<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
		<rss version="2.0" >
        <channel>
        <title></title>
        <link>https://www.globalriau.com/</link>
        <description>Situs Berita Online Terpercaya dan Aktual di Provinsi Riau.</description>
        <language>en-us</language>
        <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 05:22:19 +0700</pubDate>
        <lastBuildDate>Thu, 20 Aug 2026 05:22:19 +0700</lastBuildDate>
        <generator> RSS Generator</generator>
        <managingEditor>redaksi@globalriau.com</managingEditor>
        <webMaster>arie.vcr@gmail.com</webMaster>
		<image>
		<url>https://www.globalriau.com/icon.gif</url>
		<title></title>
		<link>https://www.globalriau.com/</link>
		<description>Fasilitas RSS dari GlobalRiau.com</description>
		</image>
<item>
<title>PT Atom Jaya Makmur Klaim Progress 3,9 Persen Belum Dibayar, Minta Hak Pekerjaan Diselesaikan</title>
<link>https://www.globalriau.com/nasional/PT-Atom-Jaya-Makmur-Klaim-Progress-3-9-Persen-Belum-Dibayar--Minta-Hak-Pekerjaan-Diselesaikan</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir082026/5082_PT-Atom-Jaya-Makmur-Klaim-Progress-3-9-Persen-Belum-Dibayar--Minta-Hak-Pekerjaan-Diselesaikan.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	<strong>TANGERANG</strong> &ndash; Persoalan pembayaran pekerjaan pembangunan perumahan Cipondoh Lake View kembali mencuat. PT Atom Jaya Makmur selaku kontraktor pelaksana mengklaim masih memiliki hak pembayaran atas pekerjaan pembangunan tujuh unit rumah yang telah mereka kerjakan sebelum proyek tersebut dilanjutkan kontraktor lain.</p>
<div>
	Perwakilan PT Atom Jaya Makmur, Zidan Ode, mengatakan tujuh unit rumah tersebut sebelumnya dikerjakan pihaknya. Namun, pekerjaan kemudian dihentikan (cut off) oleh developer, PT Baskara Mutu Sentosa, dan dilanjutkan oleh PT Nataco.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurut Zidan, saat pekerjaan dihentikan, progres pembangunan pondasi untuk tujuh unit rumah tersebut telah mencapai sekitar 3,9 persen. Proyek kemudian dilanjutkan hingga bangunan selesai dan saat ini disebut telah siap huni.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Zidan mengatakan, berdasarkan kesepakatan sebelumnya, biaya pekerjaan yang telah dikeluarkan PT Atom Jaya Makmur seharusnya dikembalikan setelah rumah selesai dibangun 100 persen.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Harapan kami biaya pembangunan yang sudah kami keluarkan dapat dikembalikan sesuai kesepakatan, yaitu setelah rumah yang dibangun selesai dan siap huni,&rdquo; ujar Zidan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia juga menyebut terdapat biaya koordinasi lingkungan yang telah dikeluarkan PT Atom Jaya Makmur sebesar Rp6 juta per unit untuk tujuh unit rumah. Menurutnya, pembayaran tersebut didukung dengan bukti transfer.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Untuk biaya koordinasi lingkungan juga ada sebesar Rp6 juta per unit untuk tujuh unit rumah. Bukti transfernya ada dan kami berharap biaya yang memang sudah dikeluarkan tersebut dapat diselesaikan,&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Persoalan Berawal dari Penghentian Pekerjaan</div>
<div>
	Sebelumnya, Zidan menjelaskan, PT Baskara Mutu Sentosa menghentikan pekerjaan PT Atom Jaya Makmur pada Juni 2025 karena adanya keterlambatan pekerjaan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia menyebut keterlambatan tersebut terjadi di tengah persoalan restrukturisasi internal PT Atom Jaya Makmur yang melibatkan dua orang bernama Didin dan Aidil. Zidan menyebut keduanya diduga melakukan penipuan dan penggelapan uang, yang menurutnya didukung sejumlah bukti transfer dan dokumen lainnya.</div>
<div>
	Akibat persoalan tersebut, pekerjaan PT Atom Jaya Makmur kemudian dihentikan dan dilanjutkan oleh PT Nataco.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Zidan menilai, kontraktor pengganti seharusnya mengetahui bahwa sebagian pekerjaan pada tujuh unit rumah tersebut telah dikerjakan oleh PT Atom Jaya Makmur sebelum pengambilalihan pekerjaan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Namun, menurut dia, hingga kini belum ada penyelesaian terkait pembayaran atas progres pekerjaan tersebut.&ldquo;Pekerjaan yang dilanjutkan PT Nataco sebelumnya sudah ada progres yang dikerjakan PT Atom Jaya Makmur. Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara baik sesuai pekerjaan dan biaya yang memang telah kami keluarkan,&rdquo; ujarnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	<strong>Siapkan</strong> <strong>Langkah</strong> <strong>Hukum</strong></div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Jika persoalan tersebut tidak kunjung diselesaikan, Zidan mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan langkah hukum. PT Atom Jaya Makmur disebut akan terlebih dahulu melayangkan somasi kepada pihak-pihak terkait sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut melalui jalur perdata maupun pidana.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Kami akan mengambil langkah hukum berupa somasi sebelum permasalahan ini kami bawa ke pengadilan, baik secara pidana maupun perdata,&rdquo; tegasnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Zidan menambahkan, pihaknya tetap membuka ruang penyelesaian secara musyawarah. Namun, ia meminta hak atas pekerjaan yang telah dilakukan serta biaya yang telah dikeluarkan dapat diselesaikan secara transparan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Baskara Mutu Sentosa selaku developer dan PT Nataco selaku kontraktor penerus pekerjaan telah dihubungi melalui pesan WhatsApp untuk meminta konfirmasi dan klarifikasi terkait persoalan tersebut.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Namun, hingga berita ini dimuat, pihak yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun jawaban atas konfirmasi yang disampaikan. Media tetap membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan sesuai fakta dan versi masing-masing.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 20:38:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>HUT ke-81 RI, Kemnaker Tegaskan Komitmen Perkuat SDM dan Perluas Kesempatan Kerja</title>
<link>https://www.globalriau.com/nasional/HUT-ke-81-RI--Kemnaker-Tegaskan-Komitmen-Perkuat-SDM-dan-Perluas-Kesempatan-Kerja</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir082026/5593_HUT-ke-81-RI--Kemnaker-Tegaskan-Komitmen-Perkuat-SDM-dan-Perluas-Kesempatan-Kerja.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;"><strong>Jakarta -</strong>&nbsp;Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnak er) memaknai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum untuk terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Semangat tersebut hadir menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI melalui kegiatan karnaval di Jakarta, Senin (17/8/2026), yang disaksikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, momentum kemerdekaan menjadi pengingat untuk terus menghadirkan kebijakan yang membuka akses masyarakat terhadap pekerjaan dan peningkatan kompetensi.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">&ldquo;Semangat kemerdekaan menjadi energi bagi kita untuk terus membangun Indonesia melalui sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan berdaya saing. Kita akan terus memperluas peningkatan kompetensi agar masyarakat semakin siap memasuki dunia kerja,&rdquo; ujar Yassierli.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Upaya tersebut dilakukan Kemnaker me lalui berbagai program, antara lain Pelatihan Vokasi Nasional, Pemagangan Nasional, Politeknik Ketenagakerjaan, dan KarirHub. Program-program tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, mengikuti pendidikan vokasi, serta mengakses informasi dan peluang kerja sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Penguatan SDM dan perluasan kesempatan kerja juga berjalan seiring dengan upaya menciptakan lingkungan ketenagakerjaan yang aman, produktif, inklusif, dan berkeadilan. Untuk itu, Kemnaker terus memperkuat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta hubungan industrial.</span></p>
<p style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;">
	<span style="font-size:16px;">Dalam kegiatan karnaval HUT ke-81 RI, Kemnaker bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) hadir dalam satu kendaraan terbuka yang telah dihias, dengan rute dimulai dari kawasan Monumen Nasional (Monas) dan berakhir di Bundaran Hotel Indonesia (HI).</span></p>
 ]]></description>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 07:20:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>JSCCIB Joins Forces with Public Sector and World Bank to Launch &quot;The Bangkok Business Summit 2026: Reinvent Thailand, Resilient ASEAN&quot;</title>
<link>https://www.globalriau.com/media-outreach/JSCCIB-Joins-Forces-with-Public-Sector-and-World-Bank-to-Launch--quot-The-Bangkok-Business-Summit-2026--Reinvent-Thailand--Resilient-ASEAN-quot-</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir082026/8703_JSCCIB-Joins-Forces-with-Public-Sector-and-World-Bank-to-Launch--quot-The-Bangkok-Business-Summit-2026--Reinvent-Thailand--Resilient-ASEAN-quot-.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><table cellpadding="0" cellspacing="0" role="presentation" style="font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, &quot;Segoe UI&quot;, Roboto, Helvetica, Arial, sans-serif, &quot;Apple Color Emoji&quot;, &quot;Segoe UI Emoji&quot;, &quot;Segoe UI Symbol&quot;; font-size: small; border-collapse: collapse; border-spacing: 0px;" width="100%">
	<tbody>
		<tr>
			<td align="left" dir="ltr" lang="en" style="margin: 0px; padding: 0px 0px 10px;">
				<h2 dir="ltr" lang="en" style="margin: 0px; line-height: 27px; font-family: arial, &quot;helvetica neue&quot;, helvetica, sans-serif; font-size: 18px; font-weight: normal; color: rgb(51, 51, 51);">
					<strong>Driving the Thai Economy and Charting New Strategic Pathways for the Future of ASEAN</strong></h2>
			</td>
		</tr>
		<tr>
			<td align="left" dir="ltr" lang="en" style="margin: 0px; padding: 5px 0px 15px; font-family: arial, &quot;helvetica neue&quot;, helvetica, &quot;Microsoft Yahei&quot;, &quot;Microsoft JhengHei&quot;, sans-serif; line-height: 23px; color: rgb(19, 19, 19); font-size: 15px; word-break: break-word;">
				<div style="word-break: break-word;">
					BANGKOK, THAILAND &ndash; <a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?q=https://www.media-outreach.com/&amp;source=gmail&amp;ust=1787185172270000&amp;usg=AOvVaw0IVTnMw8l0eHaUY9a9ZS5s" href="https://www.media-outreach.com/" style="color: rgb(17, 85, 204);" target="_blank">Media OutReach Newswire</a> &ndash; 18 August 2026 &ndash; The Joint Standing Committee on Commerce, Industry, and Banking (JSCCIB), comprising the Thai Bankers&#39; Association, the Board of Trade of Thailand, and the Federation of Thai Industries, in collaboration with the Ministry of Finance, the Bank of Thailand, the National Economic and Social Development Council (NESDC), and the World Bank, has announced its readiness to convene a high-level leadership conference, <b>&#39;The Bangkok Business Summit 2026,&#39;</b> <b>under the theme <i>&#39;Reinvent Thailand, Resilient ASEAN.&#39;</i></b><br />
					<br />
					<table border="0" width="100%">
						<tbody>
							<tr>
								<td style="margin: 0px;" width="100%">
									<a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?q=https://release.media-outreach.com/i/Download/798044&amp;source=gmail&amp;ust=1787185172270000&amp;usg=AOvVaw2379TpW-GFAd-bv1G1_t-4" href="https://release.media-outreach.com/i/Download/798044" style="color: rgb(17, 85, 204);" target="_blank"><img class="CToWUd" data-bit="iit" src="https://ci3.googleusercontent.com/meips/ADKq_NZj1AVYFzm4L0Wd1dPL2eK-1mDIwb69T96BdA23cpJD1YN0B24GOFa8EfjjAlQlE9sDXJgDJw_ZT1_l6w_4rQh1zqd2kkADDKvlmQ8_4Dm7X0D_jAYZvnTbardmTzeF7KPBsKyr8Nm---C5hWcT=s0-d-e1-ft#https://images.media-outreach.com/Images/Thumb/550x/798044/798044-Picture1-jpg-550x.jpeg" style="width: 544px; margin: 0px;" /></a></td>
							</tr>
						</tbody>
					</table>
					<br />
					To be held at the Queen Sirikit National Convention Center (QSNCC), the summit will showcase the vision of public-private sector collaboration aimed at restructuring Thailand&#39;s economy. This event serves as a milestone paving the way toward the <b>IMF-World Bank Group Annual Meetings 2026</b>, which Thailand will proudly host in Bangkok in October 2026, as well as Thailand&#39;s upcoming ASEAN Chairmanship in 2028.<br />
					<br />
					A key highlight of The Bangkok Business Summit 2026 includes a keynote address entitled <i>&#39;Thailand&#39;s Offer to the World&#39;</i> by <b>Mr. Anutin Charnvirakul, Prime Minister of Thailand</b>. The address will declare Thailand&#39;s readiness as a global investment hub, shifting the nation from cost-based competition to enhancing capabilities, innovation, and digital infrastructure. Furthermore, <b>Dr. Ekniti Nitithanprapas</b>, <b>Deputy Prime Minister and Minister of Finance</b>, will deliver a policy address on <i>&#39;Unlocking the Next Growth Engines for Thailand &amp; ASEAN,&#39;</i> revealing policy reform steps designed to unlock private sector investment and drive the country&#39;s new economic engines. <b>Professor Dr. Yodchanan</b> <b>Wongsawat</b>, <b>Deputy Prime Minister and Minister of Higher Education, Science, Research and Innovation,</b> will address positioning Thailand as a regional investment platform for high-tech industries.<br />
					<br />
					<table border="0" width="100%">
						<tbody>
							<tr>
								<td style="margin: 0px;" width="100%">
