan dan optimisme harus terus dijaga. Dari Kota Dumai, pintu gerbang strategis di pesisir Riau, Imigrasi Dumai menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa dapat diwujudkan melalui disiplin, pelayanan, dan komitmen untuk terus berbenah menuju Indonesia yang lebih maju.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 21:19:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Transformasi Lele Sei Manasib di Tangan Rizky Lewat Inovasi Pakan Mandiri yang Dongkrak Omzet Puluhan Juta</title>
<link>https://www.globalriau.com/rohil/Transformasi-Lele-Sei-Manasib-di-Tangan-Rizky-Lewat-Inovasi-Pakan-Mandiri-yang-Dongkrak-Omzet-Puluhan-Juta</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir052026/5225_Transformasi-Lele-Sei-Manasib-di-Tangan-Rizky-Lewat-Inovasi-Pakan-Mandiri-yang-Dongkrak-Omzet-Puluhan-Juta.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	Rokan Hilir, 20 Mei 2026 &ndash; Bagi para pembudidaya ikan di Sei Manasib, setiap memasuki masa panen lele bukan selalu menjadi momen yang menghadirkan rasa lega. Di balik riak air kolam dan padatnya aktivitas budidaya, tersimpan kecemasan panjang akibat tingginya biaya produksi dan harga jual yang kerap tidak menentu.</p>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kondisi itu pernah dirasakan langsung oleh Muhammad Rizky (31), Sekretaris BUMDes sekaligus penggerak Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Lele Sei Manasib. Bagi Rizky, usaha budidaya lele sempat terasa seperti perjuangan tanpa kepastian. Harga pakan yang terus melambung tinggi seakan berkejaran dengan harga jual ikan yang sering dimainkan tengkulak, membuat keuntungan kelompok semakin tergerus.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Antara biaya operasional yang terus membengkak dan margin keuntungan yang makin tipis, kami sempat berada di titik lelah. Bukan hanya lelah secara fisik karena merawat ikan setiap hari, tetapi juga lelah secara mental karena merasa kerja keras kami belum memberikan hasil yang pasti,&rdquo; ungkap Rizky.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Berangkat dari kondisi tersebut, Rizky menyadari bahwa situasi itu tidak bisa terus dibiarkan. Ia percaya bahwa kelompok budidaya di Sei Manasib harus keluar dari ketergantungan dan mulai membangun sistem usaha yang lebih mandiri.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Melalui Program Perikanan Riau PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), harapan baru mulai tumbuh. Kehadiran program pemberdayaan ini tidak hanya memberikan dukungan fasilitas, tetapi juga membuka ruang pembelajaran dan pendampingan bagi kelompok pembudidaya untuk membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sebagai salah satu anggota kelompok yang paling vokal mendorong perubahan, Rizky bersama rekan-rekannya melakukan perjalanan ke Desa Bangko Jaya. Di sana, mereka belajar langsung dari kelompok binaan yang telah berhasil memproduksi pakan mandiri untuk budidaya lele serta mampu menembus pasar distribusi Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Program Gizi).</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Dari pengalaman tersebut, Rizky mulai melihat peluang besar dalam pemanfaatan ikan rucah hasil tangkapan sampingan yang sebelumnya sering dianggap limbah pesisir sebagai bahan baku pakan alternatif.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Namun, perjalanan menuju keberhasilan tidak berjalan mudah. Pada tahap awal uji coba produksi pakan mandiri, formulasi yang mereka buat justru mengalami kegagalan. Pelet yang dicetak hancur dan berubah menjadi serbuk ketika ditebar ke kolam sehingga berdampak pada kualitas air.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Mesin vertikal itu membutuhkan tingkat presisi yang tinggi. Saya sempat salah dalam metode pengaturan putaran pisau sehingga pelet tidak bisa memadat dengan sempurna,&rdquo; kenang Rizky.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah. Rizky terus melakukan percobaan, mulai dari menyesuaikan kadar kelembaban adonan hingga melakukan kalibrasi mesin secara berulang. Hingga akhirnya, upaya tersebut membuahkan hasil ketika mesin berhasil menghasilkan butiran pelet yang padat dan berkualitas.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Keberhasilan memproduksi pakan mandiri menjadi titik balik bagi kelompok budidaya lele Sei Manasib. Biaya operasional yang sebelumnya membebani kini dapat ditekan secara signifikan, sementara kualitas nutrisi pakan tetap terjaga.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Tidak berhenti pada inovasi pakan, Rizky juga mulai mengembangkan strategi pemasaran kelompok. Ilmu tata niaga yang ia pelajari kemudian diaplikasikan untuk membuka jalur distribusi langsung ke Dapur SPPG dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Hasilnya, dalam satu siklus produksi kelompok mampu menghasilkan sekitar 2,3 ton lele, dengan 519 kilogram di antaranya terserap langsung untuk kebutuhan program penyediaan pangan bergizi. Dalam tiga bulan terakhir, kelompok ini berhasil membukukan omzet hingga Rp32 juta.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Perubahan tersebut perlahan menghapus rasa minder yang sebelumnya membayangi para pembudidaya. Kini mereka berdiri lebih percaya diri sebagai kelompok usaha masyarakat yang produktif dan mandiri, sekaligus menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan lokal.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Manager CID Regional 1 PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan bahwa keberhasilan Pokdakan Lele Sei Manasib menunjukkan bagaimana program pemberdayaan masyarakat dapat menciptakan dampak ekonomi yang nyata apabila dijalankan secara konsisten dan berbasis potensi lokal.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, PHR akan terus mendorong hadirnya program-program yang mampu memperkuat kapasitas masyarakat agar lebih mandiri dan berdaya saing.</div>
<div>
	&ldquo;PHR berkomitmen untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun penguatan kapasitas kelompok usaha lokal. Kami percaya, kemandirian masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan,&rdquo; ujarnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia juga menambahkan bahwa dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan terhadap operasional industri hulu migas memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional. &ldquo;Kami mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus mendukung kelancaran operasional industri hulu migas. Dukungan tersebut sangat penting dalam menjaga keberlanjutan operasi dan ketahanan energi nasional, di mana PHR menjadi salah satu penopang utama produksi migas Indonesia,&rdquo; tambahnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kini, bagi Rizky, kolam lele bukan lagi sekadar tempat mencari penghidupan. Di balik air kolam yang tenang, tumbuh keyakinan baru bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari perjuangan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Air di kolam boleh saja menyusut saat kemarau panjang, tetapi tekad kami untuk mandiri tidak akan pernah ikut mengering. Dari keterbatasan, kami belajar bahwa selalu ada jalan bagi orang-orang yang mau terus berusaha dan tidak menyerah,&rdquo; pungkasnya.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 18:57:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Survei Publik Sangat Baik, Imigrasi Dumai Tegaskan Komitmen Pelayanan Bersih dan Prima</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Survei-Publik-Sangat-Baik--Imigrasi-Dumai-Tegaskan-Komitmen-Pelayanan-Bersih-dan-Prima</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir052026/5667_Survei-Publik-Sangat-Baik--Imigrasi-Dumai-Tegaskan-Komitmen-Pelayanan-Bersih-dan-Prima.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	<strong>DUMAI</strong> - Kepercayaan publik terhadap pelayanan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai kembali menunjukkan tren positif. Berdasarkan hasil Survei Persepsi Korupsi (SPKP) dan Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPAK) periode April 2026, Imigrasi Dumai berhasil meraih nilai tinggi dengan kategori &ldquo;Sangat Baik&rdquo;.</p>
<div>
	Dalam hasil survei tersebut, nilai SPKP tercatat sebesar 3,92 dari skala 4,00, sementara nilai SPAK mencapai 3,96 dari 4,00. Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa pelayanan publik yang diberikan Imigrasi Dumai dinilai semakin profesional, transparan, dan berintegritas di mata masyarakat.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Tingginya penilaian publik tersebut tidak hanya mencerminkan kepuasan masyarakat terhadap kualitas layanan, namun juga memperlihatkan keberhasilan reformasi birokrasi yang terus dibangun di lingkungan Imigrasi Dumai.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai, Ruhiyat M Tolib menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran dalam menjaga integritas serta menghadirkan pelayanan yang humanis dan responsif.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Nilai yang diberikan masyarakat ini adalah amanah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Kami berkomitmen menjaga integritas, memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan bebas dari praktik korupsi,&rdquo; ujar Ruhiyat M Tolib.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia menambahkan, Imigrasi Dumai akan terus melakukan berbagai inovasi pelayanan guna menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis, termasuk memperkuat budaya kerja profesional serta memperluas akses pelayanan yang mudah dijangkau masyarakat.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Kepercayaan publik merupakan hal yang sangat berharga. Karena itu kami terus mendorong seluruh petugas agar bekerja dengan hati, melayani dengan ramah, dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik,&rdquo; tambahnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Dalam beberapa waktu terakhir, Imigrasi Dumai memang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun citra institusi yang modern dan melayani. Berbagai inovasi pelayanan publik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan pengawasan internal menjadi bagian dari langkah strategis menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Capaian survei ini sekaligus menjadi gambaran bahwa pelayanan keimigrasian di Kota Dumai semakin dipercaya masyarakat. Dengan nilai yang nyaris sempurna, Imigrasi Dumai dinilai berhasil menghadirkan wajah birokrasi yang adaptif, bersih, dan berorientasi pada kepuasan publik.