google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0 mgid.com, 288776, DIRECT, d4c29acad76ce94f
Ayo Vaksin
  • Home
  • Inhu
  • Dijanjikan jadi PNS Pemkab Inhu Melalui Jalur Khusus, Pegawai Honorer Tertipu Rp 130 juta
Kamis, 15 Oktober 2015 23:10:00

Dijanjikan jadi PNS Pemkab Inhu Melalui Jalur Khusus, Pegawai Honorer Tertipu Rp 130 juta

INHU- Kejadian penipuan untuk menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil di Riau kembali terjadi. Kali ini, seorang wanita yang bekerja sebagai PNS Pemkab Indragiri Hulu (Inhu) propinsi Riau, berinisial MR dilaporkan ke polisi oleh Megawati (36) seorang tenaga honorer. Warga Kelurahan Peranap, mengaku ditipu PNS tersebut uang sebesar Rp 130 juta.

MR diduga menjadi calo untuk masuk sebagai PNS, korbannya adalah para tenaga honorer. Tak tanggung - tanggung, modus penipuan yang ia lakukan dengan menjanjikan lulus PNS melalui jalur khusus kepada korbannya.

Kapolres Inhu AKBP Ari Wibowo mengatakan, penipuan ini bermula terjadi pada sekitar bulan Oktober 2014 lalu. Kala itu pelapor (Megawati) dihubungi oleh terlapor (MR) yang menawarkan lulus PNS melalui jalur khusus dengan uang masuk sebesar Rp 150 juta.

"Karena mereka sudah saling kenal akhirnya pelapor percaya. Keesokan harinya pelapor datang ke rumah MR di Rengat, untuk membicarakan perihal masuk PNS tersebut, tetapi pelapor belum membawa uang yang diminta oleh MR," ujar Kapolres saat dikonfirmasi, Kamis (15/10).

Saat itu pelapor tidak membawa uang, MR sempat merasa kesal dan mendesak pelapor agar segera mengirimkan uang yang dimintanya melalui transfer rekening bank. Selanjutnya, sepulang dari rumah MR, pelapor langsung mengirim uang tahap pertama sejumlah Rp 10 juta ke rekening MR.

Esok harinya, MR kembali menghubungi pelapor menyuruh agar kembali mengirimkan uang tahap kedua sejumlah Rp 50 juta. Setelah uang dikirim, MR memberikan SK kepada pelapor, namun setelah dilihat SK tersebut hanya fotocopy.

"Pelapor sempat menanyakan kapan SK aslinya keluar, kemudian MR menjawab SK asli akan menyusul ketika uang dilunasi," kata Ari.

Selanjutnya, sekira bulan Januari 2015, MR kembali menghubungi pelapor dan menyuruh mengirimkan sisa uang yang belum dikirim, lalu pelapor mengirim uang hanya sejumlah Rp 70 juta, selanjutnya pelapor mengatakan kepada MR akan mengirim sisa uang sejumlah Rp 20 juta lagi apabila SK asli sudah keluar.

"Hingga saat ini SK asli pelapor tidak pernah keluar. Atas kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian sebesar Rp 130 juta dan melaporkannya ke Polisi dengan LP/119/X/2015/Res Inhu dalam kasus dugaan penipuan. Atas kasus ini pihak kepolisian telah memeriksa beberapa orang saksi," pungkas Ari.(merdeka)

Share
Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Dugaan Ijazah Palsu, Kades di Indragiri Hulu Dicopot

    JS diberhentikan pada 10 Mei 2021 melalui SK pemberhentian yang diterbitkan penjabat Bupati Inhu Chairul Riski. JS disebut berstatus terperiksa karena menggunakan ijazah SMP diduga
  • 6 bulan lalu

    TLCI Chapter 2 Riau Gelar Bakti Sosial serta Penanaman Pohon

    Perjalanan yang harus ditempuh dalam waktu 7 jam dari Pekanbaru dan beratnya medan yang dilalui untuk mencapai desa tujuan yakni di Rantau Langsat Inhu, tak sedikitpun mengendorkan
  • 6 bulan lalu

    Perdana Di Riau, Toyota Land Cruiser Indonesia (TLCI) Chapter 2 Riau Dikukuhkan

    Ketua terpilih, Hendry yang juga merupakan pengusaha muda energik di Rengat mengatakan bahwa yang saat ini telah tergabung sebanyak 12 member yang siap untuk membesarkan TLCI denga
  • tahun lalu

    Tim Pengabdian UNRI di Inhu Sosialisasikan PHBS dan Prilaku New Normal

    Demi menyelamatkan roda perekonomian di Indonesia, pemerintah mulai melonggarkan kebijakan mengenai mobilitas masyarakat dengan menerapkan pola hidup baru atau New Normal.
  • Komentar
    Copyright © 2021 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...
    google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0 mgid.com, 288776, DIRECT, d4c29acad76ce94f