									<a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?q=https://release.media-outreach.com/i/Download/798051&amp;source=gmail&amp;ust=1787185172270000&amp;usg=AOvVaw0l2c3R10d8Nn5pjRgTOR4a" href="https://release.media-outreach.com/i/Download/798051" style="color: rgb(17, 85, 204);" target="_blank"><img class="CToWUd" data-bit="iit" src="https://ci3.googleusercontent.com/meips/ADKq_NajKoRJal75mMXderO5k8OUPN7YK8n0vvqhKpayucS1BUYaTllFG33qF77Tl4chaapfJlM72bYVvTbwkH2QZxYGLAJxrgM7V56K2LhWrLB9D2k_cFTSkS3Re_d8ZsNIEr4dLRskK4kS9sQP0mS0=s0-d-e1-ft#https://images.media-outreach.com/Images/Thumb/550x/798051/798051-Picture2-jpg-550x.jpeg" style="width: 544px; margin: 0px;" /></a></td>
							</tr>
						</tbody>
					</table>
					<br />
					<b>Mr. Payong Srivanich</b>, <b>Chairman of the Joint Standing Committee on Commerce, Industry, and Banking (JSCCIB)</b>, stated that this event aims to answer a critical question: <i>How can Thailand transform global shifts and its central location in ASEAN into new opportunities for investment, job creation, and sustainable growth?</i><br />
					<br />
					&quot;The Bangkok Business Summit 2026 is not merely a platform for exchanging perspectives, but a venue where Thailand presents its concrete strengths, opportunities, and development directions to the global business community&mdash;bridging the government&#39;s vision, recommendations from international organizations, and the practical expertise of the private sector,&quot; <b>Mr. Payong </b>stated.&quot;Thailand&#39;s challenge today is not just growth, but building competitive growth in a rapidly changing world. We need a platform for collaborative efforts to &#39;Reinvent Thailand&#39; by creating new economic engines and elevating our competitiveness so Thailand can capture new opportunities and become an integral part of a &#39;Resilient ASEAN&#39; capable of adapting to global dynamics.&quot;<br />
					<br />
					<b>Key Highlights &amp; Session Overview</b><br />
					<br />
					<ul>
						<li style="margin-left: 15px;">
							<b>Special Keynote:</b> <b>Mr. Vitai Ratanakorn</b>, <b>Governor of the Bank of Thailand</b>, will present on <i>&#39;Thailand&#39;s New Horizons: From Ambition to Delivery.&#39;</i></li>
						<li style="margin-left: 15px;">
							<b>Global Insights Panel:</b> Featuring in-depth discussions with <b>Mr. Carlos Felipe Jaramillo</b>, World Bank Vice President for East Asia and Pacific, <b>Mr. Sarvesh Suri</b>, Regional Vice President for Asia and Pacific, The International Finance Corporation (IFC), and <b>Mr. John W.H. Denton</b>, Secretary General of the International Chamber of Commerce (ICC) exchanging views on economic trends, investments, and business opportunities.</li>
						<li style="margin-left: 15px;">
							<b>Report Launch:</b> Launch of the World Bank&#39;s latest report, <i>&#39;Building Thailand&#39;s Future Today: The Investment and Growth Playbook.&#39;</i> The report proposes a roadmap for Thailand to achieve high-income country status through investment and reforms that create jobs, boost productivity, and lay the foundation for long-term growth, highlighting potential industries such as advanced manufacturing, sustainable &amp; wellness tourism, digital services, agriculture &amp; food, and the creative economy.</li>
						<li style="margin-left: 15px;">
							<b>Luncheon Discussion:</b> Thai Beverage Public Company Limited will host a special session entitled <i>&#39;Growth Reaches Communities: Sufficiency Economy Philosophy,&#39;</i> presenting the Sufficiency Economy Philosophy as a framework that creates balance, strength, and sustainability from local communities to the business sector and macroeconomy.</li>
					</ul>
					<h4>
						&nbsp;</h4>
					<b>Afternoon Tracks</b><br />
					<br />
					<ul>
						<li style="margin-left: 15px;">
							<b>Track 1: Building Resilience (Infrastructure, Energy, and Digital Finance):</b> Led by <b>Mr. Piti Disyatat, Deputy Governor for Monetary Stability, Bank of Thailand,</b> in building competitiveness and the ability to attract future industries to the country. The session will include discussions on the topics of <b>&#39;Efficient Energy &amp; Low-Carbon Infrastructure&#39;</b> and <b>&#39;Policy Architecture and Low-Carbon Cities in Action&#39;</b> focusing on investing in key infrastructure that will drive the industrial transition to a low-carbon society, with leaders from various sectors, including the Ministry of Energy, the Ministry of Natural Resources and Environment, PTT Public Company Limited, Gulf Energy Development Public Company Limited, Siam Cement Public Company Limited, Thai Airways Public Company Limited, and Google LLC and the topic of <b>&#39;Building Thailand&#39;s Trusted Economy: Digital Public Infrastructure for Inclusive Growth,&#39;</b> focusing on digital public infrastructure in the financial sector for sustainable growth, and safe and inclusive digital finance, with senior executives from Bangkok Bank, Krungsri Bank, TMBThanachart Bank, and Ascend Money.</li>
						<li style="margin-left: 15px;">
							<b>Track 2: New Horizons (Future Industries, Agri-Food, and Human-Centric Economy):</b> Led by <b>Professor Dr. Yodchanan</b> <b>Wongsawat, Deputy Prime Minister and Minister of Higher Education, Science, Research and Innovation,</b> focusing on developing high-potential talent within organizations and positioning Thailand as a regional investment platform for high-tech industries, semiconductors, AI infrastructure, and advanced R&amp;D.</li>
					</ul>
					Additionally, the Bangkok Business Summit 2026 will feature a panel discussion titled <b>&#39;The Future of Agrifood Business.&#39;</b> Under the concept of <i>Elevating to a Regional Strategic Asset</i>, leaders from top companies including Sea Value PCL and Olam Agri (Singapore) will share their perspectives on how Thailand&#39;s agrifood industry is evolving beyond its traditional role as the &#39;Kitchen of the World&#39; to become a vital strategic asset for regional food security, and another discussion on <i>&#39;The Future of the Human-Centric Economy,&#39;</i> integrating health, wellness, tourism, and the creative economy centered around people rather than isolated sectors. Panelists include Minor International, Bangkok Dusit Medical Services (BDMS), and Cerecin.<br />
					<br />
					<b>Closing &amp; Actions</b><br />
					<br />
					To conclude the summit, leaders from the three JSCCIB member organizations will summarize actionable proposals to transform insights into concrete practices. These encompass enhancing competitiveness, building investment ecosystems, and developing future industries. The event will culminate in the signing of a <b>Letter of Intent for Cooperation on the Digital &amp; AI Compact</b> between Thailand&#39;s economic agencies and the World Bank.<br />
					<br />
					<i>Note: Speakers and the event program are subject to change without prior notice due to unforeseen circumstances. We apologize for any inconvenience and appreciate your understanding.</i><br />
					<p>
						The issuer is solely responsible for the content of this announcement.</p>
					<p>
						Hashtags: <span style="color: blue;">#JSCCIB</span></p>
				</div>
			</td>
		</tr>
	</tbody>
</table>
<p>
	&nbsp;</p>
 ]]></description>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 07:14:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Propemperda 2027 Disahkan, Pemko dan DPRD Dumai Sepakati 13 Ranperda Prioritas Pembangunan Daerah</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Propemperda-2027-Disahkan--Pemko-dan-DPRD-Dumai-Sepakati-13-Ranperda-Prioritas-Pembangunan-Daerah</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir082026/7292_Propemperda-2027-Disahkan--Pemko-dan-DPRD-Dumai-Sepakati-13-Ranperda-Prioritas-Pembangunan-Daerah.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;"><strong>DUMAI</strong> &ndash; Pemerintah Kota Dumai bersama DPRD Kota Dumai resmi menetapkan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2027 melalui Rapat Paripurna DPRD Kota Dumai yang digelar di Ruang Rapat Paripurna Lantai II Kantor DPRD Kota Dumai, Jalan Tuanku Tambusai, Kelurahan Bagan Besar, Selasa (18/8/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Dumai, H. Paisal, didampingi Sekretaris Daerah Kota Dumai, Fahmi Rizal. Sidang dipimpin Ketua DPRD Kota Dumai, Agus Miswandi, dan dinyatakan memenuhi kuorum setelah dihadiri 28 dari 35 anggota DPRD Kota Dumai.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Agenda rapat meliputi penyampaian penjelasan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) mengenai Propemperda Tahun 2027, permintaan persetujuan secara lisan kepada anggota DPRD, serta penyampaian pendapat Wali Kota Dumai terhadap program legislasi daerah yang akan menjadi pedoman pembentukan peraturan daerah pada tahun mendatang.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kota Dumai, Agus Miswandi, menegaskan bahwa pemerintah daerah dan DPRD memiliki tanggung jawab yang sama dalam menghadirkan pelayanan publik yang optimal melalui pembentukan regulasi yang terencana, sistematis, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Menurutnya, penyusunan Propemperda bertujuan untuk memberikan gambaran objektif mengenai kondisi hukum daerah, menentukan prioritas penyusunan rancangan peraturan daerah berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), serta memperkuat sinergi antara lembaga yang memiliki kewenangan dalam pembentukan peraturan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">&quot;Penetapan Propemperda bertujuan memberikan gambaran objektif kondisi hukum daerah, menentukan skala prioritas penyusunan Ranperda berdasarkan RPJMD, serta menjadi wujud sinergitas antarlembaga berwenang. Penyusunannya telah melibatkan kalangan akademisi dan diplenokan bersama antara eksekutif dan legislatif,&quot; ujar Agus Miswandi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Sementara itu, Ketua Bapemperda DPRD Kota Dumai, M. Al Ichwan Hadi, menjelaskan bahwa penyusunan Propemperda Tahun 2027 mengacu pada Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 1 Tahun 2021 dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari perintah peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, rencana pembangunan daerah, pelaksanaan otonomi daerah, aspirasi masyarakat, hingga rancangan peraturan daerah yang belum sempat diselesaikan pada periode sebelumnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Ia menambahkan, proses penyusunan Propemperda telah dimulai sejak Mei 2026 dan melalui berbagai tahapan pembahasan hingga akhirnya difinalisasi pada 18 Agustus 2026.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Dari hasil pembahasan tersebut, DPRD dan Pemerintah Kota Dumai menyepakati sebanyak 13 rancangan peraturan daerah yang masuk dalam Propemperda Tahun 2027.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Empat rancangan peraturan daerah merupakan inisiatif DPRD Kota Dumai, yakni Ranperda tentang Penyelenggaraan Jaringan Utilitas Terpadu, Penyelenggaraan Pengelolaan Zakat, Inovasi Daerah, serta Pemberdayaan Ketahanan Keluarga.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Sementara itu, enam rancangan peraturan daerah merupakan usulan Pemerintah Kota Dumai, meliputi pembentukan Kecamatan Bagan Besar Tuah Negeri dan Kecamatan Bukit Kapur Madani, fasilitasi hak kekayaan intelektual, rencana umum penanaman modal Kota Dumai Tahun 2027-2047, perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Dumai Tahun 2019-2039, perubahan Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta perubahan RPJMD Kota Dumai Tahun 2025-2029.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Adapun tiga rancangan peraturan daerah lainnya masuk dalam daftar kumulatif terbuka, yakni Ranperda tentang Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2026, Perubahan APBD Tahun Anggaran 2027, dan APBD Tahun Anggaran 2028.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Dalam laporannya, Bapemperda juga berharap agar seluruh rancangan peraturan daerah yang menjadi inisiatif DPRD dapat segera memasuki tahap penyempurnaan naskah akademik pada Tahun Anggaran 2026. Selain itu, pemerintah daerah dan seluruh perangkat daerah pengusul diharapkan dapat berkomitmen menjalankan pembahasan sesuai dengan urutan prioritas yang telah ditetapkan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Dumai, H. Paisal, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan DPRD, seluruh anggota dewan, dan Bapemperda yang dinilai responsif dalam menjawab kebutuhan regulasi daerah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">&quot;Kami merasa bertuah dan sangat beruntung DPRD kita begitu tanggap terhadap perkembangan dan kemaslahatan masyarakat Kota Dumai ke depan. Terlihat jelas adanya sinergi perencanaan hukum daerah dengan skala prioritas yang terukur,&quot; ujar Paisal.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Ia optimistis seluruh rancangan peraturan daerah yang telah disepakati akan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung visi pembangunan daerah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">&quot;Insya Allah, ke depan proses pembentukan peraturan daerah ini berjalan sesuai rencana, terpadu, dan tepat waktu, sehingga tercipta produk hukum yang berkualitas, adaptif terhadap aturan nasional, serta mendukung visi pelayanan publik menuju Dumai Kota Idaman,&quot; pungkasnya.</span></p>
<p>
	<span style="font-size:16px;">Rapat paripurna kemudian ditutup dengan permintaan persetujuan secara lisan kepada seluruh anggota DPRD yang hadir, dilanjutkan dengan penandatanganan dan penetapan Propemperda Kota Dumai Tahun 2027 sebagai pedoman pembentukan regulasi daerah pada tahun mendatang.</span></p>