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 05:48:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Kini Semua Pekerja Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Bisa Stop Pekerjaan Tak Aman</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Kini-Semua-Pekerja-Pertamina-Patra-Niaga-Kilang-Dumai-Bisa-Stop-Pekerjaan-Tak-Aman</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir052026/5773_Kini-Semua-Pekerja-Pertamina-Patra-Niaga-Kilang-Dumai-Bisa-Stop-Pekerjaan-Tak-Aman.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	DUMAI &mdash; Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terus diperkuat oleh PT Pertamina Patra Niaga melalui implementasi budaya keselamatan di seluruh lini operasional Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai. Terbaru, Kilang Dumai juga telah mengimplementasikan kebijakan Stop Work Authority (SWA) sebagai wujud nyata komitmen perusahaan dalam menempatkan K3 sebagai fondasi utama untuk menjaga operasional yang andal, aman, dan berkelanjutan.</p>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Manager HSSE Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai, Syahrial Okzani menjelaskan bahwa program SWA merupakan kewenangan bagi setiap pekerja untuk menghentikan pekerjaan atau tindakan yang dinilai berpotensi menimbulkan bahaya secara langsung, termasuk risiko major accident yang dapat berdampak pada keselamatan personel, lingkungan, aset perusahaan, maupun reputasi perusahaan.&nbsp;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Langkah ini menjadi penguatan internalisasi budaya HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) yang sudah diterapkan secara konsisten dan berkesinambungan di seluruh lini aktivitas kerja sehari-hari. Pelaksanaan SWA ini dilakukan melalui sejumlah tahapan aksi yang sistematis dan terstruktur,&rdquo; ujar Syahrial.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Pemberlakuan Stop Work Authority ini tidak hanya menjadi hak dan kewenangan bagi pekerja di kilang, tetapi juga berlaku bagi Kontraktor maupun Mitra Kerja Perusahaan. Adapun tahapan pelaksanaan Stop Work Authority dilakukan ketika pekerja, mitra kerja, maupun visitor mengidentifikasi potensi bahaya, seperti kondisi dan perilaku tidak aman hingga faktor cuaca atau lingkungan kerja berisiko.&nbsp;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Selanjutnya dilakukan tahap Notify dengan memberitahukan penghentian pekerjaan kepada pengawas terkait, dilanjutkan tahap Correct melalui perbaikan dan pengendalian risiko sebelum pekerjaan kembali dilanjutkan pada tahap Resume. Tahapan akhir yakni Record melalui pelaporan dan dokumentasi implementasi SWA yang kemudian dianalisis, dievaluasi, serta diinput ke dalam sistem perusahaan sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan guna memperkuat mitigasi risiko dan mendukung keselamatan serta keandalan operasional perusahaan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Stop Work Authority bukan slogan, namun adalah mekanisme yang jelas yang dapat dilakukan siapapun, kapan pun, saat pekerjaan dirasa tidak aman. Karena tidak ada target yang lebih penting daripada keselamatan,&rdquo; tegas Syahrial.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sebagai kilang strategis di wilayah barat Indonesia yang menopang 16,5% kebutuhan energi nasional, khususnya kawasan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai terus melakukan penguatan budaya HSSE serta perbaikan berkelanjutan guna menjaga keandalan operasional dalam mendukung ketahanan energi nasional. Implementasi kebijakan Stop Work Authority juga dibarengi dengan upaya membangun awareness seluruh insan perusahaan terhadap pentingnya budaya keselamatan kerja melalui berbagai sosialisasi yang dilakukan secara masif, di antaranya melalui street campaign, pemanfaatan videotron, pesan broadcast pada media internal perusahaan, hingga pemasangan banner dan spanduk di sejumlah titik area kilang.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Area Manager Communication, Relations, &amp; CSR Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai, Tengku Muhammad Rum menambahkan kebijakan terkait wewenang untuk memberhentikan pekerjaan (Stop Work Authority) mencerminkan komitmen serius Perusahaan meningkatkan aspek keselamatan kerja secara berkelanjutan. Menurutnya, kebijakan tersebut bukan menjadi penghambat produktivitas, melainkan bentuk integritas perusahaan dalam menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama di atas segalanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Implementasi Stop Work Authority menunjukkan bahwa perusahaan terus adaptif dan responsif dalam memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan operasional. Melalui kebijakan ini, kami ingin membangun kepedulian seluruh insan perusahaan agar memiliki keberanian untuk menghentikan pekerjaan yang dinilai tidak aman, karena keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara konsisten,&rdquo; pungkas Muhammad Rum.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Melalui penerapan kebijakan Stop Work Authority, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai menegaskan komitmennya dalam menjadikan keselamatan kerja sebagai prioritas utama. Perusahaan meyakini bahwa budaya keselamatan yang kuat tidak hanya menjadi kunci keberlangsungan operasional dan bisnis, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab perusahaan dalam melindungi pekerja, menjaga aset, serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 18:14:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Polres Dumai Panen Jagung Pipil Kuartal II, Wujud Nyata Dukungan Ketahanan Pangan Nasional</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Polres-Dumai-Panen-Jagung-Pipil-Kuartal-II--Wujud-Nyata-Dukungan-Ketahanan-Pangan-Nasional</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir052026/4444_Polres-Dumai-Panen-Jagung-Pipil-Kuartal-II--Wujud-Nyata-Dukungan-Ketahanan-Pangan-Nasional.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	DUMAI &ndash; Di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, Polres Dumai menunjukkan komitmen nyata melalui kegiatan Panen Raya Jagung Pipil Kuartal II Tahun 2026 yang digelar serentak bersama jajaran kepolisian di seluruh Indonesia, Sabtu (16/5/2026).</p>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kegiatan nasional yang dipusatkan di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur itu diikuti secara virtual melalui video conference oleh Polres Dumai dari Kebun Jagung Ketahanan Pangan di Jalan Utama Karya, Kelurahan Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Panen raya tersebut dipimpin langsung Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang dan dihadiri unsur pemerintah daerah, kelompok tani, Bulog, tokoh masyarakat, hingga jajaran Polres Dumai dan Polsek Dumai Timur.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Di lahan ketahanan pangan seluas satu hektare itu, Polres Dumai berhasil memanen sekitar 1.000 kilogram jagung pipil. Hasil panen selanjutnya akan melalui proses pemipilan sebelum disalurkan ke Bulog sebagai bagian dari dukungan terhadap stabilitas pasokan pangan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang menegaskan bahwa program ketahanan pangan menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung sektor pertanian yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Program ketahanan pangan ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pangan masyarakat. Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung sektor pertanian agar hasilnya mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,&rdquo; ujar Kapolres.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, keberhasilan panen jagung tersebut tidak terlepas dari sinergi antara kepolisian, kelompok tani, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pendampingan dan pemantauan lahan pertanian sejak masa tanam.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kegiatan itu juga menjadi simbol kuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketersediaan pangan di daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Dumai Elywarti, perwakilan Bulog Dumai, Kapolsek Dumai Timur Kompol Aditya Reza Syahputra, Lurah Bukit Batrem Ismail Rasyada, Ketua Kelompok Tani Tarmizi, serta masyarakat sekitar.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kapolres berharap program ketahanan pangan yang dijalankan Polres Dumai dapat terus berkembang dan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan produktif sebagai sumber penguatan ekonomi dan ketahanan pangan keluarga.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Panen raya ini sekaligus mempertegas peran aktif Polres Dumai dalam mendukung program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 19:20:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Imigrasi Dumai Tetap Buka Layanan LARISA di Tengah Libur Nasional Kenaikan Isa Almasih</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Imigrasi-Dumai-Tetap-Buka-Layanan-LARISA-di-Tengah-Libur-Nasional-Kenaikan-Isa-Almasih</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir052026/6278_Imigrasi-Dumai-Tetap-Buka-Layanan-LARISA-di-Tengah-Libur-Nasional-Kenaikan-Isa-Almasih.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	<strong>DUMAI</strong> - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan di tengah libur nasional dan cuti bersama peringatan Kenaikan Yesus Kristus 2026.</p>
<div>
