google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0
PT BUKARA
  • Home
  • Health
  • Benarkah Mata Merah dan Berair Gejala Covid-19? Berikut Faktanya
Rabu, 08 April 2020 15:45:00

Benarkah Mata Merah dan Berair Gejala Covid-19? Berikut Faktanya

GLOBALRIAU.COM - Beredar informasi tentang mata merah, bengkak dan berair yang ditemukan pada pasien dengan virus corona atau Covid-19. Informasi tersebut beredar di media sosial Twitter hingga Facebook. Salah satunya akun Twitter @ferdiriva.



"Teman sejawat yang kedatangan pasien mata merah (conjunctivitis), periksa mata pasien pake APD lengkap ya (+ handschoen, goggles jika ada). Mata merah, bengkak, berair cukup sering ditemukan pada pasien dengan COVID-19," tulis @frediriva.

"Ada laporan yang mengungkapkan kalo virus ini ada di air mata. Jadi buat dokter yang periksa pasien mata merah, wajib pake handschoen. Cuci tangan yang benar sebelum dan sesudah periksa pasien."

Meski begitu, akun @ferdiriva menegaskan tidak semua kondisi mata bengkak, merah dan berair dipastikan Covid-19. "Satu lagi. Tidak semua mata merah itu udah pasti COVID. Jangan parno dulu ya, kalo mata kamu merah. Periksakan."

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, ditemukan sejumlah penjelasan terkait kondisi mata merah dan bengkak sebagai salah satu gejala Covid-19.

Dalam artikel Tempo.co berjudul "Peneliti Ungkap Mata Merah Termasuk Gejala COVID-19, Benarkah?" pada 6 April 2020, dijelaskan sejumlah penelitian yang merujuk pada kasus mata merah pada pasien Covid-19.

Melansir dari situs Business Insider, sebuah penelitian terbaru pun mengungkapkan bagaimana konjungtivitis atau mata merah masuk dalam kategori pasien positif virus corona.

Studi dari American Academy of Ophthalmology pada 31 Maret 2020 menunjukkan bukti dari tiga laporan anekdotal dari pasien COVID-19. Pertama, datangnya dari Journal of Virology. Pada penelitian tersebut, satu dari 30 pasien virus corona memiliki mata merah dan 29 lain mengalami sekresi mata.

Sedangkan studi lain yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menemukan bahwa sembilan dari 1.099 pasien yang dites positif COVID-19 di laboratorium memiliki mata merah. Terakhir, perawat di Washington, Amerika Serikat, mengatakan banyak pasien positif corona yang ditanganinya mengalami keluhan mata merah.

Tak heran, ini pun menjadi pengingat bahwa mata merah tidak boleh disepelekan. Terlebih jika digabungkan dengan gejala penyerta yang sering dipahami masyarakat luas. Apalagi, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat sudah menetapkan bahwa virus dapat masuk lewat mata sehingga gejala pada indera penglihatan seperti kemerahan wajib menjadi perhatian.

Kemudian Kompas.com berjudul "Peneliti: Mata Merah Bisa Jadi Gejala Covid-19, Waspadai Penularannya Melalui Air Mata" pada 5 April 2020, sejumlah penelitian menunjukkan hal yang sama.

Melansir dari American Journal of Managed Care, penelitian yang diterbitkan oleh JAMA Opthalmology itu menganalisis data dari 38 pasien yang terinfeksi Covid-19 dari Provinsi Hubei, China. Mereka menemukan 12 orang di antaranya memiliki kondisi mata merah (konjungtivitis).

Dari ke 12 pasien tak satupun mengalami penglihatan kabur. Pada dua pasien, virus corona ada dalam cairan hidung dan mata.

"Beberapa pasien Covid-19 memiliki gejala okular, dan mungkin coronavirus baru hadir dalam sekresi konjungtiva pasien dengan COVID-19," kata peneliti Dr. Liang Liang dari Departemen Ophthalmologi di Universitas China Three Gorges di Yichang dikutip dari WebMD.

Konjungtiva sendiri merupakan lapisan jaringan transparan dan tipis yang melapisi kelopak mata bagian dalam serta menutupi bagian putih mata.

Liang menyebut kemungkinan hal itu terjadi pada pasien virus corona yang telah mengalami pneumonia parah.

“Mengingat temuan ini, dokter dan perawat yang merawat pasien dengan COVID-19 harus mengenakan kacamata pelindung serta pakaian pelindung lainnya, topi dan sarung tangan,” kata Liang.

Kesimpulan

Mata merah, bengkak dan berair bisa menjadi salah satu gejala Covid-19. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat sudah menetapkan bahwa virus dapat masuk lewat mata sehingga gejala pada indera penglihatan seperti kemerahan wajib menjadi perhatian.(merdeka)

Share
loading...
Berita Terkait
  • 21 jam lalu

    Medis Khusus COVID-19 di Dumai Hanya Terima Gaji Pokok, Begini Tanggapan Ketua DPRD

    Kader Partai Demokrat itu menambahkan bahwa dalam aturan yang dikeluarkan Menkes dan Mendagri dalam penanganan dan realisasi anggaran COVID-19 sudah diatur semua termasuk dalam jen
  • 22 jam lalu

    Hasil Rapid Test 122 Pedagang di Dumai Negatif Beberapa Diantaranya Membayang

    Disebutkan Syaiful, rapid test kepada pedagangan bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran di pasar tradisional, dimana disana banyak orang datang silih berganti.
  • 22 jam lalu

    Sisa Dua Swab, Kasus COVID-19 di Dumai Hampir Habis

    Juru bicara gugus tugas penanganan COVID-19, dr Syaiful kepada media ini menjelaskan hingga hari ini tidak ada penambahan kasus bahkan tidak ada penambahan tracking yang dilakukan.
  • 23 jam lalu

    Idul FItri, Medis COVID-19 di Dumai Hanya Terima Gaji Pokok

    Seluruh pihak mengakui bahwa tim medis baik dokter maupun perawat merupakan garda terdepan dalam penanganan pasien COVID-19, mereka harus berkorban jika seandainya terpapar virus y
  • Komentar
    Copyright © 2020 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...