 ]]></description>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 07:08:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Paisal Tegaskan Komitmen Pembangunan Prioritas dalam Jawaban atas Pandangan Fraksi DPRD terhadap Ranperda APBD 2027</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Paisal-Tegaskan-Komitmen-Pembangunan-Prioritas-dalam-Jawaban-atas-Pandangan-Fraksi-DPRD-terhadap-Ranperda-APBD-2027</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir082026/7599_Paisal-Tegaskan-Komitmen-Pembangunan-Prioritas-dalam-Jawaban-atas-Pandangan-Fraksi-DPRD-terhadap-Ranperda-APBD-2027.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;"><strong>DUMAI</strong> &ndash; Rangkaian Rapat Paripurna DPRD Kota Dumai ditutup dengan agenda penyampaian tanggapan dan jawaban Wali Kota Dumai terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Dumai Tahun Anggaran 2027.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna Lantai II Kantor DPRD Kota Dumai, Jalan Tuanku Tambusai, Kelurahan Bagan Besar, Selasa (18/8/2026), menjadi forum strategis dalam menyelaraskan pandangan antara pemerintah daerah dan legislatif terkait arah pembangunan Kota Dumai pada tahun mendatang.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Wali Kota Dumai, H. Paisal, hadir didampingi Sekretaris Daerah Kota Dumai, Fahmi Rizal, untuk menyampaikan jawaban secara rinci terhadap berbagai masukan, kritik, serta saran yang disampaikan oleh tujuh fraksi DPRD Kota Dumai.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Dumai, Agus Miswandi, serta dihadiri oleh 28 dari 35 anggota DPRD Kota Dumai, sehingga dinyatakan telah memenuhi kuorum.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Dalam pidatonya, Wali Kota Paisal menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh fraksi DPRD yang telah memberikan pandangan umum terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027. Menurutnya, berbagai masukan yang disampaikan menjadi bagian penting dalam menyempurnakan kebijakan pembangunan daerah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Menanggapi pandangan Fraksi NasDem, Pemerintah Kota Dumai menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan terhadap penyusunan Ranperda APBD 2027. Wali Kota mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama memastikan setiap program pembangunan dapat direalisasikan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Sementara itu, terhadap pandangan Fraksi PDI Perjuangan terkait efisiensi anggaran di tengah penurunan kemampuan fiskal daerah, Pemerintah Kota Dumai menegaskan akan menerapkan skala prioritas dalam penyusunan anggaran serta memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaannya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Beberapa program yang tetap menjadi perhatian pemerintah antara lain penanganan banjir rob melalui penataan bantaran sungai, pembangunan tanggul dan drainase, penyelesaian Jalan Lingkar Parit Kitang, peningkatan kualitas pendidikan melalui program Sekolah Rakyat dan madrasah, pembangunan Puskesmas Sungai Geniot, serta perluasan layanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Menjawab pandangan Fraksi Gerindra Plus, Pemerintah Kota Dumai menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan pendapatan asli daerah melalui intensifikasi dan penyusunan target yang realistis. Di sisi lain, efisiensi belanja operasional akan difokuskan pada sektor-sektor prioritas, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan lingkungan hidup.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Terkait pandangan Fraksi Golkar, Pemerintah Kota Dumai menilai sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci utama dalam menghindari terjadinya konflik anggaran. Oleh karena itu, koordinasi, konsultasi, dan pembahasan yang dilakukan secara tepat waktu akan terus diperkuat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Adapun terhadap masukan Fraksi PKS, Pemerintah Kota Dumai berkomitmen menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja daerah melalui berbagai langkah strategis, seperti efisiensi anggaran, optimalisasi pemanfaatan aset daerah, serta peningkatan pengawasan terhadap mutu pelaksanaan pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Sementara itu, menanggapi pertanyaan Fraksi Demokrat mengenai proyeksi pendapatan daerah sebesar Rp1,505 triliun dan belanja daerah sebesar Rp1,692 triliun, Wali Kota menjelaskan bahwa defisit anggaran sebesar Rp187,338 miliar akan ditutupi melalui penerimaan pembiayaan yang diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur penanganan banjir perkotaan serta pembangunan dan rehabilitasi jalan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Hal senada juga disampaikan dalam jawaban terhadap pandangan Fraksi Tuah Negeri. Pemerintah Kota Dumai menjelaskan bahwa sumber penerimaan pembiayaan tersebut berasal dari pinjaman daerah yang telah diperhitungkan secara matang berdasarkan kemampuan keuangan daerah hingga akhir masa jabatan Wali Kota periode 2025-2029. Selain itu, kewajiban pembayaran cicilan pinjaman tersebut ditargetkan selesai pada 2029.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">&quot;Mari kita berikhtiar dan berdoa agar proses pembahasan ini dapat menghasilkan Perda APBD Tahun Anggaran 2027 yang terbaik demi mewujudkan Dumai sebagai Kota Idaman yang berkelanjutan,&quot; ujar Wali Kota Paisal.</span></p>
<p>
	<span style="font-size:16px;">Dengan selesainya agenda penyampaian jawaban Wali Kota, seluruh dokumen pembahasan yang meliputi penyampaian Ranperda APBD, pandangan umum fraksi, serta jawaban pemerintah daerah, selanjutnya diserahkan kepada Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Dumai bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk dibahas lebih lanjut sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan.</span></p>
 ]]></description>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 07:07:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Rutan Dumai Rutin Gelar Senam Pagi untuk Jaga Kebugaran Warga Binaan</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Rutan-Dumai-Rutin-Gelar-Senam-Pagi-untuk-Jaga-Kebugaran-Warga-Binaan</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir082026/4078_Rutan-Dumai-Rutin-Gelar-Senam-Pagi-untuk-Jaga-Kebugaran-Warga-Binaan.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	DUMAI &ndash; Pagi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai tidak selalu dimulai dengan rutinitas yang kaku. Di tengah keterbatasan ruang, ada gerakan-gerakan sederhana yang menjadi cara warga binaan menjaga tubuh tetap sehat sekaligus merawat semangat untuk menjalani hari.</p>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Setiap pagi, warga binaan mengikuti senam bersama di lingkungan Rutan Dumai. Gerakan dilakukan secara serentak, diiringi semangat dan antusiasme para peserta.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Bagi sebagian warga binaan, senam pagi mungkin terlihat sederhana. Namun, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari rutinitas pembinaan. Mereka diajak tetap aktif, menjaga kebugaran, sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat selama menjalani masa pembinaan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kepala Rutan Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi, mengatakan senam pagi tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan fisik, tetapi juga membentuk kedisiplinan dan kebersamaan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Senam pagi ini kita laksanakan secara rutin agar warga binaan tetap sehat dan bugar selama menjalani masa pembinaan. Selain menjaga kondisi fisik, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun kedisiplinan, semangat, dan kebersamaan,&rdquo; ujar Enang.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Di antara gerakan senam yang dilakukan bersama, ada pesan yang lebih besar: bahwa masa pembinaan bukan hanya tentang menjalani hukuman, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kegiatan olahraga tersebut menjadi salah satu bagian dari pembinaan yang memberikan ruang kepada warga binaan untuk menjaga kesehatan sekaligus membangun pola hidup yang lebih positif.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Rutan Dumai terus berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang sehat dan aktif. Sebab, tubuh yang sehat diharapkan menjadi bagian dari bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 13:57:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Dumai Belajar Mandiri Lewat Ketahanan Pangan</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Dari-Balik-Jeruji--Warga-Binaan-Rutan-Dumai-Belajar-Mandiri-Lewat-Ketahanan-Pangan</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir082026/1302_Dari-Balik-Jeruji--Warga-Binaan-Rutan-Dumai-Belajar-Mandiri-Lewat-Ketahanan-Pangan.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	<strong>DUMAI</strong> &ndash; Tanah di balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai tak sekadar menjadi ruang kosong. Di tangan warga binaan, petugas, dan peserta magang, lahan tersebut disulap menjadi tempat menumbuhkan harapan.</p>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Pagi itu, Selasa (18/8/2026), sejumlah warga binaan tampak bergotong royong menanam bibit kangkung. Tangan yang selama ini berada dalam keterbatasan ruang justru diajak bersentuhan langsung dengan tanah, menanam, merawat, dan belajar bagaimana sebuah tanaman dapat tumbuh hingga menghasilkan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Bagi Rutan Dumai, aktivitas tersebut bukan sekadar kegiatan bercocok tanam. Di balik setiap bibit yang ditanam, ada proses pembinaan dan harapan agar warga binaan memiliki keterampilan yang bisa dibawa pulang ketika masa pidana berakhir.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Program ketahanan pangan dikembangkan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan Rutan. Tidak hanya kangkung, sejumlah komoditas lain seperti kacang panjang, cabai rawit dan pakcoy turut dibudidayakan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Tak berhenti pada tanaman hortikultura, Rutan Dumai juga mengembangkan budidaya ikan lele sebagai bagian dari upaya menciptakan kegiatan produktif dan berkelanjutan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kepala Rutan Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang diharapkan mampu memberikan bekal nyata bagi warga binaan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Melalui kegiatan ketahanan pangan ini, warga binaan tidak hanya diajak untuk produktif, tetapi juga mendapatkan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,&rdquo; ujar Enang.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, keterampilan sederhana seperti bercocok tanam maupun budidaya ikan dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Di lahan tersebut, batas antara warga binaan, petugas, dan peserta magang seolah mencair. Mereka bekerja bersama, mulai dari menyiapkan media tanam, menanam bibit hingga merawat tanaman.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sebab, yang sedang ditanam di Rutan Dumai bukan hanya kangkung, cabai atau pakcoy. Ada harapan agar setelah keluar nanti, warga binaan mampu menanam kembali kehidupan yang lebih baik.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Rutan Dumai pun berkomitmen terus mengembangkan ketahanan pangan dengan memanfaatkan potensi yang ada. Program ini diharapkan menjadi bagian dari pembinaan yang tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga menumbuhkan keterampilan, rasa tanggung jawab, kemandirian dan kepercayaan diri warga binaan untuk menatap masa depan.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 13:47:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Imigrasi Dumai Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Berlangsung Sederhana dan Khidmat</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Imigrasi-Dumai-Gelar-Upacara-HUT-ke-81-RI--Berlangsung-Sederhana-dan-Khidmat</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir082026/9305_Imigrasi-Dumai-Gelar-Upacara-HUT-ke-81-RI--Berlangsung-Sederhana-dan-Khidmat.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	DUMAI &ndash; Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman kantor, Jalan Yos Sudarso, Senin pagi (17/8/2026).</p>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Upacara berlangsung sederhana namun penuh khidmat. Seluruh pegawai dan staf Kantor Imigrasi Dumai turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan tanpa terkecuali.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai, Ruhiyat M Tolib, memimpin langsung jalannya upacara. Pengibaran Sang Merah Putih, pembacaan teks Proklamasi, serta rangkaian penghormatan kepada para pahlawan berlangsung dengan tertib.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Dalam amanatnya, Ruhiyat menekankan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat dan negara.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Peringatan kemerdekaan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali mengingat perjuangan para pahlawan. Tugas kita saat ini adalah mengisi kemerdekaan dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,&rdquo; ujar Ruhiyat.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, semangat kemerdekaan harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, termasuk dalam memberikan pelayanan keimigrasian yang profesional, transparan dan berintegritas.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Mari kita jadikan semangat kemerdekaan sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik, menjaga integritas dan terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa dan negara,&rdquo; tambahnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Rangkaian upacara kemudian ditutup dengan doa. Meski digelar secara sederhana di halaman kantor, suasana peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan Imigrasi Dumai berlangsung penuh semangat nasionalisme dan kekhidmatan.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 00:24:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>81 Tahun Indonesia Merdeka, Erwin Sitompul Berharap Presiden Prabowo Kunjungi Istana Siak</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/81-Tahun-Indonesia-Merdeka--Erwin-Sitompul-Berharap-Presiden-Prabowo-Kunjungi-Istana-Siak</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir082026/1457_81-Tahun-Indonesia-Merdeka--Erwin-Sitompul-Berharap-Presiden-Prabowo-Kunjungi-Istana-Siak.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	&lrm;SIAK &mdash; Memasuki usia ke-81 Republik Indonesia, Istana Siak Sri Indrapura dinilai belum pernah menerima kunjungan resmi seorang Presiden Republik Indonesia saat menjabat. Kondisi tersebut menjadi perhatian pejuang pendidikan asal Riau, Erwin Sitompul, yang berharap PresidenPrabowo Subianto dapat mengukir sejarah dengan datang langsung ke salah satu ikon kebesaran Melayu tersebut.</p>