	Meski layanan reguler diliburkan pada Kamis hingga Jumat, 14&ndash;15 Mei 2026, pelayanan khusus melalui program LARISA tetap dibuka pada Sabtu, 16 Mei 2026.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai, Ruhiyat M Tolib menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menghadirkan pelayanan yang fleksibel dan menjawab kebutuhan masyarakat modern yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Pelayanan publik harus mampu mengikuti ritme kehidupan masyarakat. Tidak semua warga memiliki kesempatan datang pada hari kerja, sehingga LARISA kami hadirkan sebagai solusi nyata agar masyarakat tetap bisa mengambil paspor tanpa harus meninggalkan aktivitas pekerjaan,&rdquo; ujar Ruhiyat.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	LARISA atau Layanan Pengambilan Paspor di Hari Sabtu merupakan inovasi pelayanan dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai yang dikhususkan bagi masyarakat yang ingin mengambil paspor jadi pada akhir pekan. Program ini menjadi salah satu terobosan pelayanan publik yang mendapat respons positif karena dinilai praktis dan efisien.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Melalui layanan tersebut, masyarakat tidak perlu lagi mengajukan izin kerja atau meninggalkan aktivitas utama hanya untuk mengambil dokumen paspor yang telah selesai diproses.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Imigrasi tidak hanya berbicara soal administrasi dokumen, tetapi juga bagaimana negara hadir memberikan kemudahan dan kepastian pelayanan kepada masyarakat,&rdquo; tegas Ruhiyat.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Layanan LARISA dilaksanakan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai yang beralamat di Jalan Yos Sudarso No. 2, Kelurahan Buluh Kasap, Dumai Timur. Masyarakat yang hendak mengambil paspor diwajibkan membawa tanda terima atau bukti permohonan serta KTP asli.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Berdasarkan pantauan pelayanan hingga April 2026, program LARISA rutin dibuka setiap hari Sabtu pagi, meski jadwal operasional tetap dapat berubah sesuai kebijakan dan diumumkan melalui media sosial resmi Imigrasi Dumai.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Keberadaan layanan akhir pekan tersebut dinilai menjadi bentuk transformasi pelayanan publik yang semakin adaptif, sekaligus memperkuat komitmen Imigrasi Dumai dalam menghadirkan layanan cepat, mudah, dan ramah masyarakat.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Thu, 14 May 2026 11:56:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Program JALUR Polres Dumai Hadirkan Layanan Humanis hingga Bantuan Sosial di TPI Purnama</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Program-JALUR-Polres-Dumai-Hadirkan-Layanan-Humanis-hingga-Bantuan-Sosial-di-TPI-Purnama</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir052026/592_Program-JALUR-Polres-Dumai-Hadirkan-Layanan-Humanis-hingga-Bantuan-Sosial-di-TPI-Purnama.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	<strong>DUMAI</strong> &mdash; Komitmen menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat terus diperkuat Polres Dumai melalui Program Jelajah Riau Untuk Rakyat (JALUR). Rabu (13/5/2026), jajaran kepolisian turun langsung ke wilayah pesisir TPI Purnama, Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, membawa pelayanan kesehatan, bantuan sosial hingga edukasi bagi masyarakat pesisir.</p>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Dumai, AKBP Angga Febrian Herlambang itu menjadi bagian dari pendekatan humanis kepolisian dalam menjangkau masyarakat di wilayah perairan dan pinggiran sungai yang selama ini memiliki keterbatasan akses pelayanan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kasat Polairud AKP Ronni TM. Sitinjak bersama personel Sat Polairud, Sat Binmas, Sidokkes Polres Dumai, tenaga kesehatan Klinik Pratama Parama Satwika, Puskesmas Dumai Kota, hingga unsur Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Dumai.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Program JALUR yang dipusatkan di kawasan pesisir TPI Purnama itu mengusung sejumlah kegiatan sosial dan pelayanan publik. Mulai dari Sambang Nusa Presisi, Perpustakaan Apung atau Kapal Baca, Klinik Terapung dan bakti kesehatan, media informasi maritim, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Di tengah aktivitas masyarakat nelayan, Kapolres Dumai bersama jajaran tampak menyerahkan langsung bantuan berupa paket sembako, beras SPHP, obat-obatan hingga santunan kepada warga kurang mampu.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sebanyak 50 karung beras Bulog SPHP ukuran 5 kilogram disalurkan kepada masyarakat. Selain itu, Polres Dumai juga membagikan 50 paket sembako serta memberikan layanan pengobatan dan penyuluhan kesehatan gratis kepada sekitar 50 warga pesisir.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kapolres Dumai, AKBP Angga Febrian Herlambang menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara bagi masyarakat pesisir yang membutuhkan perhatian dan pelayanan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Kegiatan JALUR ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di wilayah pesisir tetap mendapatkan perhatian dan layanan yang layak meskipun tinggal di lokasi yang sulit dijangkau,&rdquo; ujar Kapolres.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sementara itu, Kasat Polairud AKP Ronni TM. Sitinjak menyebut Program JALUR tidak hanya berfokus pada aspek keamanan perairan, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara kepolisian dan masyarakat pesisir.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Dengan mengedepankan pendekatan pelayanan yang adaptif dan humanis, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan warga pesisir di Kota Dumai.(Mg)</div>
 ]]></description>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 14:39:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Perkuat Pengawasan Orang Asing, Imigrasi Dorong Pembentukan Satgas Penanganan Pengungsi di Dumai</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Perkuat-Pengawasan-Orang-Asing--Imigrasi-Dorong-Pembentukan-Satgas-Penanganan-Pengungsi-di-Dumai</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir052026/4314_Perkuat-Pengawasan-Orang-Asing--Imigrasi-Dorong-Pembentukan-Satgas-Penanganan-Pengungsi-di-Dumai.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	DUMAI &ndash; Upaya memperkuat pengawasan terhadap keberadaan orang asing terus menjadi perhatian serius jajaran keimigrasian. Hal itu mengemuka dalam kegiatan Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Tahun 2026 Kota Dumai yang digelar Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai, Selasa (12/5).</p>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Dumai tersebut menghadirkan Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Riau, Junior Manerep Sigalingging sebagai narasumber utama.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Mengusung tema &ldquo;Penanganan Pengungsi dan Pengawasan Tenaga Kerja Asing&rdquo;, rapat Timpora dihadiri sejumlah unsur lintas sektoral mulai dari instansi keimigrasian, ketenagakerjaan hingga aparat penegak hukum. Forum tersebut menjadi wadah koordinasi dalam memperkuat pengawasan terhadap aktivitas dan keberadaan warga negara asing di wilayah Dumai.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Dalam rapat yang dimoderatori Kasubsi Penindakan Keimigrasian Imigrasi Dumai, Bagas Fajar Septian, Junior menekankan pentingnya peningkatan penanganan pengungsi melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) terpadu guna memperkuat koordinasi lintas instansi.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, keberadaan Satgas dinilai penting agar proses pengawasan, penanganan hingga pertukaran informasi terkait orang asing dapat berjalan lebih cepat, terukur dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Setiap perubahan berkaitan dengan keberadaan orang asing wajib dilaporkan karena Imigrasi memiliki fungsi pengawasan dan intelijen keimigrasian yang dilaksanakan sesuai prosedur dan surat perintah resmi,&rdquo; kata Junior.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan serta kemudahan akses pelaporan bagi petugas imigrasi, khususnya terkait perubahan data maupun aktivitas tenaga kerja asing pada perusahaan yang mempekerjakan warga negara asing.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama, maka perlu ditingkatkan penanganan dan pengawasan orang asing ini sesuai prosedur keimigrasian,&rdquo; tegasnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Rapat Timpora ini sekaligus menjadi bentuk penguatan sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas keamanan daerah, khususnya di wilayah strategis dan pintu gerbang internasional seperti Kota Dumai.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 22:32:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Kemnaker Uji 2.100 Calon Ahli K3 Umum Batch 2 untuk Perkuat Budaya Keselamatan Kerja</title>
<link>https://www.globalriau.com/nasional/Kemnaker-Uji-2-100-Calon-Ahli-K3-Umum-Batch-2-untuk-Perkuat-Budaya-Keselamatan-Kerja</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir052026/9675_Kemnaker-Uji-2-100-Calon-Ahli-K3-Umum-Batch-2-untuk-Perkuat-Budaya-Keselamatan-Kerja.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	<span style="font-size:16px;"><strong>JAKARTA</strong> -&nbsp;<span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;">Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar Evaluasi Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum Batch 2 yang diikuti 2.100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia pada 12&ndash;13 Mei 2026. Kegiatan yang diselenggarakan bersama Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3) ini menjadi langkah strategis Kemnaker untuk memperkuat kompetensi calon Ahli K3 dalam mendorong budaya kerja yang aman, sehat, dan produktif di tempat kerja.</span></span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Evaluasi dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar, sebagai bagian dari upaya memperluas penguatan kompetensi K3 di dunia kerja.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menegaskan bahwa penguatan kompetensi Ahli K3 menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi dunia kerja yang semakin dinamis dan berisiko tinggi. Menurutnya, keberadaan 2.100 calon Ahli K3 Umum ini merupakan investasi penting dalam memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">&ldquo;Kemnaker terus mendorong agar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak hanya dipahami sebagai kepatuhan terhadap regulasi, tetapi menjadi budaya kerja yang melekat di setiap tempat kerja. Karena itu, kualitas Ahli K3 harus dipastikan sejak proses pembinaan dan sertifikasi,&rdquo; ujar Yassierli.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker dan K3), Ismail Pakaya, mengatakan evaluasi tersebut merupakan tahapan penting untuk memastikan calon Ahli K3 Umum memiliki kompetensi yang memadai dalam memahami dan menerapkan norma K3 di tempat kerja.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">&ldquo;Kegiatan evaluasi ini bukan sekadar proses administratif, melainkan instrumen penting untuk memastikan calon Ahli K3 benar-benar memahami norma dan prinsip K3, sehingga mampu menjalankan perannya secara profesional dalam menciptakan budaya kerja yang aman, sehat, dan produktif,&rdquo; kata Ismail melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Selasa (12/5/2026).</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Adapun materi yang diujikan pada kegiatan ini meliputi dasar-dasar K3, pengawasan norma keselamatan kerja mekanik, pesawat uap dan bejana tekan, pesawat angkat dan angkut, keselamatan kerja listrik, penanggulangan kebakaran, keselamatan konstruksi bangunan, lingkungan kerja, Sistem Manajemen K3 (SMK3), serta manajemen risiko.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Menurut Ismail, evaluasi tersebut merupakan tahapan wajib sebelum peserta memperoleh sertifikasi dan penunjukan sebagai Ahli K3 Umum sesuai ketentuan Kemnaker.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">&ldquo;Kami berharap para calon Ahli K3 Umum yang lulus evaluasi dapat menjadi agen perubahan budaya K3 di tempat kerja, mampu mengidentifikasi potensi bahaya, melakukan upaya pencegahan kecelakaan kerja, serta mendorong penerapan SMK3 secara efektif di perusahaan masing-masing,&rdquo; ujarnya.**</span></p>
