google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0 mgid.com, 288776, DIRECT, d4c29acad76ce94f
Ayo Vaksin
  • Home
  • Meranti
  • 2 Polisi Meranti Terancam Pecat Akibat Narkoba
Kamis, 04 Februari 2016 19:56:00

2 Polisi Meranti Terancam Pecat Akibat Narkoba

Net
Ilustrasi.

MERANTI- Brigadir IR dan Brigadir RA, dua anggota polisi yang bertugas di Polres Meranti ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru, 17 Desember 2015. Keduanya kedapatan membawa 100 butir pil ekstasi logo apel yang belakangan diketahui ternyata palsu.

Awalnya Kompol Iwan Lesmana Riza selaku Kasat Res Narkoba Polresta Pekanbaru yang menangkap kedua anggota polisi itu menyangka, pil ekstasi yang dibawa mereka asli. "Setelah hasil uji BBPOM ternyata palsu," ujar Iwan, Kamis (4/2).

Meski demikian, kata Iwan, Brigadir IR dan Brigadir RA tetap ditangani berdasarkan kode etik kepolisian oleh Provos Polres Kepulaun Meranti.

"Kita serahkan ke Polres Meranti untuk sidang kode etik terhadap keduanya," kata Iwan.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad saat dikonfirmasi merdeka.com membenarkan adanya penanganan terhadap Brigadir IR dan Brigadir RA oleh Provos.

"Keduanya saat ini masih menjalani sidang kode etik, dan itu belum selesai," kata Pandra.

Pandra menegaskan, kedua anggota polisi diduga terlibat narkoba itu sudah terendus dalam kasus narkoba.

"Kami merekomendasikan agar anggota kita yang terlibat narkoba itu dipecat sajalah," ujar Pandra.

Pandra tak ingin di tubuh Polri ada yang menjadi penghianat dengan menjual narkoba. "Apalagi dalam jumlah besar, jumlah kecil saja pun sama, pecat saja. Setiap pekan, anggota kita selalu ada yang disidang kode etik gara-gara narkoba," terangnya.

Perlu diketahui, Brigadir IR ditangkap pada Kamis (17/12) pukul 16.00 WIB karena diduga mengedarkan narkoba jenis pil ekstasi. Brigadir IR ditangkap saat berada di traffic light, Jalan Samratulangi di samping Mapolresta Pekanbaru.

Dari tangan Brigadir IR, Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru mengamankan barang bukti 100 butir ekstasi warna hijau logo apel, satu unit sepeda motor merek Honda Beat serta satu unit handphone lipat merek Samsung.

Setelah dikembangkan, tak lama berselang polisi kemudian menangkap Brigadir RA, yang terlibat dalam jaringan narkoba bersama Brigadir IR. Namun setelah hasil uji labfor di BBPOM, 100 butir pil ekstasi milik kedua polisi itu ternyata palsu. Namun keduanya memang sudah lama menjual barang haram tersebut, hingga akhirnya dilakukan sidang kode etik terhadap keduanya.(mdk)

Share
Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    PT Chevron Sampaikan Terimakasih Kepada Para Mitra di Provinsi Riau

    Sebagai bentuk ucapan syukur atas kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama PT CPI beroperasi di Riau dan harapan bahwa manfaat program kemitraan masyarakat PT CPI di Riau d
  • 4 minggu lalu

    PEWARNA Indonesia Kecam Kekerasan terhadap Wartawan di Dumai

    Menurut Raya, kejadian beruntun kekerasan terhadap pekerja media di Dumai terjadi 3 kali dalam kurun waktu terakhir. Hal tersebut menunjukkan rentannya perlindungan terhadap profes
  • 4 minggu lalu

    30 Personel Brimob Kawal Atlet dari Riau ke Papua

    Dia mengungkapkan, pengawalan terbanyak dilakukan di wilayah Jayapura Kabupaten dan Jayapura Kota. Alasannya karena di dua wilayah ini cabang olahraga terbanyak, sisanya baru dibag
  • 4 minggu lalu

    Siap-siap, Polisi Riau Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 14 Hari

    Sasaran operasi ini yaitu pengendara yang tidak tertib berlalu lintas seperti tidak menggunakan helm SNI, pengendara yang melawan arus, anak di bawah umur yang berkendara, pengenda
  • Komentar
    Copyright © 2021 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...
    google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0 mgid.com, 288776, DIRECT, d4c29acad76ce94f