<div>
	&lrm;</div>
<div>
	&lrm;Menurut Erwin Sitompul, Istana Siak bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan simbol kejayaan Kesultanan Siak yang memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Ia menilai kehadiran kepala negara akan menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan sejarah sekaligus masyarakat Melayu di Provinsi Riau.</div>
<div>
	&lrm;</div>
<div>
	&lrm;&ldquo;Sudah 81 tahun Indonesia merdeka. Harapan kami, Presiden Prabowo menjadi presiden pertama yang datang secara resmi ke Istana Siak. Ini bukan hanya tentang Siak, tetapi tentang menghargai sejarah dan jati diri bangsa,&rdquo; ujar Erwin Sitompul.</div>
<div>
	&lrm;</div>
<div>
	&lrm;Istana Siak Sri Indrapura merupakan salah satu peninggalan bersejarah paling megah di Sumatera. Dibangun pada masa Kesultanan Siak, istana tersebut menjadi saksi perjalanan politik, budaya, dan peradaban Melayu yang memiliki kontribusi besar terhadap Indonesia.</div>
<div>
	&lrm;</div>
<div>
	&lrm;Erwin menambahkan, kunjungan Presiden diharapkan mampu mendorong perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian cagar budaya, pengembangan pariwisata sejarah, serta penguatan identitas budaya Melayu di tingkat nasional.</div>
<div>
	&lrm;</div>
<div>
	&lrm;Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum HUT ke-81 RI sebagai pengingat bahwa sejarah daerah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sejarah Indonesia.</div>
<div>
	&lrm;</div>
<div>
	&lrm;&ldquo;Semoga harapan ini dapat terwujud, sehingga Istana Siak menjadi saksi hadirnya Presiden Republik Indonesia dalam sebuah kunjungan bersejarah,&rdquo; tutupnya.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Mon, 17 Aug 2026 23:34:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Ketua KONI Dumai Harus Punya Waktu, Fokus dan Komitmen Mengurus Olahraga</title>
<link>https://www.globalriau.com/Sport/Ketua-KONI-Dumai-Harus-Punya-Waktu--Fokus-dan-Komitmen-Mengurus-Olahraga</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir082026/9694_Ketua-KONI-Dumai-Harus-Punya-Waktu--Fokus-dan-Komitmen-Mengurus-Olahraga.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div>
	<strong>DUMAI</strong> &mdash; Menjelang Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) KONI Kota Dumai, muncul sejumlah nama dari berbagai latar belakang yang menyatakan diri siap memimpin organisasi olahraga tersebut.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Dinamika itu merupakan bagian dari proses demokrasi organisasi dan setiap orang tentu memiliki hak untuk maju sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku. Namun di tengah munculnya banyak kandidat, ada satu hal yang menurut Abdul Kadir Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Dumai melalui Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga MPC Pemuda Pancasila Kota Dumai perlu menjadi perhatian bersama.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	KONI jangan hanya dipandang sebagai sebuah jabatan. KONI adalah amanah untuk mengurus masa depan olahraga dan atlet Kota Dumai.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, masyarakat olahraga perlu kembali melihat persoalan secara lebih mendasar. Bukan sekadar siapa yang memiliki posisi paling kuat, siapa yang memiliki jaringan paling luas, atau siapa yang paling populer, tetapi siapa yang benar-benar memiliki kemampuan, pengalaman, waktu yang cukup, fokus dan komitmen untuk mengurus KONI.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Ini bukan soal menyerang siapa pun. Bukan soal latar belakang seseorang. Kita hanya ingin bertanya secara objektif, kalau seseorang ingin mengambil amanah sebagai Ketua KONI, apakah dia benar-benar siap dengan seluruh risiko, beban dan tanggung jawabnya?&rdquo; ujarnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, ada dua ukuran penting yang harus dilihat bersama dalam menentukan seorang pemimpin KONI, yaitu layak dan patut.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Orang yang layak belum tentu patut. Orang yang patut belum tentu layak. Yang kita cari adalah orang yang layak sekaligus patut,&rdquo; tegasnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Layak, menurutnya, berarti seseorang memang memahami dunia olahraga, memiliki pengalaman, kemampuan manajerial, mengerti persoalan cabang olahraga, atlet, pembinaan dan organisasi.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sementara patut berarti orang tersebut memiliki kesiapan untuk memberikan waktu, tenaga, pikiran dan perhatian yang cukup untuk mengurus KONI tanpa membuat organisasi menjadi tanggung jawab sambilan yang harus dikerjakan ketika memiliki waktu luang.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Kita membutuhkan orang yang ketika menerima amanah ini benar-benar siap mencurahkan perhatian kepada KONI. Bukan orang yang waktunya sudah terbagi ke begitu banyak tanggung jawab lain sehingga KONI akhirnya hanya mendapatkan sisa waktu,&rdquo; ujarnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	<strong>Popularitas</strong> <strong>Bukan</strong> <strong>Ukuran</strong> <strong>Tunggal</strong> <strong>Kelayakan</strong></div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak keliru dalam menilai seseorang yang muncul sebagai calon Ketua KONI.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, seseorang yang dikenal sebagai tokoh, aktif dalam berbagai kegiatan sosial, aktif dalam organisasi kepemudaan, kemasyarakatan maupun berbagai organisasi lainnya tentu merupakan hal positif dan patut diapresiasi.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Namun, aktivitas tersebut tidak serta-merta menjadi ukuran bahwa seseorang telah layak dan patut memimpin KONI.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Jangan karena seseorang tokoh, aktif di kepemudaan, aktif kegiatan sosial, kemudian langsung kita simpulkan dia pasti layak dan mampu memimpin KONI. Tidak sesederhana itu,&rdquo; ujarnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Begitu pula seseorang yang dikenal luas sebagai tokoh masyarakat ataupun memiliki jaringan yang kuat, menurutnya, tidak otomatis menjadi orang yang paling tepat memimpin organisasi olahraga prestasi.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Popularitas adalah modal sosial. Jabatan adalah amanah. Aktivitas organisasi adalah pengalaman. Tetapi semuanya belum cukup kalau tidak dibarengi pemahaman dan pengabdian nyata terhadap olahraga,&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, KONI merupakan organisasi yang menaungi seluruh cabang olahraga dan menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan atlet serta prestasi daerah.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Karena itu, orang yang memimpinnya harus benar-benar memahami dunia olahraga, memahami karakter cabang olahraga, memahami proses pembinaan, memahami persoalan atlet dan pelatih, serta matang dalam mengelola organisasi olahraga.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Kita tidak sedang mencari orang yang hanya dikenal oleh masyarakat. Kita mencari orang yang dikenal oleh persoalan olahraga dan memahami apa yang dibutuhkan olahraga itu sendiri,&rdquo; tegasnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia menambahkan, penilaian terhadap seluruh calon harus menggunakan ukuran yang sama.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Jangan karena seseorang punya jabatan, lalu otomatis dianggap layak. Jangan pula karena seseorang populer dan aktif di berbagai organisasi, lalu otomatis dianggap mampu. Ukurannya harus sama untuk semua: apakah dia memahami, apakah dia mampu, apakah dia matang, dan apakah dia punya waktu untuk benar-benar mengurus KONI?&rdquo; ujarnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, pada akhirnya yang dibutuhkan KONI bukan sekadar seseorang yang mempunyai kemampuan untuk memimpin, tetapi seseorang yang sudah siap mengabdikan dirinya untuk olahraga.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;KONI membutuhkan orang yang memang sudah matang. Orang yang ketika diberi amanah ini, pikirannya olahraga, waktunya untuk olahraga dan tenaganya untuk olahraga. Karena di belakang KONI ada banyak cabor, ada atlet, ada pelatih, ada orang tua atlet dan ada masa depan anak-anak Dumai,&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Jangan Sampai Ketua Selalu &ldquo;Sedang Di Luar Kota&rdquo;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Dan yang tidak kalah penting, menurutnya, waktu dan fokus harus menjadi garis benang merah dalam menilai seluruh calon.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Kita tidak ingin suatu hari nanti ketika cabang olahraga membutuhkan Ketua KONI, jawabannya adalah, &lsquo;Ketua sedang dinas.&rsquo;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ketika atlet membutuhkan keputusan organisasi, jawabannya, &lsquo;Ketua sedang ada agenda.&rsquo;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ketika cabor membutuhkan penyelesaian persoalan, jawabannya, &lsquo;Ketua sedang menjalankan tugas lainnya.&rsquo;&rdquo;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Kita tidak ingin KONI Kota Dumai berada dalam situasi seperti itu. Kita membutuhkan Ketua yang hadir ketika organisasi membutuhkan dirinya. Bukan hanya hadir ketika ada acara seremonial,&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Siapa pun orangnya, siapa pun latar belakangnya, mari kita ukur hal yang sama. Apakah dia mempunyai waktu yang cukup? Apakah dia bisa fokus? Apakah dia siap memberikan perhatian yang dibutuhkan KONI? Karena kalau waktunya saja sudah terbagi ke berbagai amanah dan tanggung jawab lain, kita harus jujur bertanya: berapa banyak waktu yang benar-benar bisa diberikan untuk KONI?&rdquo; ujarnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	<strong>Sejarah</strong> <strong>Harus</strong> <strong>Menjadi</strong> <strong>Bahan</strong> <strong>Evaluasi</strong></div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, pertanyaan tersebut bukan tanpa alasan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sejumlah persoalan olahraga Dumai selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa pembinaan atlet tidak boleh dikerjakan setengah hati.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Misalnya, pernah diberitakan puluhan atlet karate Kota Dumai diberangkatkan menuju Pekanbaru menggunakan ambulans setelah pengurus cabang olahraga mengaku kecewa karena tidak memperoleh dukungan transportasi sebagaimana diharapkan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Pengurus saat itu bahkan meminta perhatian lebih serius terhadap atlet yang selama ini membawa nama Dumai dalam berbagai pertandingan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Persoalan pembinaan atlet juga bukan cerita baru. Pada tahun yang sama, KONI Dumai menyampaikan bahwa sejumlah atlet berprestasi memilih pindah membela daerah lain karena persoalan perhatian, uang pembinaan dan fasilitas. Lima atlet disebut telah hijrah ke sejumlah kabupaten/kota di Riau.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Artinya, persoalan olahraga kita bukan persoalan yang baru muncul hari ini. Kita punya sejarah yang harus dijadikan pelajaran. Jangan sampai setiap pergantian kepemimpinan kita kembali mengulang persoalan yang sama,&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, sejarah tersebut harus menjadi pengingat bahwa KONI membutuhkan kepemimpinan yang benar-benar bekerja dan hadir.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Jangan sampai kita memiliki organisasi, memiliki pengurus, memiliki ketua, tetapi atlet dan cabor justru merasa berjalan sendiri. Itu yang harus kita hindari,&rdquo; ujarnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	<strong>Ketua</strong> <strong>KONI</strong> <strong>Harus</strong> <strong>Punya</strong> <strong>Waktu</strong> <strong>yang</strong> <strong>Cukup</strong></div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia menilai salah satu persoalan paling penting yang harus diuji kepada seluruh calon adalah layak dan patut, terutama terkait dengan ketersediaan waktu.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Jika seseorang dinilai layak karena memahami olahraga dan memiliki kemampuan untuk mengelola organisasi, maka ia juga harus dinilai patut dari kesanggupannya menyediakan waktu dan perhatian yang cukup.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	AD/ART KONI sendiri mencantumkan kriteria Ketua Umum, antara lain memiliki kemampuan manajerial serta pengabdian dan waktu yang cukup untuk mengelola organisasi keolahragaan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Karena itu, menurutnya, persoalan waktu tidak boleh dianggap sebagai persoalan kecil.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Siapa pun calon itu, dari latar belakang apa pun, kita harus bertanya hal yang sama. Apakah dia punya waktu yang cukup untuk mengurus KONI?