google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0 mgid.com, 288776, DIRECT, d4c29acad76ce94f
Ayo Vaksin
  • Home
  • Meranti
  • Kapolsek Tebing Tinggi Barat Tantang Ketua PWI Meranti "Main"
Minggu, 17 Januari 2016 20:58:00

Kapolsek Tebing Tinggi Barat Tantang Ketua PWI Meranti "Main"

Kapolsek Tebingtinggi Barat, IPDA Asril

MERANTI- Entah apa maksud bahasa yang keluar dari mulut Kapolsek Tebing Tinggi Barat, Ipda Asril yang menantang Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ahmad Yuliar untuk "main", apakah berduel ataukah hanya sekedar ucapan senda gurau?.

Sikap yang terkesan arogan ini ditunjukkan Ipda Asril dipicu dari aksi boikot berita oleh Pengurus Wartawan Indonesia (PWI) dan sejumlah wartawan di Kepulauan Meranti.

Nada tantangan yang keluar dari mulut Asril kepada Ahmad Yuliar itu berdasarkan percakapan yang dilakukan melalui via seluler. Ahmad yang diperlakukan Ipda Asril seperti itu merasa tidak senang dan kembali melakukan pertemuan dengan seluruh pengurus PWI Kepulauan Meranti untuk kembali mengambil sikap atas perlakuan tidak menyenangkan tersebut.

Awal mula kejadian itu, diceritakan Ahmad, ketika dirinya beberapa kali mendapat telepon dari nomor tidak dikenal pada hari Sabtu (16/1). Dikarenakan hari itu termasuk hari libur dan sedang beristirahat, lantas deringan itu tidak terjawab karena lagi beristirahat.

Siangnya, Ahmad kembali menghubungi nomor tersebut, ternyata yang menjawab adalah Ipda Asril, Kapolsek Tebingttinggi Barat."Lantas dia bertanya terkait berita pemboikotan terhadap dirinya. Sekaligus yang mengatakan dirinya arogan," cerita lelaki yang akrab disapa Amek itu.

Dia menjelaskan penyebab aksi tersebut atas sikapnya terhadap profesi wartawan Metro Riau, Ali Imroen. Keputusan itupun diambil atas hasil rapat bersama pengurus, anggota dan sejumlah wartawan lain mengatas namakan institusi dan bukan atas alasan pribadi.

"Saya juga aneh kenapa nada bicaranya keras dengan saya. Bahkan sempat ngajak saya bertemu 4 mata dan menyelesaikan masalah secara adat," sebut wartawan Riau Pos itu.

Amek juga sempat merekam seluruh pembicaraan yang kurang lebih 42 menit 51 detik itu. Terdengar Ipda Asril beberapa kali membantah tuduhan yang menyudutkan wartawan Metro Riau, Ali Imroen.

Meskipun dia mengaku mengatakan rasa ingin muntah baca berita, tapi bukan pada berita Ali. Kemudian dia juga tidak terima Polsek yang dipimpinnya ada Polsek Persiapan, padahal statemen tersebut disampaikan oleh Kapolres dan Wakapolres sebelumnya dalam berbagai kesempatan.

"Maunya apa amek ni sekarang ni. Saya tawari sekarang ni, gimana maunya, saya turuti ?. Berdua aja kita ketemunya, Apa maunya kamu sekarang ni? Mau main apa kita sekarang ni, saya pun kalau gini ga senang saya ni. Saya di Selatpanjang sekarang ni," ucap Ipda Asril bernada keras.

Setelah sekian lama berdebat, pembicaraan antara Ketua PWI Meranti bersama Kapolsek Tebingtinggi Barat tersebut tiba-tiba terputus.

Sekretaris PWI Kepulauan Meranti, Syafrizal, menambahkan rekaman yang sudah diperdengarkan ke sejumlah wartawan itu juga akan diteruskan ke Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad.

"Kita (insan pers) minta Pak Pandra bisa mengambil sikap secepatnya. Ini demi hubungan baik kita yang sudah terjalin selama ini," tambah wartawan Goriau.com itu.

Wakil Ketua PWI Kepulauan Meranti, Taufik Hidayat, mengutuk keras sikap yang kembali ditunjukkan oleh Kapolsek Tebing Tinggi Barat itu. Menurutnya tidak sepantasnya seorang pimpinan menyelesaikan masalah dengan cara seperti itu.

"Apalagi jika maksud ngajak main itu adalah berduel atau berkelahi. Lebih baik tidak usah diladeni, bukan karena takut, tapi karena kita (wartawan) adalah kaum intelektual," ucapnya.

Pemimpin Redaksi (Pimred), Meranti Ekspres (Riaupos Grup) itu juga, mengatakan pihaknya akan coba mengadvokasi permasalahan tersebut ke Pengurus PWI Provinsi Riau. Karena menurutnya sebagian awak media di Kepulauan Meranti ada yang merasa terintimidasi atas sikap itu sehingga mengurangi kenyamanan dalam bertugas dilapangan.

"Hal ini tidak bisa didiamkan. Kami akan minta petunjuk pengurus PWI Provinsi. Kalau perlu minta mereka teruskan ke Polda Riau," kata lelaki yang akrab disapa Atan Lasak itu.(eaf)

Share
Berita Terkait
  • 5 tahun lalu

    Kapolsek Bengkalis Razia Izin Gelper

    Maraknya arena permainan Gelper di Kabupaten Bengkalis yang tidak mengantongi izin mendapat reaksi keras dari kepolisian.
  • 5 tahun lalu

    Sosialisasi Peduli Anak, Kapolsek Pimpin Upacara di SD Komplek Bengkalis

    Dalam upacara rutin hari Senin tersebut terlihat suasana yang agak berbeda, yang mana biasanya upacara di pimpin oleh kepala sekolah namun kali ini dipimpin Kapolsek.
  • 5 tahun lalu

    Kapolsek Dumai Barat Apresiasi Kinerja FKPM Kelurahan Ratu Sima

    Kapolsek Dumai Barat mengapresiasi kinerja Ketua Forum Komunikasi Perpolisian Masyarakat (FKPM) Kelurahan Ratu Sima, Said Rahman yang sangat aktif baik menyangkut keamanan lingkung
  • 5 tahun lalu

    7 Tahanan Kabur, Kapolsek Kubu Dimutasi

    Kapolsek Kubu AKP Jaelani dimutasi lantaran dinilai lalai dalam menjalankan tugasnya, sehingga mengakibatkan 7 tersangka kabur dari ruang sel tahanan. Selain itu, sejumlah anak bua
  • Komentar
    Copyright © 2021 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...
    google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0 mgid.com, 288776, DIRECT, d4c29acad76ce94f