 ]]></description>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 22:25:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Komisi I DPRD Dumai Turun Langsung ke SMPN 8, Dorong Penguatan Pembinaan dan Pengawasan Siswa</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Komisi-I-DPRD-Dumai-Turun-Langsung-ke-SMPN-8--Dorong-Penguatan-Pembinaan-dan-Pengawasan-Siswa</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir052026/3779_Komisi-I-DPRD-Dumai-Turun-Langsung-ke-SMPN-8--Dorong-Penguatan-Pembinaan-dan-Pengawasan-Siswa.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	<strong>DUMAI</strong> - Komisi I DPRD Kota Dumai menunjukkan respons cepat atas perhatian publik terkait video perselisihan antarsiswa yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Selasa (12/05/2026), jajaran Komisi I melakukan kunjungan edukatif ke SMP Negeri 8 Dumai guna mendengar langsung penjelasan berbagai pihak sekaligus mendorong langkah pembinaan yang lebih komprehensif di lingkungan sekolah.</p>
<div>
	Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Komisi I DPRD Dumai, Edison bersama anggota Komisi I yakni Junjung Mangatas, Kenda Guntara, Rudi Hartono, Ananda Putri Salsabila, serta Andi Putra Silitonga. Turut hadir unsur Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta pengawas sekolah.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah memaparkan kronologi kejadian secara utuh. Kepala sekolah, Arlin Muhardika menjelaskan bahwa insiden yang terjadi merupakan perselisihan antardua siswa kelas VII.1 yang sehari-harinya dikenal berteman dekat.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Peristiwa ini berawal dari persoalan sepele yang kemudian berkembang menjadi keributan antar anak. Namun sekolah sejak awal langsung mengambil langkah pembinaan dan memediasi kedua keluarga dengan difasilitasi pihak kepolisian,&rdquo; jelasnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Pihak sekolah juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan serta pembinaan karakter siswa agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Dumai, Edison, menilai peristiwa tersebut menjadi momentum evaluasi bersama, bukan hanya bagi sekolah tetapi juga bagi seluruh elemen yang terlibat dalam tumbuh kembang anak, termasuk keluarga dan lingkungan sosial.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia menekankan pentingnya pengawasan orang tua di rumah serta pembatasan penggunaan telepon genggam di lingkungan sekolah agar proses belajar mengajar tetap berjalan kondusif.</div>
<div>
	&ldquo;Pengawasan tidak bisa dibebankan kepada sekolah semata. Peran orang tua sangat penting dalam membentuk perilaku dan karakter anak sejak di rumah,&rdquo; tegas Edison.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Komisi I DPRD Dumai juga mendorong penguatan sistem pencegahan melalui edukasi berkelanjutan kepada siswa. Anggota Komisi I, Junjung Mangatas, menyampaikan bahwa pendekatan pembinaan harus dilakukan secara persuasif dan menyentuh langsung para pelajar.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, DPRD siap terlibat dalam kegiatan edukatif di sekolah, termasuk melalui amanat pembinaan saat upacara, sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan nyaman bagi siswa.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan keseriusan Komisi I DPRD Dumai dalam menjalankan fungsi pengawasan dan perlindungan terhadap dunia pendidikan, dengan mengedepankan pendekatan solusi, pembinaan, dan kolaborasi bersama seluruh pihak.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 20:13:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai Perkuat Upaya Pencegahan Stunting di Kawasan Pesisir Lewat PLTS untuk Kelompok Wanita Mundam Berseri</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Pertamina-Patra-Niaga-Refinery-Unit-Dumai-Perkuat-Upaya-Pencegahan-Stunting-di-Kawasan-Pesisir-Lewat-PLTS-untuk-Kelompok-Wanita-Mundam-Berseri</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir052026/7016_Pertamina-Patra-Niaga-Refinery-Unit-Dumai-Perkuat-Upaya-Pencegahan-Stunting-di-Kawasan-Pesisir-Lewat-PLTS-untuk-Kelompok-Wanita-Mundam-Berseri.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	Dumai, 12 Mei 2026 &mdash; PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat di Kota Dumai. Komitmen ini ditunjukkan lewat penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bagi Kelompok Wanita Mundam Berseri guna memperkuat layanan Posyandu di wilayah pesisir Dumai.</p>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	PLTS hybrid off grid berkapasitas 4,4 kiloWatt peak (kWp) yang dilengkapi dengan baterai berkapasitas 10 kWh tersebut telah terpasang sejak Juli 2025 di Posko Gizi Pesisir, Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai. Infrastruktur berbasis energi surya ini dimanfaatkan untuk menopang kebutuhan listrik kebun hidroponik yang dikelola secara mandiri oleh Kelompok Wanita Mundam Berseri. Hasil panen hidroponik selanjutnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi serta dijual secara mandiri guna mendukung operasional Posyandu Mundam Berseri.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Area Manager Communication, Relations, &amp; CSR PT PPN Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum, menyampaikan bahwa penyediaan PLTS ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan serta mengoptimalkan Program Posko Gizi Pesisir yang menjadi bagian dari payung Program Serumpun Paman Bahri sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan wilayah pesisir di Kelurahan Mundam. &ldquo;Penyediaan PLTS ini menjadi bagian dari upaya Kilang Dumai dalam mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak, melalui pendekatan pemberdayaan komunitas yang terintegrasi dengan pemanfaatan energi bersih dan berkelanjutan,&rdquo; ujar Muhammad Rum.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia menambahkan, inisiatif tersebut terinspirasi dari keberhasilan pengelolaan Posyandu Sehati di Kelurahan Tanjung Palas yang sebelumnya telah menunjukkan dampak positif melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis pemanfaatan sumber daya lokal. Posyandu Sehati juga telah didukung dengan PLTS hybrid off grid berkapasitas 2,4 kWp dan berkontribusi mereduksi emisi karbon sebanyak 3.120 Ton Co2 per tahun.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia menjelaskan bahwa instalasi kebun hidroponik tersebut juga merupakan bagian dari dukungan dari Kilang Dumai bagi bagi Kelompok Wanita Mundam Berseri yang diberikan pada akhir 2024. Kebun hidroponik ini terdiri dari dua instalasi dengan total 300 lubang tanam yang membudidayakan berbagai jenis sayuran, seperti pakcoy dan selada. Pemanfaatan PLTS ini pun memungkinkan aktivitas budidaya sayuran berjalan lebih optimal, efisien, dan ramah lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	T. Muhammad Rum melanjutkan, pemasangan PLTS tersebut juga merupakan bagian dari implementasi Program Desa Energi Berdikari (DEB) Tahun 2025 yang diinisiasi oleh PT Pertamina (Persero). Program ini telah memberikan manfaat nyata bagi berbagai kelompok masyarakat, mulai dari kader posyandu, petani, hingga nelayan di berbagai wilayah Indonesia. Dengan adanya fasilitas PLTS, Kelompok Wanita Mundam Berseri kini dapat menghemat biaya listrik hingga sekitar Rp 250 ribu per bulan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	PLTS yang kini manfaatnya telah dirasakan oleh kelompok Mundam Berseri bukan PLTS yang pertama dipasang oleh Kilang Dumai, melainkan yang keempat. Melalui sinergi dan dukungan dari Pertamina New &amp; Renewable Energy (Pertamina NRE), sebagai wujud kolaborasi di Pertamina Group, Kilang Dumai sebelumnya juga melaksanakan hal serupa. Tiga PLTS lainnya telah terpasang, dua diantaranya berada di Kelurahan Tanjung Palas dan satu lagi berada di Kelurahan Mundam, yakni Kelompok Mundam Jaya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Fiola Oktaviani, selaku local hero Kelompok Wanita Mundam Berseri mengungkapkan dengan adanya PLTS tersebut sangat membantu mereka dalam kegiatan budidaya hidroponik sebagai penguatan upaya pengentasan stunting anak-anak di Kelurahan Mundam. &ldquo;Adanya PLTS ini sangat membantu kami menekan biaya listrik untuk kegiatan budidaya hidroponik. Dengan biaya operasional yang lebih efisien, kami bisa lebih fokus menjaga kualitas sayur yang hasil penjualannya untuk mendukung operasional posyandu. Disatu sisi, kami juga jadi belajar penggunaan energi ramah lingkungan dan kini sudah bisa mengoperasikan PLTS secara mandiri,&quot; ujarnya</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Komitmen berkelanjutan Kilang Dumai dalam pemberdayaan wilayah dan masyarakat pesisir pun turut mendapat apresiasi dari Lurah Mundam, Adi Aprianto, yang menilai kehadiran PLTS tidak hanya mendukung efisiensi energi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Melalui dukungan ini, Kilang Dumai berharap kehadiran PLTS dan kebun hidroponik Posyandu Mundam Berseri dapat memperkuat upaya pencegahan stunting di kawasan pesisir sekaligus mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan secara berkelanjutan. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengenalkan pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan serta mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 16:20:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Di Ujung Selat Malaka, Imigrasi Dumai Berbenah Menuju Layanan Serba Digital</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Di-Ujung-Selat-Malaka--Imigrasi-Dumai-Berbenah-Menuju-Layanan-Serba-Digital</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir052026/8114_Di-Ujung-Selat-Malaka--Imigrasi-Dumai-Berbenah-Menuju-Layanan-Serba-Digital.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	Di sebuah kota pelabuhan yang hidup 24 jam di tepian Selat Malaka, lalu lintas manusia tak pernah benar-benar berhenti. Kapal datang dan pergi, pekerja migran melintas, wisatawan keluar-masuk, sementara aktivitas industri internasional terus bergerak di Kota Dumai.</p>