&rdquo; tegasnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan berarti seseorang yang sedang mengemban amanah lain tidak boleh menjadi Ketua KONI.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Bukan berarti seseorang yang telah mengemban amanah dari masyarakat tidak boleh menjadi Ketua KONI. Bukan itu. Kita tidak menyerang profesinya. Kita menghormati setiap amanah yang sedang dipikul seseorang,&rdquo; ujarnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Namun kita juga harus melihat tanggung jawab yang sudah melekat pada dirinya. Kalau tanggung jawab utamanya saja membutuhkan perhatian besar, lalu KONI juga membutuhkan perhatian besar, kita harus bertanya, apakah waktunya cukup?&rdquo;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, pertanyaan itu justru merupakan bentuk tanggung jawab moral sebelum seseorang mengambil amanah baru.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Jangan sampai kita hanya bersemangat memenangkan kontestasi. Setelah mendapatkan jabatan, baru kita menyadari bahwa ternyata waktu kita tidak cukup. Yang akhirnya menjadi korban adalah organisasi, cabor dan atlet,&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	<strong>Bukan</strong> <strong>Soal</strong> <strong>Siapa</strong> <strong>yang</strong> <strong>Bisa</strong> <strong>Mendapatkan</strong> <strong>Anggaran</strong></div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia juga menilai argumentasi bahwa seorang calon tertentu akan lebih mudah memperjuangkan anggaran karena memiliki jaringan atau posisi tertentu tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, anggaran olahraga memang harus diperjuangkan karena pembinaan atlet, pelatih, kompetisi dan pengembangan cabang olahraga membutuhkan dukungan yang memadai.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Namun, KONI tidak hanya membutuhkan orang yang mampu membuka pintu anggaran. KONI membutuhkan orang yang mampu mengelola apa yang ada di balik pintu tersebut.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Anggaran memang penting. Tetapi pertanyaannya, siapa yang mampu mengelolanya? Siapa yang mampu membuat program pembinaan? Siapa yang mampu memastikan cabor mendapatkan perhatian? Siapa yang mampu mengawal atlet sampai berprestasi?&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia menilai pemerintah, legislatif, dunia usaha, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan olahraga memang memiliki peran masing-masing dalam membangun olahraga.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Pembinaan olahraga adalah kebutuhan daerah dan kebutuhan generasi muda. Semua pihak harus mengambil peran sesuai fungsi masing-masing. Jadi jangan sampai akses terhadap anggaran dijadikan satu-satunya alasan untuk menentukan siapa yang paling layak memimpin KONI,&rdquo; tegasnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap dukungan yang diberikan kepada olahraga benar-benar diterjemahkan menjadi pembinaan dan prestasi.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Yang kita butuhkan bukan hanya orang yang bisa memperjuangkan anggaran, tetapi orang yang bisa mengubah dukungan itu menjadi program, pembinaan dan prestasi,&rdquo; ujarnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kembalikan KONI kepada Orang yang Mengabdikan Diri kepada Olahraga</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Karena itu, ia berharap proses Musorkotlub KONI Dumai benar-benar memilih berdasarkan kapasitas, bukan sekadar popularitas atau kepentingan kontestasi.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Kalau kita ingin melihat KONI maju, serahkanlah kepada orang yang memang sudah lama berkecimpung di dunia olahraga. Orang yang memahami cabor, memahami atlet, memahami pembinaan dan memahami bagaimana organisasi olahraga bekerja,&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia menegaskan bahwa yang dimaksud bukan semata-mata mantan atlet.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Bukan berarti harus mantan atlet. Tetapi orang tersebut harus memahami dunia olahraga, memiliki pengalaman organisasi, punya kemampuan manajerial, punya waktu dan benar-benar siap mengabdikan dirinya,&rdquo; ujarnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, Dumai memiliki banyak atlet dan cabang olahraga yang membutuhkan kepemimpinan yang aktif.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Di belakang Ketua KONI itu ada atlet. Ada pelatih. Ada cabor. Ada orang tua atlet. Ada anak-anak muda yang sedang mengejar prestasi. Jangan sampai ambisi memenangkan kontestasi justru lebih besar daripada kesanggupan menjalankan amanah setelah terpilih,&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia kembali menekankan bahwa layak dan patut harus berjalan bersama.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Kalau dia layak tetapi tidak punya waktu, maka kita harus bertanya apakah dia patut menerima amanah itu. Kalau dia punya waktu tetapi tidak memahami olahraga, tentu juga belum cukup. Jadi dua-duanya harus ada. Layak dari sisi kemampuan dan pengalaman, patut dari sisi waktu, fokus dan kesediaan mengabdi.&rdquo;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	<strong>Tepuk</strong> <strong>Dada</strong>, <strong>Tanya</strong> <strong>Selera</strong></div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia mengajak seluruh calon dan seluruh pihak yang terlibat dalam Musorkotlub untuk melakukan introspeksi sebelum mengambil keputusan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Dalam budaya kita ada ungkapan tepuk dada, tanya selera. Kalau kita ingin mengambil amanah, kita harus siap dengan seluruh konsekuensinya. Jangan hanya siap menang dalam kontestasi, tetapi tidak siap menjalankan tanggung jawab setelah menang,&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, jabatan Ketua KONI tidak boleh dipandang sebagai tambahan status atau prestise.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Jangan karena ada kesempatan, semua orang merasa harus menjadi ketua. Kita harus tahu diri, tahu kemampuan dan tahu tanggung jawab. Kalau memang punya kemampuan, punya waktu dan punya komitmen, silakan maju. Tetapi kalau akhirnya olahraga yang menjadi korban karena kita tidak mampu fokus, itu yang tidak kita inginkan,&rdquo; ujarnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia kemudian mengutip filosofi Melayu yang menurutnya relevan dengan proses pemilihan tersebut.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Orang bijak sadar diri, tahu tuah. Sila masuk, sila duduk, jangan ledah.&rdquo;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Baginya, ungkapan tersebut bukan untuk merendahkan siapa pun, melainkan mengingatkan bahwa setiap orang memiliki ruang pengabdian masing-masing.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Setiap orang punya fungsi, punya amanah dan punya ruang pengabdian. Yang penting adalah bagaimana kita menempatkan diri sesuai kemampuan dan kesanggupan kita,&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	<strong>Setelah</strong> <strong>Terpilih</strong>, <strong>Semua</strong> <strong>Harus</strong> <strong>Bersatu</strong></div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Meski memberikan pandangan kritis, ia menegaskan bahwa pihaknya akan menghormati siapa pun yang nantinya terpilih melalui mekanisme organisasi yang sah.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Setelah Musorkot selesai, siapa pun yang terpilih, mari kita dukung. Tidak boleh lagi ada kubu-kubuan. Tidak ada lagi siapa menang dan siapa kalah. Yang harus menang adalah olahraga Kota Dumai,&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Namun sebelum keputusan itu diambil, ia berharap seluruh peserta Musorkot benar-benar melihat masa depan olahraga Dumai.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Yang kita cari bukan orang yang sekadar mau menjadi Ketua KONI. Yang kita cari adalah orang yang sanggup menjadi Ketua KONI,&rdquo; tegasnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia berharap Ketua KONI berikutnya merupakan sosok yang telah lama mengabdikan dirinya pada olahraga, memahami persoalan atlet dan cabor, memiliki kemampuan manajerial, mempunyai waktu yang cukup, serta benar-benar menjadikan olahraga sebagai pengabdian.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Jangan setelah terpilih kita kembali mencari-cari ketuanya. Jangan sampai atlet menunggu, cabor menunggu, program menunggu dan prestasi menunggu. Ketua harus hadir,&rdquo; ujarnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, amanah tersebut harus diberikan kepada orang yang memang sudah mempersiapkan dirinya untuk mengabdikan waktu, tenaga dan pikirannya bagi olahraga.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Kalau seseorang sudah tahu bahwa dirinya memiliki banyak amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan, maka tepuk dada, tanya selera. Ukur kemampuan diri. Karena menerima amanah bukan hanya soal boleh atau tidak boleh, tetapi soal sanggup atau tidak sanggup,&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Pada akhirnya, menurutnya, kontestasi Ketua KONI bukan tentang siapa yang paling populer, paling kuat atau paling banyak memiliki jaringan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Yang harus kita pilih adalah orang yang layak dan patut. Layak karena memahami, mampu dan berpengalaman. Patut karena memiliki waktu, fokus dan kesediaan untuk mengabdikan dirinya.&rdquo;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Karena yang harus kita pilih bukan orang yang paling membutuhkan jabatan itu, tetapi orang yang paling dibutuhkan oleh olahraga Kota Dumai.&rdquo;</div>
 ]]></description>
<pubDate>Mon, 17 Aug 2026 23:30:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Hak Kontraktor Belum Dibayar, PT Atom Jaya Makmur Pertanyakan Sisa Pembayaran 3,9 Persen Proyek Cipondoh Lake View</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Hak-Kontraktor-Belum-Dibayar--PT-Atom-Jaya-Makmur-Pertanyakan-Sisa-Pembayaran-3-9-Persen-Proyek-Cipondoh-Lake-View</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir082026/2233_Hak-Kontraktor-Belum-Dibayar--PT-Atom-Jaya-Makmur-Pertanyakan-Sisa-Pembayaran-3-9-Persen-Proyek-Cipondoh-Lake-View.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div>
	TANGERANG &ndash; Persoalan pembayaran pekerjaan konstruksi mencuat di proyek perumahan Cipondoh Lake View. PT Atom Jaya Makmur selaku kontraktor pelaksana pembangunan rumah di Blok A4 mengaku masih menunggu pembayaran atas pekerjaan yang disebut mencapai 3,9 persen dari nilai kontrak.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Perwakilan PT Atom Jaya Makmur, Zidan Ode, mengatakan pekerjaan yang mereka laksanakan sebelumnya dihentikan secara sepihak oleh pihak developer, PT Baskara Mutu Sentosa, pada Juni 2025.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurut Zidan, saat penghentian pekerjaan (cut off) dilakukan, pihak developer telah melakukan penghitungan terhadap bobot pekerjaan yang telah dilaksanakan PT Atom Jaya Makmur.&nbsp;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Berdasarkan perhitungan tersebut, masih terdapat bobot pekerjaan sebesar 3,9 persen yang sesuai kesepakatan kontrak akan dibayarkan setelah pembangunan rumah mencapai 100 persen.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Awalnya pada Juni 2025, pekerjaan di-cut off sepihak oleh PT Baskara Mutu Sentosa. Bobot pekerjaan kami dihitung sebesar 3,9 persen dan sesuai kontrak akan dibayarkan setelah rumah selesai 100 persen,&rdquo; ujar Zidan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Setelah pekerjaan PT Atom Jaya Makmur dihentikan, pembangunan kemudian dilanjutkan oleh kontraktor pengganti, yakni PT Nataco.</div>
<div>
	Zidan menyebutkan, saat ini rumah yang menjadi objek pekerjaan tersebut telah selesai dan dalam kondisi siap huni. Namun, pembayaran atas hak PT Atom Jaya Makmur yang diklaim sebesar 3,9 persen dari nilai kontrak belum juga diterima.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Pekerjaan kemudian dilanjutkan kontraktor pengganti atas nama PT Nataco. Sekarang sudah sekitar satu tahun dan kami melakukan penagihan, tetapi belum ada itikad baik dari developer untuk membayar,&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia menegaskan, pihaknya berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik dengan mengacu pada kontrak dan perhitungan pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya.</div>
<div>
	Menurutnya, tuntutan pembayaran tersebut bukan berkaitan dengan pekerjaan baru, melainkan hak atas pekerjaan yang telah dilaksanakan PT Atom Jaya Makmur sebelum proyek dilanjutkan oleh kontraktor pengganti.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Rumah yang kami kerjakan sekarang sudah siap huni. Sampai saat ini hak pekerja kami belum dibayarkan oleh developer,&rdquo; ujarnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Zidan berharap pihak PT Baskara Mutu Sentosa dapat memberikan kejelasan mengenai pembayaran tersebut sehingga persoalan tidak berlarut-larut.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Mon, 17 Aug 2026 20:48:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>729 Warga Binaan Rutan Dumai Terima Remisi HUT ke-81 RI, 5 Orang Langsung Bebas</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/729-Warga-Binaan-Rutan-Dumai-Terima-Remisi-HUT-ke-81-RI--5-Orang-Langsung-Bebas</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir082026/22_729-Warga-Binaan-Rutan-Dumai-Terima-Remisi-HUT-ke-81-RI--5-Orang-Langsung-Bebas.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div>
