• Home
  • Inhil
  • Firdaus-Rusli Akan Wujudkan Infrastruktur Penghubung Inhil dan Kuala Kampar
Selasa, 08 Mei 2018 18:07:00

Firdaus-Rusli Akan Wujudkan Infrastruktur Penghubung Inhil dan Kuala Kampar

Kampanye dialogis Firdaus-Ruli di Inhil.

INHIL, Globalriau.com - Kabupaten Indragiri Hilir, Riau terkenal dengan komoditi kelapa, bahkan kabupaten ini memiliki hamparan perkebunan kelapa terluas diseluruh dunia. Kenyataan itu mendatangkan perhatian tersendiri bagi calon gubernur riau, DR H Firdaus, ST, MT, yang menyempatkan diri berkunjung langsung ke Pulau Burung, Inhil, dimana terdapat hamparan perkebunan kelapa yang sangat luas. Dengan caranya sendiri, Firdaus mulai memetakan potensi kelapa Inhil beserta resolusi mengatasi permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat sekitar.

Saat mengelilingi kanal diarea perkebunan kelapa menggunakan speedboat, Firdaus berulangkali mengatakan akan membangun infrastruktur penyambung Inhil Selatan dengan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan. Menurutnya, dengan perbaikan akses jalan yang saat ini tidak bisa dilalui, dan menyambungnya dengan pembangunan jembatan akan mempermudah masyarakat sekitar mengakses apasaja, termasuk sekolah, kesehatan (puskesmas dan rumah sakit) dan juga sebagai jalur distribusi hasil perkebunan masyarakat.

“Saat berdialog dengan masyarakat saya mendapat aduan bahwa banyak juga warga yang kesulitan mengakses kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas yang bisa rawat inap, dan tak sedikit angka kematian ibu yang melahirkan diakibatkan dari sulitnya medan tempuh dan jarak yang cukup jauh menuju Tembilahan.” sebut Firdaus, Ahad, 6 Mei 2018.



Di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) luas perkebunan kelapa mencapai 430.000 hektare atau yang paling luas di Indonesia. Riau sendiri memberi kontribusi produksi kelapa terbesar di Indonesia, baik kelapa dalam maupun kelapa hibrida. Kelapa dalam, berkontribusi 13,4 persen dan kelapa hibrida 62,15 persen.

Untuk persoalan kelapa sendiri, masyarakat menyampaikan pentingnya bagi mereka mendapatkan penyuluhan budidaya kelapa agar mendapatkan hasil yang maksimal.

“Saya hadir kesini juga dalam rangka menjemput aspirasi, dan banyak warga masyarakat mengeluhkan terkait budidaya kelapa yang menurut mereka kurang mendapat perhatian terutama terkait penyuluhan, dan sebagai kawasan kebun kelapa terbesar didunia, saya hendak mendongkrak perekonomian masyarakat Inhil dengan industri pengolahan, agar tidak selalu menjual hasil mentah saja.” jawab Firdaus.

Untuk diketahui, mengutip pernyataan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Hanung Harimba Rachman dalam tulisannya menyebutkan, sentra produksi kelapa dalam di Riau terbesar adalah Kabupaten Indragiri Hilir (Hilir) dengan komposisi 82,15 persen, begitupun dengan kelapa hibrida masih menjadi penyumbang terbesar dengan komposisi 98,39%. Data ini cukup kuat untuk membuktikan bahwa sektor hulu kelapa di Inhil berada dalam kondisi yang amat sangat baik.

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir pada media pernah menyatakan bahwa potensi bisnis dan usaha pengembangan produk turunan dari komoditas kelapa masih sangat besar. Saat ini baik sektor hulu dan hilir masih terbuka lebar peluang untuk pengembangan potensi bisnis. Dari sektor hulunya, saat ini umumnya pohon kelapa sudah berumur tua dan membutuhkan penanaman kembali (replanting). Membanjirnya produksi kelapa tidak berbanding lurus dengan kemampuan penampungan produksi. Akibatnya berimbas pada stagnansi harga, bahkan cenderung menurun. Hal ini juga yang mendorong masyarakat menjual hasil produksinya ke Malaysia karena tergiur dengan harga jual yang tinggi.

Minimnya akses modal kepada masyarakat juga menjadi persoalan dalam replanting. Akibatnya terjadi pelambatan dan menurunnya kualitas dan kuantitas produksi masyarakat. Umumnya masyarakat lokal petani kelapa ini tidak memiliki tekhnologi yang memadai untuk mengelola sektor hilir. Tekhnologi sektor perindustrian, khususnya pengolahan kelapa juga masih sangat terbatas. Ini pula yang menjadi persoalan tidak tertampungnya produksi kelapa masyarakat lokal yang akhirnya memilih menjualnya ke tempat lain atau keluar negeri (malaysia).

Menurut data Pemkab Inhil, saat ini ada empat perusahaan besar yang beroperasi pada sektor hilir kelapa, yaitu PT Pulau Sambut, PT Riau Sakti United Plantation, PT Kokonako, dan PT Inhil Sarimas Kelapa. PT. Pulau Sambut sendiri merupakan perusahaan yang memproduksi santan kelapa terbesar di dunia. Ke empat perusahaan tersebut merupakan produsen industri pengolahan kelapa dari produsen santan, minyak kelapa, kelapa parut, pengolahan air kelapa hingga tepung kelapa.

Melihat dari massifnya sektor hulu, peluang bisnis pengolahan kelapa (hilir) masih sangat terbuka lebar. Jika saja Pemda Riau dan Pemkab Inhil punya perhatian khusus seperti membantu modal masyarakat lokal untuk replanting atau memberi tekhnologi pengolahan kelapa, tentunya produksi kelapa akan meningkat, kualitas dan kuantitasnya semakin baik dan perekonomian masyarakat akan meningkat.(rls/tim)

Share
Berita Terkait
  • 24 jam lalu

    Lewat Konsep Riau Madani, Firdaus Optimis Riau jadi Provinsi Paling Maju

    PEKANBARU, Globalriau.com - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke- 110 pada tahun 2018 ini merupakan momentum penting bagi ke

  • 2 hari lalu

    Jemput Aspirasi ke Kuansing, Warga Inginkan Firdaus-Rusli Muluskan Jalan

    KUANSING, Globalriau.com - Warga masyarakat Riau paham betul kemana harus mengadu tentang infrastruktur, khususnya soal kondisi

  • 2 hari lalu

    Cawagub Riau Rusli Efendi Masuk Daftar 200 Mubaligh Kemenag RI

    PEKANBARU, Globalriau.com - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Riau H Rusli Effendi MSi menyampaikan apresiasi kepada Kementerian A

  • 3 hari lalu

    40 Hari Jelang Pencoblosan, Cagubri Firdaus-Rusli Semakin Optimistis

    PEKANBARU, Globalriau.com - Calon Gubernur Riau nomor urut 4 DR H Firdaus ST MT, semakin optimistis akan bisa merealisasikan be

  • Komentar
    Copyright © 2018 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.