<div>
	Di tengah denyut itu, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai menghadapi tantangan yang tak ringan: bagaimana menghadirkan pelayanan cepat, bersih, dan manusiawi di wilayah yang menjadi salah satu gerbang internasional strategis di pesisir timur Sumatera.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Beberapa tahun lalu, urusan paspor identik dengan antrean panjang, ketidakpastian jadwal, hingga kekhawatiran masyarakat terhadap praktik percaloan. Namun perlahan, wajah pelayanan itu berubah. Kini, sebagian besar proses dimulai dari genggaman tangan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Melalui aplikasi M-Paspor, masyarakat dapat menentukan jadwal kedatangan sendiri, memperoleh kepastian kuota, hingga melakukan pembayaran secara elektronik tanpa harus bolak-balik ke kantor pelayanan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai, Ruhiyat M Tolib, menyebut transformasi digital bukan hanya soal teknologi, melainkan bagian dari perubahan budaya pelayanan publik.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Pelayanan keimigrasian hari ini harus cepat, transparan, dan memberikan kepastian kepada masyarakat. Karena itu kami terus mendorong sistem yang modern agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat mengurus dokumen keimigrasian,&rdquo; ujar Ruhiyat M Tolib.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	<strong>Dari</strong> <strong>Pelayanan</strong> <strong>Manual</strong> <strong>ke</strong> <strong>Sistem</strong> <strong>Digital</strong></div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Perubahan paling terasa terlihat pada layanan paspor. Seluruh pemohon kini diwajibkan mendaftar melalui aplikasi M-Paspor sebelum datang ke kantor imigrasi.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Melalui sistem itu, pemohon dapat memilih jadwal kedatangan, mendapatkan kepastian kuota pelayanan, mengunggah dokumen awal,</div>
<div>
	serta melakukan pembayaran secara non tunai.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kebijakan ini sekaligus memangkas potensi antrean tidak terkendali dan mempersempit ruang praktik percaloan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Meski demikian, Imigrasi Dumai tetap membuka layanan khusus atau walk-in bagi kategori tertentu seperti, paspor hilang, paspor rusak, perbedaan data, lansia di atas 60 tahun, anak di bawah lima tahun, penyandang disabilitas, dan ibu hamil.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Digitalisasi ini bukan untuk mempersulit masyarakat. Justru kami ingin masyarakat memperoleh kepastian layanan tanpa harus menunggu lama ataupun bingung dengan prosedur,&rdquo; kata Ruhiyat.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	<strong>Syarat</strong> <strong>Pengurusan</strong> <strong>Paspor</strong></div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Untuk pengajuan paspor baru, masyarakat umumnya wajib menyiapkan, KTP elektronik, Kartu Keluarga, akta lahir/buku nikah/ijazah sebagai dokumen identitas, serta paspor lama bagi permohonan penggantian.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sementara untuk penggantian paspor hilang atau rusak, pemohon diwajibkan melampirkan, surat kehilangan dari kepolisian (untuk paspor hilang), paspor rusak, identitas diri, dan dokumen pendukung lainnya sesuai hasil pemeriksaan petugas.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Setelah dokumen diverifikasi, pemohon akan menjalani wawancara, pengambilan biometrik foto dan sidik jari, sebelum paspor diproses.</div>
<div>
	Saat ini pemerintah juga telah menerapkan paspor elektronik atau e-paspor di berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan keamanan dokumen perjalanan internasional.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	<strong>Pelayanan</strong> <strong>Izin</strong> <strong>Tinggal</strong> <strong>WNA</strong></div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sebagai kota industri dan pelabuhan internasional, Dumai juga menjadi daerah yang cukup aktif dalam lalu lintas warga negara asing (WNA).</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Karena itu, layanan izin tinggal menjadi salah satu sektor penting di Imigrasi Dumai.</div>
<div>
	Jenis layanan yang ditangani antara lain, Izin Tinggal Kunjungan (ITK), Izin Tinggal Terbatas (ITAS/KITAS), hingga perpanjangan izin tinggal bagi tenaga kerja asing maupun investor.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Dokumen yang umumnya diperlukan mencakup, paspor kebangsaan, visa sesuai peruntukan, surat sponsor/perusahaan, dokumen penjamin, hingga pelaporan keberadaan orang asing.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Dalam pengawasannya, Imigrasi Dumai juga aktif berkoordinasi dengan Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA), melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga instansi terkait lainnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurut Ruhiyat, pelayanan yang baik harus berjalan seimbang dengan pengawasan yang kuat.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Kami tidak hanya berbicara soal pelayanan cepat, tetapi juga menjaga kedaulatan negara melalui pengawasan keimigrasian yang profesional dan terukur,&rdquo; tegasnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	<strong>Komitmen</strong> <strong>Zero</strong> <strong>Pungli</strong></div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap dokumen perjalanan internasional, isu pungutan liar menjadi salah satu perhatian serius.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Karena itu, Imigrasi Dumai beberapa kali secara terbuka menegaskan komitmen pelayanan bebas pungli, termasuk dalam pengurusan dokumen keimigrasian maupun pelayanan shore pass bagi awak kapal asing.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Seluruh pembayaran resmi dilakukan melalui mekanisme negara dan tercatat dalam sistem elektronik. Ruhiyat memastikan pihaknya tidak memberi ruang terhadap praktik di luar ketentuan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Kami terus menekankan kepada seluruh jajaran bahwa pelayanan harus bersih, transparan, dan akuntabel. Kepercayaan masyarakat adalah hal yang paling penting,&rdquo; ujarnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	<strong>Pengalaman</strong> <strong>Warga</strong>: &ldquo;<strong>Cepat</strong> <strong>dan</strong> <strong>Tidak</strong> <strong>Ribet</strong>&rdquo;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Perubahan pelayanan itu dirasakan langsung masyarakat. Yeyen Melda Zulaiva, salah seorang warga Dumai yang baru mengurus paspor, mengaku terkejut dengan proses pelayanan yang menurutnya jauh lebih cepat dibanding bayangannya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Saya pikir urus paspor itu ribet dan antre lama, ternyata sekarang prosesnya cepat. Petugas juga ramah dan menjelaskan dengan baik dari awal sampai selesai,&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurut Yeyen, sistem pendaftaran melalui M-Paspor membuat jadwal pelayanan menjadi lebih tertata.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Karena sudah pilih jadwal sendiri lewat aplikasi, jadi saat datang tinggal mengikuti proses. Tidak berdesakan dan pelayanannya nyaman,&rdquo; ujarnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	<strong>Wajah</strong> <strong>Baru</strong> <strong>Pelayanan</strong> <strong>Perbatasan</strong></div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Transformasi pelayanan di Imigrasi Dumai sesungguhnya bukan hanya tentang gedung, aplikasi, atau sistem antrean digital.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Lebih dari itu, perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ulang kepercayaan publik terhadap institusi pelayanan negara.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Di kota pelabuhan yang menjadi pintu keluar-masuk Indonesia di tepian Selat Malaka ini, Imigrasi Dumai perlahan mencoba menunjukkan wajah birokrasi yang berbeda: lebih cepat, lebih terbuka, dan semakin dekat dengan masyarakat.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 11:45:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Pemohon Kini Wajib Daftar M-Paspor, Imigrasi Dumai Tegaskan Layanan Kini Serba Digital</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Pemohon-Kini-Wajib-Daftar-M-Paspor--Imigrasi-Dumai-Tegaskan-Layanan-Kini-Serba-Digital</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir052026/5474_Pemohon-Kini-Wajib-Daftar-M-Paspor--Imigrasi-Dumai-Tegaskan-Layanan-Kini-Serba-Digital.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	DUMAI &mdash; Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai menegaskan tidak lagi melayani permohonan paspor reguler tanpa pendaftaran melalui aplikasi M-Paspor. Kebijakan ini diberlakukan untuk memastikan pelayanan berjalan tertib, transparan, dan menghindari penumpukan antrean di kantor pelayanan.</p>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Penegasan itu disampaikan menyusul masih ditemukannya masyarakat yang datang langsung ke kantor imigrasi tanpa melakukan registrasi daring terlebih dahulu. Dalam skema pelayanan terbaru, pemohon diwajibkan memilih jadwal kedatangan melalui aplikasi sebelum proses permohonan paspor dilakukan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai, Ruhiyat M Tolib, menilai sistem digital melalui M-Paspor bukan sekadar perubahan teknis, melainkan langkah untuk membangun pelayanan publik yang lebih pasti dan profesional.