	<strong>DUMAI</strong> &ndash; Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 membawa kabar bahagia bagi ratusan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai. Sebanyak 729 warga binaan menerima Remisi Umum (RU) 2026, dan lima orang di antaranya langsung menghirup udara bebas setelah mendapatkan pengurangan masa pidana.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Penyerahan remisi menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang berlangsung di Kota Dumai, Senin (17/8/2026).</div>
<div>
	Sebelum menerima remisi, jajaran pejabat struktural dan petugas Rutan Dumai mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Serbaguna Rutan Dumai.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan di Pendopo Pemerintah Kota Dumai. Di lokasi tersebut, jajaran Rutan Dumai bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti prosesi peringatan kemerdekaan, termasuk menyaksikan detik-detik Proklamasi.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Suasana semakin bermakna ketika penyerahan remisi dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Dumai Paisal kepada perwakilan warga binaan.</div>
<div>
	Remisi diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, termasuk berkelakuan baik serta aktif mengikuti berbagai program pembinaan selama menjalani masa pidana.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Bagi 729 warga binaan tersebut, remisi bukan sekadar pengurangan masa hukuman. Pemberian hak tersebut menjadi bentuk apresiasi negara atas perubahan perilaku dan kesungguhan mereka mengikuti proses pembinaan di dalam Rutan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Terlebih bagi lima warga binaan yang langsung bebas. Hari Kemerdekaan tahun ini menjadi momentum penting untuk membuka lembaran kehidupan baru setelah menyelesaikan masa pidananya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kepala Rutan Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi, turut hadir dalam rangkaian kegiatan bersama jajaran Forkopimda Kota Dumai.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Pemberian remisi diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus menjaga perilaku, mengikuti program pembinaan secara sungguh-sungguh, serta mempersiapkan diri agar mampu kembali ke tengah masyarakat.</div>
<div>
	Bagi warga binaan yang langsung bebas, kebebasan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk kembali berkumpul bersama keluarga dan membangun kehidupan yang lebih baik.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah, memperbaiki diri, dan kembali berkontribusi positif bagi masyarakat.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Mon, 17 Aug 2026 16:04:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>HUT Ke-81 RI di Dumai Berlangsung Semarak, Paskibraka dan Ragam Budaya Nusantara Warnai Upacara Kemerdekaan</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/HUT-Ke-81-RI-di-Dumai-Berlangsung-Semarak--Paskibraka-dan-Ragam-Budaya-Nusantara-Warnai-Upacara-Kemerdekaan</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir082026/8642_HUT-Ke-81-RI-di-Dumai-Berlangsung-Semarak--Paskibraka-dan-Ragam-Budaya-Nusantara-Warnai-Upacara-Kemerdekaan.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;"><strong>DUMAI</strong> &ndash; Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Dumai berlangsung khidmat sekaligus semarak. Upacara pengibaran Bendera Merah Putih dipusatkan di Halaman Kantor Wali Kota Dumai, Jalan Tuanku Tambusai, Bagan Besar, Senin (17/8/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Wali Kota Dumai, H. Paisal, bertindak sebagai Inspektur Upacara dan memimpin seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat. Momentum sakral tersebut turut disaksikan Anggota DPRD Provinsi Riau, Ketua DPRD Kota Dumai, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para Asisten Sekretariat Daerah Kota Dumai.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Suasana upacara semakin semarak dengan kehadiran para kepala badan, kepala dinas, kepala bagian di lingkungan Pemerintah Kota Dumai, pimpinan instansi vertikal, serta tamu undangan lainnya. Keunikan juga terlihat dari busana para tamu yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Nusantara sebagai simbol keberagaman budaya dalam bingkai persatuan Indonesia.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Sementara itu, barisan peserta upacara diisi oleh gabungan personel TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), mahasiswa, hingga pelajar. Seluruh unsur tersebut berdiri dalam satu barisan sebagai gambaran semangat kebersamaan dalam mengisi kemerdekaan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Kelancaran pelaksanaan upacara tidak terlepas dari peran para perwira dan petugas komando. Perwira Upacara dipercayakan kepada Kapten Arhanud Zulkifli, yang sehari-hari bertugas sebagai Perwira Seksi Operasi Kodim 0320/Dumai.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Komandan Upacara dipercayakan kepada Kapten Infanteri Khoirul Anam, Wakil Komandan Denma Grup 3 Kopassus. Sementara pembacaan Teks Proklamasi dilakukan oleh Ketua DPRD Kota Dumai, Agus Miswandi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Untuk mendukung ketertiban dan kelancaran pelaksanaan di lapangan, Letda Laut (K) Udi Sah Putra Pinem, Paur Polum Lanal Dumai, bertindak sebagai Komandan Kompi Paskibraka Pagi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Seluruh rangkaian upacara dipandu oleh Halima Tushakdiah, Kasi Pendidikan Nonformal pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai, selaku pembawa acara.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Detik-detik pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu momen utama yang dinantikan peserta dan tamu undangan. Pasukan Paskibraka bergerak dengan penuh disiplin di bawah komando Komandan Peleton, Tri Ahmad Luthfi, pelajar SMA IT Plus Bazma Brilliant Dumai.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Tugas membawa baki Bendera Merah Putih dipercayakan kepada Yasmin Aurelia Herfa, siswi SMA Negeri 1 Dumai. Ia kemudian menyerahkan tugas tersebut kepada tim pengibar yang terdiri atas Muhammad Rezky Al Qodri dari SMA Negeri Binsus sebagai penerima bendera, Alvis Adyvka dari SMA Negeri 1 Dumai sebagai penggerek, serta Banin Herva Saputra dari SMA Negeri 2 Dumai sebagai pengempak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Setelah Sang Merah Putih berkibar gagah di langit Kota Dumai, pembacaan Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dilanjutkan oleh Muhammad Alvin Naufal Rinanda, Lurah Bagan Besar Timur. Sementara doa bersama dipimpin oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Bukit Kapur, Muhammad Subhan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Semarak peringatan kemerdekaan semakin terasa dengan penampilan Marching Band Gita Wibawa Praja Kota Dumai di bawah binaan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Dumai. Penampilan tersebut kemudian dipadukan dengan lantunan paduan suara siswa-siswi SMP Santo Tarcisius yang dibina Sartono Hutagalung.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Selain rangkaian upacara, momentum kemerdekaan tahun ini juga menjadi ajang memperkenalkan filosofi Logo Paskibraka Kota Dumai. Logo tersebut memuat sejumlah simbol yang merepresentasikan identitas, potensi, dan semangat pembangunan daerah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Elemen tetesan minyak melambangkan komoditas strategis daerah, khususnya industri pengolahan minyak mentah dan minyak sawit (CPO) yang menjadi bagian penting dalam perekonomian Kota Dumai. Huruf &quot;D&quot; merepresentasikan inisial Dumai dengan desain modern dan minimalis.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Kemudian, burung serindit menjadi simbol identitas Riau sekaligus menggambarkan kekayaan budaya dan keanekaragaman hayati daerah. Elemen kapal laut merepresentasikan posisi strategis Kota Dumai di Selat Malaka dan potensi maritimnya, sekaligus mengingatkan pada Lancang Kuning sebagai bagian dari identitas budaya Melayu.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Sementara kobaran api menjadi simbol semangat masyarakat dan pemerintah untuk terus bergerak maju, berinovasi, dan bekerja bersama dalam mewujudkan visi pembangunan Kota Dumai.</span></p>
<p>
	<span style="font-size:16px;">Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Dumai akhirnya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat rasa persatuan, mengenang jasa para pahlawan, serta meneguhkan semangat bersama dalam membangun daerah dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.</span></p>
 ]]></description>
<pubDate>Mon, 17 Aug 2026 07:13:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Upacara HUT Ke-81 RI di Kota Dumai Tampilkan Harmoni dalam Keberagaman</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Upacara-HUT-Ke-81-RI-di-Kota-Dumai-Tampilkan-Harmoni-dalam-Keberagaman</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir082026/1151_Upacara-HUT-Ke-81-RI-di-Kota-Dumai-Tampilkan-Harmoni-dalam-Keberagaman.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;"><strong>DUMAI</strong> &ndash; Sang Merah Putih kembali berkibar dengan gagah di langit Kota Dumai. Namun, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Idaman tahun ini menghadirkan makna yang lebih mendalam daripada sekadar seremoni pengibaran bendera.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Di balik langkah tegap pasukan upacara, lantunan lagu kebangsaan, dan beragam pakaian adat yang dikenakan para tamu undangan, tersirat pesan kuat tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Suasana penuh khidmat tersebut terasa dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Halaman Kantor Wali Kota Dumai, Jalan Tuanku Tambusai, Kelurahan Bagan Besar, Senin (17/8/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Wali Kota Dumai, H. Paisal, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh penghormatan sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa para pahlawan yang telah mengantarkan bangsa Indonesia menuju gerbang kemerdekaan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Momentum peringatan kemerdekaan kali ini juga menghadirkan suasana yang berbeda. Para tamu undangan tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, menciptakan pemandangan yang sarat akan nilai-nilai kebhinekaan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Keberagaman busana yang ditampilkan seakan menjadi representasi Indonesia dalam skala kecil. Perbedaan suku, budaya, bahasa, dan tradisi tidak menjadi penghalang untuk tetap bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Upacara tersebut turut dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Riau, Ketua DPRD Kota Dumai Agus Miswandi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kota Dumai Fahmi Rizal, para asisten di lingkungan Sekretariat Daerah, kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, serta berbagai unsur masyarakat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Semangat persatuan juga tercermin dari barisan peserta upacara yang terdiri atas personel TNI dan Polri, aparatur sipil negara, mahasiswa, hingga pelajar. Seluruh elemen masyarakat berdiri sejajar dalam satu barisan, menegaskan bahwa menjaga dan mengisi kemerdekaan merupakan tanggung jawab bersama.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Dumai menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa tidak terletak pada keseragaman, melainkan pada kemampuan untuk menghargai perbedaan dan menjadikannya sebagai perekat persatuan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">
	<span style="font-size:16px;">Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, semangat perjuangan para pendiri negara harus terus diwariskan kepada generasi penerus. Mengisi kemerdekaan tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan melalui karya, inovasi, pengabdian, dan komitmen untuk terus menjaga persatuan.</span></p>
<p>
	<span style="font-size:16px;">Melalui momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat Kota Dumai diajak untuk terus memperkuat rasa kebersamaan, membangun semangat gotong royong, serta memberikan kontribusi nyata demi mewujudkan Kota Dumai yang maju, harmonis, dan berkelanjutan.</span></p>
 ]]></description>
<pubDate>Mon, 17 Aug 2026 07:10:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Puluhan Remaja Rasakan Jadi Legislator, Gelar Rapat Banmus dan Banggar di DPRD Dumai</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Puluhan-Remaja-Rasakan-Jadi-Legislator--Gelar-Rapat-Banmus-dan-Banggar-di-DPRD-Dumai</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir082026/2008_Puluhan-Remaja-Rasakan-Jadi-Legislator--Gelar-Rapat-Banmus-dan-Banggar-di-DPRD-Dumai.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div>
	<strong>DUMAI</strong> &ndash; Program Remaja Bernegara (RBN) yang digelar DPD Partai NasDem Dumai memberikan pengalaman langsung kepada puluhan remaja untuk mengenal mekanisme kerja lembaga legislatif. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para peserta mengikuti simulasi Rapat Badan Musyawarah (Banmus) dan Badan Anggaran (Banggar) secara langsung di Gedung DPRD Kota Dumai, Sabtu (15/8/2026).</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan politik dan demokrasi bagi generasi muda. Tidak hanya menerima materi tentang fungsi DPRD, peserta RBN juga diajak mempraktikkan bagaimana proses pembahasan dan pengambilan keputusan berlangsung di lingkungan legislatif.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Didampingi anggota Fraksi NasDem DPRD Kota Dumai, puluhan remaja mengambil peran layaknya anggota DPRD. Mereka duduk dalam forum rapat, menyampaikan pandangan, mengikuti pembahasan agenda serta belajar memahami proses musyawarah dalam menjalankan tugas-tugas kedewanan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Dalam simulasi Badan Musyawarah, para peserta diperkenalkan dengan proses penyusunan dan pembahasan agenda kegiatan DPRD. Mereka belajar bahwa setiap agenda persidangan dan kegiatan DPRD membutuhkan perencanaan serta pembahasan melalui mekanisme yang telah ditetapkan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sementara dalam simulasi Badan Anggaran, para remaja diajak memahami bagaimana proses pembahasan anggaran daerah dilakukan. Peserta diberikan gambaran mengenai pentingnya pembahasan anggaran secara terukur serta kaitannya dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ketua DPRD Kota Dumai Agus Miswandi turut memberikan arahan kepada para peserta selama rangkaian kegiatan. Ia menjelaskan bahwa pengalaman mengikuti rapat secara langsung diharapkan dapat membuat generasi muda lebih memahami bagaimana fungsi DPRD dijalankan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Hari ini adik-adik kita tidak hanya belajar secara teori, tetapi langsung mempraktikkan bagaimana rapat di DPRD berjalan. Mereka mengikuti rapat Badan Musyawarah dan Badan Anggaran, sehingga bisa memahami bagaimana sebuah agenda dibahas dan bagaimana proses pengambilan keputusan dilakukan,&rdquo; ujar Agus.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para remaja untuk belajar menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab serta menghargai pandangan orang lain dalam sebuah forum.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Dalam rapat, tentu ada perbedaan pendapat. Yang penting adalah bagaimana perbedaan itu dibahas melalui musyawarah dan menghasilkan keputusan yang terbaik. Ini yang ingin kita tanamkan kepada generasi muda melalui kegiatan RBN,&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sementara itu, Sekretaris DPD Partai NasDem Dumai Jailani mengatakan RBN dirancang agar generasi muda mendapatkan pengalaman nyata mengenai kehidupan demokrasi dan sistem pemerintahan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Kita ingin anak-anak muda ini mendapatkan pengalaman yang tidak mereka dapatkan hanya dari buku atau pembelajaran di sekolah. Mereka hari ini duduk langsung di ruang rapat DPRD dan memainkan peran sebagai anggota dewan,&rdquo; ujar Jailani.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan minat generasi muda untuk memahami persoalan daerah serta berani menyampaikan gagasan untuk kepentingan masyarakat.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Harapan kita, dari RBN ini lahir generasi muda yang memahami bagaimana negara dan daerah ini dikelola, memiliki keberanian menyampaikan pendapat dan mampu menjadi pemimpin yang mengutamakan kepentingan masyarakat,&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Rangkaian kegiatan RBN di DPRD Dumai kemudian dilanjutkan dengan berbagai simulasi agenda kedewanan lainnya. Para peserta mendapat kesempatan untuk merasakan langsung suasana kerja legislatif sekaligus memahami bahwa setiap keputusan yang dihasilkan DPRD melalui proses pembahasan, musyawarah dan mekanisme yang telah ditentukan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Melalui kegiatan tersebut, gedung DPRD Kota Dumai untuk sementara menjadi ruang belajar demokrasi bagi generasi muda. Para peserta tidak hanya menjadi penonton, tetapi merasakan langsung bagaimana proses kerja seorang legislator dari dalam ruang rapat DPRD.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 14:20:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>RBN Nasdem, Remaja Dumai Belajar Fungsi DPRD dan Mekanisme Rapat</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/RBN-Nasdem--Remaja-Dumai-Belajar-Fungsi-DPRD-dan-Mekanisme-Rapat</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir082026/4026_RBN-Nasdem--Remaja-Dumai-Belajar-Fungsi-DPRD-dan-Mekanisme-Rapat.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div>
	<strong>DUMAI</strong> &ndash; Puluhan remaja di Kota Dumai mendapat pengalaman langsung mengenal dunia legislatif melalui kegiatan Remaja Bernegara (RBN) yang digelar DPD Partai NasDem Dumai, Sabtu (15/8/2026).</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kegiatan yang digelar serentak di Provinsi Riau tersebut berlangsung di Gedung DPRD Kota Dumai. Para peserta mendapat kesempatan untuk merasakan pengalaman menjadi anggota legislatif selama satu hari, sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan kedewanan secara langsung.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Tidak sekadar menjadi agenda seremonial, RBN di Dumai diarahkan sebagai ruang pembelajaran politik dan demokrasi bagi generasi muda. Para peserta diperkenalkan dengan tugas, fungsi serta mekanisme kerja DPRD dalam menjalankan perannya sebagai lembaga perwakilan rakyat daerah.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ketua DPRD Kota Dumai Agus Miswandi, yang juga merupakan kader Partai NasDem, secara langsung memberikan penjelasan kepada para peserta mengenai bagaimana DPRD menjalankan tugas dan fungsinya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Di hadapan puluhan remaja tersebut, Agus menjelaskan fungsi DPRD, termasuk fungsi pembentukan peraturan daerah, anggaran dan pengawasan. Peserta juga diperkenalkan dengan mekanisme pelaksanaan rapat di DPRD serta tahapan pembahasan berbagai persoalan sesuai dengan kewenangan lembaga legislatif.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Agus juga menjelaskan bahwa setiap anggota DPRD memiliki tugas pokok dan fungsi yang harus dijalankan sesuai ketentuan. Karena itu, pembahasan dalam rapat maupun sidang DPRD tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan agenda, bidang tugas dan kewenangan masing-masing alat kelengkapan dewan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Hari ini adik-adik kita berikan pemahaman bagaimana DPRD bekerja. Mulai dari fungsi DPRD, bagaimana rapat dilaksanakan, bagaimana pembagian tugas dan pokok masing-masing anggota maupun alat kelengkapan dewan, sampai dengan materi yang dibahas sesuai dengan tupoksi DPRD,&rdquo; ujar Agus.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurut Agus, pengalaman langsung di dalam gedung DPRD menjadi cara yang efektif untuk mengenalkan proses demokrasi kepada generasi muda.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Mereka tidak hanya mendengar teori, tetapi bisa melihat dan merasakan langsung bagaimana sebuah rapat dilaksanakan, bagaimana menyampaikan pendapat, bagaimana mendengarkan pandangan yang berbeda dan bagaimana mengambil keputusan melalui mekanisme yang berlaku,&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Dalam kegiatan tersebut, puluhan remaja juga didampingi anggota Fraksi NasDem DPRD Kota Dumai. Mereka diberikan ruang untuk mempraktikkan proses persidangan dan memahami bagaimana seorang anggota legislatif menjalankan tanggung jawabnya sebagai wakil masyarakat.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Para peserta kemudian mengikuti simulasi rapat paripurna di ruang sidang DPRD Kota Dumai. Suasana dibuat menyerupai pelaksanaan sidang sesungguhnya, sehingga para remaja dapat memahami tahapan dan tata cara persidangan di lembaga legislatif.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sekretaris DPD Partai NasDem Dumai, Jailani, mengatakan RBN menjadi bagian dari komitmen NasDem dalam memberikan pendidikan politik kepada generasi muda melalui pengalaman langsung.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;RBN ini kita hadirkan agar generasi muda mengenal kehidupan bernegara dan memahami bagaimana proses demokrasi berjalan. Mereka kita ajak masuk langsung ke DPRD, berdialog dengan anggota dewan dan merasakan bagaimana menjadi seorang legislator,&rdquo; ujar Jailani.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan keberanian generasi muda untuk menyampaikan gagasan sekaligus memahami bahwa menjadi wakil rakyat memiliki tanggung jawab besar kepada masyarakat.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Kita berharap dari kegiatan ini anak-anak muda Dumai semakin memahami politik, bukan dalam arti politik praktis semata, tetapi bagaimana mereka nantinya menjadi generasi yang mampu berpikir kritis, menyampaikan aspirasi dan ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah,&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Melalui RBN, gedung DPRD Kota Dumai yang selama ini identik dengan aktivitas para legislator, untuk sehari menjadi ruang belajar bagi generasi muda. Dari kursi anggota dewan hingga ruang paripurna, para peserta diajak memahami bahwa demokrasi tidak hanya berbicara mengenai pemilu, tetapi juga tentang proses menyerap aspirasi, membahas persoalan masyarakat dan mengambil keputusan melalui mekanisme yang telah ditetapkan.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 13:23:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>KONI Dipimpin Anggota Dewan, Target Medali Atau Konsolidasi Kekuasaan</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/KONI-Dipimpin-Anggota-Dewan--Target-Medali-Atau-Konsolidasi-Kekuasaan</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir082026/1093_KONI-Dipimpin-Anggota-Dewan--Target-Medali-Atau-Konsolidasi-Kekuasaan.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p>
	Olahraga tidak pernah benar-benar lepas dari politik. Tapi kali ini tarikannya terlalu kasat mata. Di tengah proses penjaringan Ketua KONI Dumai, dua nama dari DPRD Kota Dumai ikut mengambil formulir. Mereka adalah Wakil Ketua DPRD Dumai Johannes MP Tetelepta dan Ketua Komisi I DPRD Dumai Edison. Undang-undang mungkin membolehkan. Namun etika harus bicara. Jangan sampai KONI Dumai berubah dari rumah pembinaan atlet, menjadi ruang perpanjangan kekuasaan.&nbsp;</p>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	UNDANG-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan memang sudah mencabut larangan rangkap jabatan bagi pejabat publik di kepengurusan KONI. Aturan lama UU 3/2005 yang memisahkan kursi dewan dan kursi KONI sudah tidak berlaku lagi.&nbsp;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Tapi &quot;boleh&quot; secara hukum bukan berarti &quot;pantas&quot; secara nalar publik. Dan di Dumai, pertanyaannya sederhana, untuk apa anggota dewan butuh satu kursi lagi?.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Dalih yang salah satunya mungkin untuk &quot;memperlancar anggaran&quot; adalah jebakan. Selama ini para pembela rangkap jabatan selalu pakai argumen klasik. Dengan jabatan yang disandang, dana lebih mudah turun. Anggaran pembinaan, dana hibah, CSR dan lainnya semua bisa jadi lancar.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Dalih itu mungkin benar. Tapi itu juga masalahnya. Kalau KONI hanya bisa hidup karena ada anggota dewan di dalamnya, berarti KONI gagal menjadi lembaga mandiri. Olahraga kita berubah dari prestasi menjadi proyek lobi.&nbsp;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Lebih ironi lagi, yang meloloskan anggaran dan yang menerima anggaran jadi orang yang sama, atau setidaknya satu lingkaran. Di mana fungsi pengawasan DPRD? Di mana checks and balances?</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	KONI butuh kemandirian, bukan ketergantungan. Kalau tiap tahun KONI harus &quot;numpang wibawa&quot; wakil ketua dewan atau ketua komisi agar tidak mati, maka selama itu pula pembinaan atlet tidak akan pernah profesional.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Tidak kalah pentingnya, mari kita jujur. Penilaian publik terhadap kinerja DPRD saat ini sedang tidak bagus-bagusnya. Fungsi penganggaran dan fungsi pengawasan terhadap eksekutif, BUMD, dan penggunaan APBD masih sering dianggap formalitas.&nbsp;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Di tengah tumpukan PR itu, dua pimpinan dewan justru menambah beban baru. Mengurus cabang olahraga, atlet, pelatih, event, dan konflik internal cabor. Bisakah seseorang menjalankan fungsi pengawasan 24 jam di DPRD, lalu di malam harinya rapat membahas agenda KONI ?. Fisikanya mungkin. Kualitasnya yang patut dipertanyakan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Rakyat memilih mereka untuk mengawasi pemerintah, bukan untuk mengawasi wasit cabor karate. Jika waktu, energi, dan fokus terbelah, yang rugi tetap warga Dumai.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	KONI bukan yayasan amal. KONI memegang akses anggaran daerah, hibah, sponsor, dan penentuan siapa dapat berangkat ke event.&nbsp;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ketika Wakil Ketua DPRD atau Ketua Komisi I DPRD Dumai duduk sebagai Ketua KONI, maka secara struktural ia adalah pihak yang mengawasi dinas terkait, sekaligus pihak yang akan meminta dana ke dinas yang sama untuk KONI. Garisnya tipis sekali antara &quot;memperjuangkan olahraga&quot; dan &quot;mengamankan kepentingan&quot;.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Apalagi menjelang tahun politik. Olahraga adalah panggung paling empuk untuk pencitraan melalui pembagian bantuan, pelepasan atlet, seremonial kejuaraan. Godaan menggunakan logo KONI untuk kepentingan pribadi dan elektoral itu nyata. UU 11/2022 membuka pintu, tapi tidak menutup celah penyalahgunaan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Yang dibutuhkan KONI hari ini bukan orang yang paling pandai orasi di paripurna. Yang dibutuhkan adalah manajer yang paham pembinaan usia dini, fundraising yang sehat, tata kelola transparan, dan keberanian memotong birokrasi. Bukan orang yang setiap minggu harus izin sidang, kunjungan kerja atau studi banding.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Jika alasannya &quot;Demi Dumai berprestasi&quot;, maka buktikan dengan mundur dari jabatan dewan dulu. Pilih satu. Karena memimpin itu butuh sepenuh waktu, bukan separuh hati.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Dumai punya potensi olahraga besar. Atlet, pelatih, dan orang tua atlet sudah lelah jadi objek. Mereka butuh sistem, bukan patron. Dan keputusan ada di tangan Musorkotlub 27 Agustus 2026 mendatang.&nbsp;</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Jika kursi dewan dan kursi Ketua KONI akhirnya diduduki orang yang sama, maka yang kita rayakan nanti bukan medali emas, tapi konsolidasi kekuasaan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sabtu, 15 Agustus 2026</div>