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Melalui M-Paspor, masyarakat mendapatkan kepastian kuota, bisa memilih jadwal sendiri, serta memperoleh sistem pembayaran yang lebih cepat, aman, dan transparan. Ini bagian dari komitmen kami menghadirkan pelayanan yang tertib dan efisien,&rdquo; ujar Ruhiyat M Tolib.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia menegaskan, permohonan paspor tanpa pendaftaran online tidak akan diproses, kecuali dalam kondisi tertentu yang memang masuk kategori pelayanan khusus atau prioritas.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Adapun layanan walk-in hanya diberikan untuk kasus tertentu seperti paspor hilang, paspor rusak, perbedaan data, serta kelompok prioritas meliputi lanjut usia di atas 60 tahun, anak di bawah lima tahun, penyandang disabilitas, dan ibu hamil.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurut Ruhiyat, pengaturan berbasis aplikasi menjadi instrumen penting untuk meminimalisasi praktik percaloan sekaligus mempercepat alur pelayanan di lapangan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Kami ingin masyarakat datang ke kantor imigrasi dengan jadwal yang sudah pasti, sehingga tidak ada lagi antrean panjang maupun ketidakjelasan pelayanan. Semua diarahkan lebih modern dan terukur,&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Dalam informasi yang disampaikan melalui media sosial resmi Imigrasi Dumai, penggunaan aplikasi M-Paspor juga disebut memberikan sejumlah keuntungan bagi pemohon, mulai dari kepastian kuota layanan, fleksibilitas memilih jadwal kedatangan, kemudahan pembayaran, hingga pengelolaan antrean yang lebih sistematis.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Langkah digitalisasi pelayanan itu sekaligus menjadi penanda perubahan pola pelayanan keimigrasian yang kini semakin mengedepankan efisiensi dan transparansi di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap dokumen perjalanan internasional.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 00:38:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Hadiri SPENLAS, Junjung Mangatas Serukan Perang terhadap Bullying dan Dorong Generasi Berprestasi</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Hadiri-SPENLAS--Junjung-Mangatas-Serukan-Perang-terhadap-Bullying-dan-Dorong-Generasi-Berprestasi</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir052026/4045_Hadiri-SPENLAS--Junjung-Mangatas-Serukan-Perang-terhadap-Bullying-dan-Dorong-Generasi-Berprestasi.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	DUMAI &ndash; Panggung &ldquo;Sinema Edukasi&rdquo; yang digelar SMP Negeri 11 Dumai dalam rangka Gema Pameran Hasil Karya Kokurikuler SPENLAS Generasi 18 di Gedung Sri Bunga Tanjung (Pendopo), Sabtu (09/05/2026), bukan sekadar ajang unjuk kreativitas pelajar.</p>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Di balik kemeriahan karya dan penampilan siswa, terselip pesan kuat tentang masa depan pendidikan serta ancaman serius perundungan di lingkungan sekolah.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kegiatan yang dihadiri Anggota DPRD Kota Dumai, Junjung Mangatas, A.Md itu menjadi ruang apresiasi bagi siswa untuk menampilkan kemampuan di bidang seni, pendidikan, hingga kreativitas berbasis sinema edukasi yang dikemas inovatif dan modern.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Dalam sambutannya, Junjung menekankan pentingnya keberanian generasi muda dalam melahirkan gagasan baru dan terus mengejar pendidikan setinggi mungkin.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Timbulkan ide-ide untuk melahirkan temuan-temuan baru, baik di bidang seni, olahraga, sains, maupun pendidikan lainnya,&rdquo; ujar Junjung Mangatas di hadapan para pelajar dan orang tua murid.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia berharap siswa-siswi SMP Negeri 11 Dumai, khususnya kelas IX, tidak berhenti pada pendidikan dasar dan mampu melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Namun di tengah semangat kreativitas tersebut, Junjung juga menyoroti persoalan perundungan atau bullying yang dinilainya masih menjadi ancaman nyata bagi dunia pendidikan. Ia mengingatkan bahwa dampak perundungan tidak bisa dianggap sepele karena dapat menghancurkan mental hingga mengancam keselamatan anak.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Saya mendengar memang ada beberapa persoalan yang dialami anak-anak kita akibat perundungan. Perundungan ini bukan hanya membuat anak tidak mau sekolah, menjadi malas, dan merasa takut, tetapi bahkan dapat mengancam nyawa,&rdquo; tegasnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Politisi tersebut meminta pihak sekolah lebih peka dan serius dalam mengawasi kondisi psikologis maupun lingkungan sosial para siswa agar tidak muncul kasus yang dapat mencoreng dunia pendidikan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Harapan kami agar pihak sekolah lebih memperhatikan para muridnya. Jangan sampai terjadi kasus yang dapat mencoreng nama baik sekolah, terlebih jika sampai menimbulkan korban dari anak-anak kita,&rdquo; tambahnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan potensi siswa, Junjung Mangatas juga menyerahkan bantuan alat olahraga kepada pihak sekolah. Bantuan itu diharapkan mampu mendorong semangat pelajar dalam menjaga kesehatan serta meningkatkan prestasi di bidang olahraga.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kegiatan Sinema Edukasi SPENLAS Generasi 18 turut dihadiri para guru, orang tua murid, dan tamu undangan lainnya. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan bersama agar pelajar Dumai terus tumbuh sebagai generasi kreatif, berprestasi, dan terbebas dari kekerasan maupun perundungan di lingkungan sekolah.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 18:04:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Menaker: BLK Kini Tak Sekadar Tempat Pelatihan, tapi Juga Inkubator Bisnis</title>
<link>https://www.globalriau.com/nasional/Menaker--BLK-Kini-Tak-Sekadar-Tempat-Pelatihan--tapi-Juga-Inkubator-Bisnis</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir052026/1987_Menaker--BLK-Kini-Tak-Sekadar-Tempat-Pelatihan--tapi-Juga-Inkubator-Bisnis.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;"><strong>Bandung</strong>&nbsp;- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa Balai Latihan Kerja (BLK) kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat pelatihan kerja, tetapi juga dikembangkan menjadi inkubator bisnis, klinik produktivitas, dan pusat pengembangan talenta untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Transformasi tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam mengoptimalkan BLK sebagai pusat pelatihan vokasi yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan industri, baik domestik maupun internasional, pada tahun 2026.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">&ldquo;BLK tidak hanya sekadar menjadi tempat pelatihan, tetapi juga dikembangkan sebagai Talent and Innovation Hub, klinik produktivitas, serta inkubator bisnis. Fokus Kemnaker adalah memastikan lulusan BLK dapat langsung terserap di dunia kerja atau mampu merintis usaha secara mandiri,&rdquo; ujar Yassierli.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Yassierli menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan kebijakan ketenagakerjaan tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/5/2026).</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Dalam arahannya, Yassierli memaparkan strategi ketenagakerjaan Indonesia periode 2025&ndash;2029 yang berfokus pada penguatan link and match antara vokasi dan industri, optimalisasi BLK, perlindungan pekerja informal, penyediaan pekerjaan layak dan inklusif, serta penguatan regulasi ketenagakerjaan, termasuk regulasi platform digital dan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Untuk mempercepat transformasi tersebut, pengelolaan BLK kini diarahkan menggunakan pendekatan user journey approach atau alur pencari kerja. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan pencari kerja memperoleh layanan yang tepat sasaran, mulai dari proses pendaftaran, pelatihan, hingga penempatan kerja.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">&ldquo;Kemnaker mendesain ulang alur layanan BLK agar lebih berfokus pada kebutuhan pencari kerja. Pelatihan tidak lagi hanya berorientasi pada materi di kelas, tetapi juga mengedepankan metode Project-Based Learning (PBL) dan program magang langsung di industri,&rdquo; katanya.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Lebih lanjut, BLK juga akan memperkuat kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), perguruan tinggi, serta komunitas sebagai bagian dari penguatan ekosistem pelatihan vokasi dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Dalam pengelolaannya, BLK akan memanfaatkan data berbasis teknologi informasi untuk memetakan kebutuhan pasar kerja secara lebih presisi, memastikan pelatihan tepat sasaran, serta mempermudah evaluasi dampak program pelatihan.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Selain penguatan layanan dan kolaborasi, Yassierli juga menekankan pentingnya peran kehumasan dalam memperluas akses informasi kepada masyarakat terkait layanan dan pemanfaatan BLK.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">&ldquo;Dengan sinergi data, kolaborasi yang kuat, dan pendekatan humas yang proaktif, kami yakin BLK akan menjadi motor penggerak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,&rdquo; ujar Yassierli.**</span></p>
 ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 22:24:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Bangun Dunia Kerja Inklusif, Kemnaker Siap Dampingi Perusahaan Serap Tenaga Kerja Disabilitas</title>
<link>https://www.globalriau.com/nasional/Bangun-Dunia-Kerja-Inklusif--Kemnaker-Siap-Dampingi-Perusahaan-Serap-Tenaga-Kerja-Disabilitas</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir052026/6151_Bangun-Dunia-Kerja-Inklusif--Kemnaker-Siap-Dampingi-Perusahaan-Serap-Tenaga-Kerja-Disabilitas.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;"><strong>Blitar</strong> &ndash; Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemenuhan hak kerja penyandang disabilitas di sektor industri melalui penciptaan lingkungan kerja yang inklusif.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menyampaikan bahwa pendampingan yang diberikan tidak hanya terbatas pada proses rekrutmen, tetapi juga mencakup penyesuaian lingkungan kerja (akomodasi yang layak) hingga penyediaan alat bantu kerja yang sesuai dengan kebutuhan ragam disabilitas.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">&ldquo;Kami ingin memastikan perusahaan tidak berjalan sendirian. Kemnaker hadir untuk mendampingi, mulai dari pemetaan jabatan yang cocok hingga memastikan fasilitas pendukung tersedia, sehingga tenaga kerja penyandang disabilitas dapat bekerja secara produktif dan nyaman,&rdquo; ujar Cris Kuntadi saat melakukan peninjauan perusahaan yang mempekerjakan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas (TKPD) di Malang dan Blitar pada Kamis&ndash;Jumat (7&ndash;8 Mei 2026).</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Turut hadir dalam kunjungan tersebut Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Firmanuddin.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Dalam kunjungan tersebut, Kemnaker memberikan apresiasi kepada empat entitas usaha, yakni PT Burger Buto, PT Gandum, Rumah Batik Kinarsih, dan Warung Bambu Barokah, yang dinilai telah menunjukkan komitmen nyata dalam membangun tempat kerja inklusif bagi penyandang disabilitas.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Menurut Cris, praktik yang dilakukan perusahaan-perusahaan tersebut telah melampaui pemenuhan kewajiban kuota 1 persen sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">&ldquo;Apa yang dilakukan perusahaan-perusahaan ini membuktikan bahwa inklusivitas bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wujud nyata keberpihakan terhadap kemanusiaan dan pengakuan atas potensi kerja penyandang disabilitas,&rdquo; tegasnya.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Kemnaker juga mengapresiasi keberanian perusahaan dalam membuka ruang kerja bagi ragam disabilitas yang masih kerap menghadapi stigma, seperti disabilitas mental di Rumah Batik Kinarsih serta disabilitas intelektual (tunagrahita) di PT Burger Buto dan Warung Bambu Barokah.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">&ldquo;Stigma sering kali menjadi hambatan terbesar. Namun perusahaan-perusahaan ini membuktikan bahwa dengan dukungan dan manajemen yang tepat, penyandang disabilitas mental maupun intelektual mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan usaha,&rdquo; tambah Cris.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Kemnaker berharap praktik baik dari Malang dan Blitar tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha di berbagai daerah untuk membuka kesempatan kerja yang lebih setara dan inklusif.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">&ldquo;Kami ingin semakin banyak perusahaan menyadari bahwa dunia kerja yang inklusif bukan hanya memungkinkan, tetapi juga mampu memperkuat produktivitas, solidaritas, dan nilai kemanusiaan di lingkungan kerja,&rdquo; pungkasnya.</span></p>
 ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 22:23:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Perang Total Lawan Narkoba, Rutan Dumai Gandeng BNN-TNI-Polri Gelar Ikrar Bersama, Penyuluhan dan Razia Hunian</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Perang-Total-Lawan-Narkoba--Rutan-Dumai-Gandeng-BNN-TNI-Polri-Gelar-Ikrar-Bersama--Penyuluhan-dan-Razia-Hunian</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir052026/562_Perang-Total-Lawan-Narkoba--Rutan-Dumai-Gandeng-BNN-TNI-Polri-Gelar-Ikrar-Bersama--Penyuluhan-dan-Razia-Hunian.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	DUMAI &ndash; Komitmen memberantas peredaran serta penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan ditegaskan serius oleh Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Dumai. Bersama Badan Narkotika Nasional, unsur Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Rutan Dumai menggelar ikrar perang melawan narkoba yang dilanjutkan dengan razia kamar hunian warga binaan, Jumat (08/05/2026) pagi.</p>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat sinergitas antarinstansi dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba, pungutan liar, serta berbagai bentuk pelanggaran lainnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Usai pelaksanaan ikrar bersama, petugas gabungan langsung melakukan inspeksi dan penggeledahan di sejumlah kamar hunian tahanan. Dalam razia tersebut, petugas menemukan berbagai benda padat dan benda tajam yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam rutan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Tak hanya penindakan, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan dan edukasi oleh pihak BNN kepada seluruh pegawai rutan maupun warga binaan. Penyuluhan itu menitikberatkan pada bahaya narkotika, dampak hukum, hingga upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kepala Rutan Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen institusinya dalam mewujudkan wilayah birokrasi yang bersih dan berintegritas.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Ikrar ini bukan hanya seremonial, tetapi bukti nyata komitmen kami dalam mewujudkan zero narkoba di lingkungan Rutan Dumai. Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang terlibat narkoba ataupun pelanggaran lainnya. Jika ada petugas yang terbukti melanggar, akan kami tindak tegas mulai dari pencopotan jabatan hingga proses pidana,&rdquo; tegas Enang Iskandi.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia juga memastikan pengawasan internal akan terus diperketat melalui sinergi bersama aparat penegak hukum dan instansi terkait demi menjaga marwah pemasyarakatan yang bersih, profesional, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Langkah tegas yang dilakukan Rutan Dumai tersebut sekaligus menjadi pesan kuat bahwa perang melawan narkoba tidak hanya dilakukan di luar, tetapi juga menyasar secara serius ke dalam lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 20:03:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Pertamina Perluas Program Pengelolaan Mangrove dan Pelatihan Vokasi di Dumai, Komitmen Nyata Dukung Pembangunan Berkelanjutan</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Pertamina-Perluas-Program-Pengelolaan-Mangrove-dan-Pelatihan-Vokasi-di-Dumai--Komitmen-Nyata-Dukung-Pembangunan-Berkelanjutan</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir052026/9996_Pertamina-Perluas-Program-Pengelolaan-Mangrove-dan-Pelatihan-Vokasi-di-Dumai--Komitmen-Nyata-Dukung-Pembangunan-Berkelanjutan.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	Dumai, 08 Mei 2026 &mdash; PT Pertamina Patra Niaga melalui Fungsi Project R&amp;P Dumai terus memperkuat komitmennya dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah operasional Kota Dumai. Komitmen ini dibuktikan melalui Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Project Sustainability &amp; Community Development Initiative antara Pertamina Patra Niaga dengan Universitas Riau dan Badan Latihan Kerja Provinsi Riau Tahun 2026.</p>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Penandatanganan PKS dilaksanakan di Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau pada 30 April 2026 oleh Sr. Project Manager New DHT Complex Dumai, Basuki Winarno dengan dan Kepala LPPM Universitas Riau Prof. Dr. Mubarak, M. Si serta Ketua pengurus KPRI BLK Provinsi Riau, Andy Kurniawan, ST.&nbsp;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kolaborasi ini menjadi bentuk komitmen nyata perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Dumai yang difokuskan pada dua sektor utama, yakni pengelolaan biodiversitas melalui konservasi mangrove dan pengembangan kawasan eco-eduwisata, serta pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat. Program tersebut mencakup pelatihan keterampilan, pendampingan masyarakat, penguatan kewirausahaan, hingga pengembangan model pembangunan berbasis keberlanjutan yang nantinya akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional Perusahaan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sr. Project Manager New DHT Complex Dumai, Basuki Winarno mengatakan bahwa Kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi salah satu bentuk implementasi Program Strategic Initiative Direktorat Infrastruktur, Proyek &amp; Asset Integrity PT Pertamina Patra Niaga yaitu PRASAKTI KARYA SADHANA. &ldquo;Kolaborasi ini diharapkan menjadi wadah transfer pengetahuan, penguatan kompetensi, serta menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan melalui pendekatan partisipatif dan inklusif,&rdquo; ujar Basuki.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia menambahkan, penandatanganan PKS ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem kolaboratif antara dunia industri, akademisi, dan lembaga pelatihan vokasi dalam menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan&nbsp;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan implementasi program sustainability dan community development dapat berjalan secara efektif, terukur, dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah secara berkelanjutan,&rdquo; tambah Basuki.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Pada sektor lingkungan, PT Pertamina Patra Niaga bersama Universitas Riau melanjutkan program pengelolaan biodiversitas mangrove yang telah berjalan sejak 2023 untuk mendukung pengembangan Eco Edupark Dumai sebagai pusat edukasi, penelitian, dan wisata mangrove berbasis lingkungan. Sejak program tersebut bergulir, Fungsi Project R&amp;P Dumai Pertamina Patra Niaga turut berkontribusi mendukung pelestarian ekosistem mangrove melalui program biodiversitas dan forestasi lewat kegiatan penanaman, pemeliharaan, dan pembibitan secara berkelanjutan.&nbsp;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Pada tahun ini, program pengelolaan mangrove tersebut diperkuat melalui penanaman 2.000 bibit mangrove serta pembangunan infrastruktur jembatan di kawasan pesisir Kampus UNRI Purnama. Inisiatif ini tidak hanya mendukung pelestarian biodiversitas pesisir, tetapi juga memperkuat fungsi mangrove sebagai pelindung alami kawasan pantai dari abrasi dan dampak perubahan iklim. Langkah tersebut menjadi bagian penting komitmen Perusahaan dalam implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Di sektor pembangunan sosial, melalui kerjasama dengan BLK Provinsi Riau, Pertamina Patra Niaga Fungsi Project R&amp;P Dumai akan menghadirkan program pelatihan operator listrik industri untuk masyarakat di lima kelurahan ring 1 Perusahaan, diantaranya yaitu Kelurahan Tanjung Palas, Jaya Mukti, Buluh Kasap, Laksamana, dan Bukit Datuk.