<div>
	Ditulis Oleh</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Faisal Sikumbang</div>
<div>
	Praktisi Media</div>
 ]]></description>
<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 11:46:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Puluhan Remaja Dumai Rasakan Jadi Anggota DPRD Sehari Lewat Program RBN NasDem</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Puluhan-Remaja-Dumai-Rasakan-Jadi-Anggota-DPRD-Sehari-Lewat-Program-RBN-NasDem</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir082026/8700_Puluhan-Remaja-Dumai-Rasakan-Jadi-Anggota-DPRD-Sehari-Lewat-Program-RBN-NasDem.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div>
	<strong>DUMAI</strong> &ndash; Puluhan remaja di Kota Dumai mendapat pengalaman berbeda dalam memahami kehidupan demokrasi dan dunia legislatif. Mereka berkesempatan merasakan langsung menjadi anggota DPRD selama satu hari melalui program Remaja Bernegara (RBN) Partai NasDem, yang digelar serentak di sejumlah daerah di Provinsi Riau, Sabtu (15/8/2026).</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Di Kota Dumai, kegiatan yang dilaksanakan DPD Partai NasDem Dumai tersebut dipusatkan di Gedung DPRD Kota Dumai. Para peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan mengenai fungsi dan tugas lembaga legislatif, tetapi juga terlibat langsung dalam simulasi kegiatan kedewanan hingga rapat paripurna.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Program RBN merupakan wadah pendidikan politik bagi generasi muda dengan pendekatan praktik langsung. Dalam kegiatan serupa yang sebelumnya digelar NasDem di Riau, peserta mengikuti simulasi rapat komisi, Badan Musyawarah (Banmus), hingga rapat paripurna.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Konsep tersebut juga sejalan dengan tujuan RBN yang memberikan kesempatan kepada pelajar dan generasi muda untuk memahami tata kelola pemerintahan, demokrasi serta peran legislatif melalui pengalaman langsung, bukan sekadar pembelajaran teori.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Dalam pelaksanaannya di Dumai, puluhan peserta didampingi langsung oleh seluruh anggota Fraksi NasDem DPRD Kota Dumai. Para remaja diberikan ruang untuk mengambil peran layaknya anggota dewan, mulai dari mengikuti pembahasan hingga menyampaikan pandangan dalam forum persidangan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sekretaris DPD Partai NasDem Dumai, Jailani, mengatakan RBN menjadi salah satu upaya NasDem memberikan pendidikan politik sejak dini kepada generasi muda.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Hari ini kita memberikan pengalaman langsung kepada adik-adik bagaimana sebenarnya proses kerja seorang anggota legislatif. Mereka tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi benar-benar kita berikan kesempatan untuk duduk sebagai anggota dewan, mengikuti pembahasan dan melaksanakan rapat paripurna,&rdquo; ujar Jailani.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan mampu membuka wawasan para remaja bahwa politik dan demokrasi bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Harapan kita, setelah mengikuti RBN ini mereka semakin memahami bahwa menjadi wakil rakyat memiliki tanggung jawab yang besar. Mereka juga belajar menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan pandangan, bermusyawarah dan mengambil keputusan untuk kepentingan masyarakat,&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sementara itu, Ketua DPRD Kota Dumai, Agus Miswandi, yang juga merupakan bagian dari Fraksi NasDem, mengapresiasi pelaksanaan RBN tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini penting untuk memperkenalkan lembaga legislatif kepada generasi muda dengan cara yang lebih dekat dan menarik.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Ini merupakan pengalaman yang sangat baik bagi generasi muda. Hari ini mereka bisa merasakan langsung bagaimana menjadi anggota DPRD, bagaimana mengikuti rapat dan bagaimana proses pengambilan keputusan dilakukan melalui mekanisme yang ada,&rdquo; kata Agus.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Ia berharap pengalaman menjadi &ldquo;anggota dewan sehari&rdquo; tersebut dapat menumbuhkan keberanian, kepemimpinan sekaligus kepedulian para remaja terhadap persoalan yang ada di lingkungan mereka.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Kita ingin anak-anak muda ini tidak hanya memahami politik dari media sosial atau dari cerita orang lain. Mereka perlu melihat dan merasakan langsung bagaimana demokrasi bekerja. Mudah-mudahan dari kegiatan ini lahir generasi muda yang kritis, berani menyampaikan gagasan, tetapi tetap mengedepankan etika dan kepentingan masyarakat,&rdquo; ujar Agus.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kegiatan RBN di berbagai daerah di Riau sebelumnya juga mendapatkan antusiasme tinggi dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Pada RBN Riau Session 6, misalnya, tercatat ratusan pendaftar sebelum panitia menetapkan peserta melalui proses seleksi. Program tersebut memang dirancang untuk meningkatkan kesadaran bernegara, melatih kepemimpinan serta memberikan pengalaman praktik berdemokrasi kepada generasi muda.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Melalui RBN di Dumai, Partai NasDem berharap pendidikan demokrasi dapat semakin dekat dengan generasi muda. Para peserta pun diharapkan tidak hanya membawa pulang pengalaman menjadi anggota legislatif selama sehari, tetapi juga pemahaman mengenai pentingnya tanggung jawab, musyawarah dan partisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 11:32:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Pegawai dan Warga Binaan Larut dalam Semarak Kemerdekaan di Rutan Dumai</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Pegawai-dan-Warga-Binaan-Larut-dalam-Semarak-Kemerdekaan-di-Rutan-Dumai</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir082026/503_Pegawai-dan-Warga-Binaan-Larut-dalam-Semarak-Kemerdekaan-di-Rutan-Dumai.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div>
	<strong>DUMAI</strong> &ndash; Semangat kemerdekaan tak mengenal sekat. Di balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai, suasana penuh keceriaan, tawa, dan sportivitas mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Pegawai dan warga binaan Rutan Dumai berbaur dalam berbagai perlombaan yang digelar, Rabu (12/8). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI sekaligus sarana mempererat kebersamaan di lingkungan pemasyarakatan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sejak dimulai, antusiasme peserta terlihat begitu tinggi. Sorak-sorai terdengar saat peserta beradu cepat dan ketangkasan dalam berbagai perlombaan yang dikemas sederhana, namun penuh kegembiraan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Rangkaian kegiatan diawali dengan Pekan Olahraga Rutan Dumai. Kepala Rutan Dumai, Enang Iskandi, secara simbolis melakukan pemukulan bola voli pertama sebagai tanda dimulainya pertandingan olahraga dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 RI.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kemeriahan kemudian berlanjut dengan berbagai permainan tradisional khas perayaan kemerdekaan. Warga binaan dan pegawai mengikuti lomba makan kerupuk, semangka koin, tangkap belut, memasukkan paku ke dalam botol, balap karung hingga tarik tambang.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Meski berlangsung penuh canda dan tawa, seluruh peserta tetap menunjukkan semangat kompetitif dan menjunjung tinggi sportivitas. Perlombaan pun menjadi ruang bagi pegawai dan warga binaan untuk membangun interaksi positif dalam suasana yang lebih santai dan penuh keakraban.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kepala Rutan Dumai, Enang Iskandi, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan untuk menyambut hari kemerdekaan, tetapi juga memiliki nilai pembinaan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Di balik tembok Rutan, semangat kemerdekaan tetap harus hidup. Keceriaan dan kebersamaan yang terbangun melalui perlombaan ini menjadi energi positif bagi seluruh keluarga besar Rutan Dumai,&rdquo; tutur Enang.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan merupakan momentum untuk menumbuhkan nilai persatuan, kekompakan, disiplin, sportivitas, dan kecintaan terhadap Tanah Air.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan, menumbuhkan sportivitas, serta membangun semangat positif bagi seluruh pegawai dan warga binaan di Rutan Dumai,&rdquo; ujarnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Enang berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat memberikan suasana positif bagi warga binaan sekaligus mendukung pelaksanaan program pembinaan di Rutan Dumai.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Kami berharap rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat hubungan yang harmonis antara petugas dan warga binaan, sehingga proses pembinaan berjalan dengan baik dan penuh semangat,&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Semarak kemerdekaan di Rutan Dumai masih akan berlanjut. Berbagai pertandingan olahraga dan perlombaan lainnya akan digelar dalam beberapa hari ke depan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Di balik tembok Rutan Dumai, kemerdekaan dirayakan bukan hanya dengan perlombaan, tetapi juga melalui kebersamaan, persaudaraan dan semangat untuk terus menjadi lebih baik.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 07:41:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Rutan Dumai Perkuat Deteksi Dini, Petugas dan Warga Binaan Jalani Pemeriksaan Kesehatan</title>
<link>https://www.globalriau.com/dumai/Rutan-Dumai-Perkuat-Deteksi-Dini--Petugas-dan-Warga-Binaan-Jalani-Pemeriksaan-Kesehatan</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.globalriau.com/photo/berita/dir082026/4320_Rutan-Dumai-Perkuat-Deteksi-Dini--Petugas-dan-Warga-Binaan-Jalani-Pemeriksaan-Kesehatan.jpg border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div>
	<strong>DUMAI</strong> &ndash; Menjaga kesehatan di balik tembok pemasyarakatan bukan sekadar memastikan layanan medis tersedia, tetapi juga memastikan setiap potensi penyakit dapat terdeteksi sedini mungkin. Semangat itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Rutan Dumai menggandeng Puskesmas Bumi Ayu dan Puskesmas Medang Kampai untuk menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi petugas dan warga binaan, Jumat (14/8).</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kegiatan tersebut menjadi langkah preventif sekaligus bentuk kepedulian Rutan Dumai terhadap kondisi kesehatan seluruh warga pemasyarakatan. Pemeriksaan tidak hanya menyasar penyakit umum, tetapi juga diarahkan untuk mendeteksi berbagai faktor risiko penyakit tidak menular maupun penyakit menular.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sejumlah pemeriksaan dilakukan, mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, gula darah, kolesterol hingga asam urat. Peserta juga mendapatkan pemeriksaan HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) serta skrining Tuberkulosis (TBC).</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Kepala Rutan Dumai, Enang Iskandi, mengatakan kesehatan petugas dan warga binaan merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari pelaksanaan tugas pemasyarakatan dan program pembinaan.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Dengan adanya kegiatan ini, kondisi kesehatan petugas dan warga binaan dapat dipantau dan potensi penyakit dapat diketahui lebih awal,&rdquo; ujar Enang.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan Rutan yang sehat, sehingga petugas dapat menjalankan tugas secara optimal dan warga binaan dapat mengikuti proses pembinaan dengan kondisi kesehatan yang terpantau.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Enang menyampaikan apresiasi kepada Puskesmas Bumi Ayu dan Puskesmas Medang Kampai yang telah mendukung kegiatan tersebut.</div>
<div>
	&ldquo;Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kolaborasi dari pihak puskesmas. Kami berharap kerja sama dalam bidang kesehatan ini dapat terus berjalan dan ditingkatkan ke depannya,&rdquo; katanya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Sementara itu, perwakilan Puskesmas Bumi Ayu dan Puskesmas Medang Kampai menilai pemeriksaan kesehatan berkala memiliki peran penting dalam mengetahui kondisi kesehatan sekaligus menemukan faktor risiko sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	&ldquo;Kami menyambut baik kegiatan ini karena pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting, terutama untuk mengetahui faktor risiko penyakit tidak menular serta melakukan skrining terhadap penyakit menular seperti HIV, IMS, dan TBC,&rdquo; ungkapnya.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Melalui kegiatan tersebut, petugas dan warga binaan tidak hanya memperoleh pemeriksaan kesehatan, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan secara berkala.</div>
<div>
	&nbsp;</div>
<div>
	Bagi Rutan Dumai, momentum peringatan kemerdekaan menjadi pengingat bahwa semangat membangun Indonesia juga dapat diwujudkan melalui perhatian terhadap kesehatan dan kualitas hidup warga pemasyarakatan.</div>
<div>
	Sehat terjaga, pembinaan berjalan, dan semangat kemerdekaan tumbuh dari lingkungan pemasyarakatan yang semakin peduli.**</div>
 ]]></description>
<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 07:38:00 +0700</pubDate>
</item></channel></rss>