&nbsp;&nbsp;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknis sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan industri, seiring dengan posisi Kota Dumai sebagai salah satu kawasan Industri nasional. Inisiatif ini menjadi wujud nyata komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga Project R&amp;P Dumai dan Kilang Pertamina Dumai dalam menghadirkan kebermanfaatan sosial dan penciptaan nilai tambah untuk masyarakat, khususnya di wilayah sekitar operasional Project R&amp;P Dumai.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga melalui Fungsi Project R&amp;P Dumai juga telah melaksanakan pelatihan pengelasan SMAW 3G pada Juni 2025 serta pelatihan tata boga pada 2024 sebagai bagian dari program pengembangan kapasitas masyarakat yang dijalankan secara berkelanjutan.&nbsp;&nbsp;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Melalui inisiatif kolaborasi ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya tidak hanya dalam penyediaan suplai energi sekaligus menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga menciptakan kebermanfaatan jangka panjang bagi masyarakat, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun lingkungan sejalan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 15:14:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Dari Pagar Kantin ke Menara Bor: Dua Pemuda Riau Tembus Kerasnya Industri Migas Lewat Vokasi PHR</title>
<link>https://www.globalriau.com/bengkalis/Dari-Pagar-Kantin-ke-Menara-Bor--Dua-Pemuda-Riau-Tembus-Kerasnya-Industri-Migas-Lewat-Vokasi-PHR</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir052026/9118_Dari-Pagar-Kantin-ke-Menara-Bor--Dua-Pemuda-Riau-Tembus-Kerasnya-Industri-Migas-Lewat-Vokasi-PHR.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	<strong>DURI</strong>, 8 Mei 2026 &ndash; Bagi Chandra Setiawan, debu jalanan dan deru mesin rig pengeboran bukanlah pemandangan asing. Selama bertahun-tahun, pemuda asal Balam KM 15, Kabupaten Rokan Hilir ini, menghabiskan hari-harinya berjualan bersama ibunya. Chandra menjajakan makanan dari satu lokasi proyek rig ke lokasi lainnya demi menyambung hidup.</p>
<div>
	Berawal dari menata dagangan di luar pagar area kerja migas, kini Chandra bersiap mengenakan seragam kebanggaan sebagai bagian dari kru profesional di atas menara bor. Perjalanan pemuda ini memotret jelas bagaimana ketekunan seorang anak berbakti mampu membawanya melampaui pagar pembatas dan benar-benar &quot;naik kelas&quot;.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Perjalanan ini dimulai pada tahun 2023. Saat itu, Chandra mulai membantu ibunya menjajaki kerasnya hidup dengan berjualan tak jauh dari lokasi Rig PDSI beroperasi. Ke mana pun raksasa besi itu berpindah (moving), ke sana pula Chandra dan ibunya membawa dagangan. Mulai dari Balam KM 12, KM 16, hingga menyeberang ke area Bangko dan Sintong.</div>
<div>
	<img alt="Wahyu Kurniawan" src="/editor/kcfinder/upload/images/IMG-20260508-WA0019.jpg" style="width: 350px; height: 499px; float: left; border-width: 1px; border-style: solid; margin: 2px;" /></div>
<div>
	&quot;Kami ikut ke mana rig itu pindah. Kalau lokasinya masih terjangkau, kami buka lapak di sana. Pernah istirahat sebentar karena rig pindah ke Duri yang terlalu jauh, tapi semangat kami tidak pernah surut untuk kembali lagi saat ada rig lain yang mendekat,&quot; kenang Chandra.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Bagi Chandra, rig pengeboran adalah sumber magnet tersendiri. Menyaksikan para pekerja mengoperasikan alat berat menumbuhkan keinginan kuat dalam dirinya untuk suatu hari nanti turut mengenakan seragam kerja dan helm keselamatan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Titik balik kehidupan Chandra datang di awal tahun 2025. Melalui informasi dari grup Karang Taruna, ia mengetahui adanya program Vokasi Migas yang diselenggarakan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Tanpa ragu, ia mendaftar. Rangkaian tes ketat, mulai dari seleksi administrasi hingga Medical Check-Up (MCU), berhasil ia lalui. Kerja kerasnya berbuah manis; ia terpilih untuk mengikuti pelatihan intensif di Indonesia Drilling Training Center (IDTC) Indramayu selama dua bulan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Di sana, Chandra tidak lagi melihat rig dari balik pagar kantin. Ia mempelajari regulasi, teknis pekerjaan, hingga aspek keselamatan kerja (safety) yang sangat ketat. &quot;Di IDTC, saya belajar banyak hal yang sebelumnya hanya bisa saya lihat dari jauh. Kami diajarkan untuk memahami setiap detail operasi di lapangan,&quot; jelasnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sepulang dari IDTC, sembari menunggu jadwal magang resmi di Rig PDSI, Chandra tidak lantas berpangku tangan. Ia kembali ke habitat lamanya: membantu ibunya berjualan di sekitar Rig PDSI yang saat itu beroperasi di Menggala dan Sintong. Namun, takdir baik segera menjemput. Pada April 2026, perjuangannya membuahkan hasil nyata. Chandra mendapatkan panggilan kerja untuk bergabung di Rig PDSI.</div>
<div>
	&quot;Saya ingin membanggakan orang tua saya. Saya ingin membuktikan bahwa anak seorang penjual makanan di area rig juga bisa menjadi tenaga profesional di sana,&quot; ungkap Chandra dengan nada bangga.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	<em>Wahyu Kurniawan</em></div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kisah perjalanan Wahyu Kurniawan menawarkan dimensi yang berbeda. Sebagai putra daerah berdarah Sakai, langkah Wahyu menembus industri hulu migas menjadi representasi nyata dari inklusivitas program vokasi ini.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Bagi Wahyu, bergabung di PDSI melalui ekosistem pendidikan PHR menjadi wujud kebanggaan kultural bahwa putra daerah bisa berkiprah di tanah kelahirannya sendiri. &quot;Ini adalah pembuktian bahwa pemuda asli daerah mampu bersaing di dunia kerja modern,&quot; ujar Wahyu.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Perjalanannya tidak instan. Wahyu sempat mengalami fase ragu dan hampir menyerah saat menghadapi tantangan teori dan praktik lapangan yang menguras energi. Namun, dukungan keluarga dan keinginan untuk memberikan masa depan yang lebih baik menjadi bahan bakarnya. &ldquo;Alhamdulillah, hasil usaha itu kini terlihat. Ini adalah pertaruhan sebuah kepercayaan. Saya ingin menjadi inspirasi bagi generasi muda Suku Sakai lainnya bahwa kita bisa berkontribusi langsung di industri migas,&quot; tambahnya.</div>
<div>
	<img alt="" src="/editor/kcfinder/upload/images/1001618278.jpg" style="width: 300px; height: 207px; border-width: 1px; border-style: solid; margin: 2px; float: left;" /></div>
<div>
	Chandra membawa semangat kegigihan seorang anak yang berbakti, sementara Wahyu merepresentasikan keberhasilan afirmasi talenta lokal. Keduanya kini berdiri di atas lantai rig yang sama, membuktikan bahwa dedikasi dan kesempatan yang tepat dapat mengubah garis tangan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&quot;Saya berharap, dengan pengalaman di migas nantinya, suatu saat saya bisa berkontribusi lebih luas lagi langsung di PT Pertamina Hulu Rokan,&quot; harap Wahyu.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Jejak keberhasilan Chandra dan Wahyu memberikan potret nyata dari dampak investasi sosial di wilayah kerja PHR. Sinergi Program Penguatan Ekosistem Vokasi yang diinisiasi PHR bersama PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) sukses menjembatani talenta lokal di Provinsi Riau agar sejajar dengan standar industri global.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	<em>Chandra Setiawan</em></div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	<strong>TENTANG</strong> <strong>PHR</strong> <strong>ZONA</strong> <strong>ROKAN</strong></div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 13:14:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Polsek Dumai Timur dan PT PGAS Solution Riau Perkuat Sinergi Lewat Sosialisasi P3K dan Senam Bersama</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Polsek-Dumai-Timur-dan-PT-PGAS-Solution-Riau-Perkuat-Sinergi-Lewat-Sosialisasi-P3K-dan-Senam-Bersama</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir052026/6073_Polsek-Dumai-Timur-dan-PT-PGAS-Solution-Riau-Perkuat-Sinergi-Lewat-Sosialisasi-P3K-dan-Senam-Bersama.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	DUMAI &ndash; Dalam upaya mempererat sinergitas serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja, jajaran Polsek Dumai Timur menggelar kegiatan olahraga senam bersama dengan karyawan PT PGAS Solution&#8288; Riau, Jumat (8/5/2026) pagi.</p>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Polsek Dumai Timur, Kelurahan Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai itu dipimpin langsung Kapolsek Dumai Timur Kompol Dr. Aditya Reza Syaputra bersama Riau Area Head PT PGAS Solution&#8288;, M. Agung Gede A.P.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Suasana penuh kebersamaan tampak mewarnai kegiatan sejak pukul 07.30 WIB. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran fisik, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara kepolisian dengan dunia usaha di Kota Dumai.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Usai pelaksanaan senam bersama, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) yang disampaikan langsung oleh Fitri dari PT PGAS Solution&#8288;. Materi yang diberikan menitikberatkan pada langkah cepat penanganan awal terhadap korban kecelakaan guna meminimalisir risiko fatal sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kapolsek Dumai Timur Kompol Dr. Aditya Reza Syaputra menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata sinergi positif antara institusi kepolisian dan perusahaan dalam membangun budaya hidup sehat serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kekompakan, menjaga kesehatan personel, sekaligus menambah wawasan tentang penanganan pertama saat terjadi kecelakaan. Sinergitas seperti ini sangat penting untuk terus diperkuat,&rdquo; ujarnya.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 13:04:00 +0700</pubDate>
</item></channel></rss>