• Home
  • Nasional
  • Gubernur Sulsel Minta Berikan Jokowi 5 Tahun Lagi
Rabu, 05 September 2018 17:42:00

Gubernur Sulsel Minta Berikan Jokowi 5 Tahun Lagi

Nurdin Abdullah dan Amran Sulaiman.

JAKARTA, Globalriau.com - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah siap mendukung pasangan bakal capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Nurdin mengaku tahu betul perjalanan karier dan kemampuan Jokowi sebagai Presiden.

Jokowi, kata dia, sangat peduli terhadap pengembangan daerah-daerah di Tanah Air.



"Saya jujur saja, saya bersama Pak Jokowi (di Pilpres 2019). Saya 10 tahun, beliau wali kota. Saya bupati Bantaeng, beliau masuk gubernur. Saya masih bupati Bantaeng, kemudian beliau jadi presiden," kata Nurdin di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/9).

"Saya tahu langkah-langkah beliau. Kita sudah satu tim dan tentu waktu tidak cukup 5 tahun. Kita bisa rasakan bagaimana seorang leader yang memiliki kepedulian terhadap daerah," sambungnya.

Menurut Nurdin, kemajuan Indonesia saat ini tidak lepas dari kinerja Jokowi sebagai presiden. Jika terdapat kekurangan di sejumlah sektor, tentu butuh waktu untuk menyempurnakannya.

"Ada masanya nanti Indonesia menjadi negara kuat. Oleh karena itu, 5 tahun enggak cukup buat beliau (Jokowi). Kita berikan kesempatan 5 tahun lagi supaya sempurna kerjaannya," kata dia.

Senada dengan Nurdin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan siap mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

"2019 Saya dukung Pak Jokowi, sudah clear. Tidak usah ditanyakan lagi," tegasnya.

Tidak tertutup kemungkinan, Ridwan Kamil akan bergabung dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin. Namun, pria yang kerap disapa RK ini mengaku akan melihat aturan dahulu sebelum memutuskan bergabung dengan TKN Jokowi-Ma'ruf .

Berdasarkan pernyataan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, kepala daerah atau wakil kepala daerah boleh menjadi tim sukses capres-cawapres. Asalkan kepala daerah atau wakil kepala daerah mengambil cuti ketika hendak berkampanye.

"Saya ikut aturan dulu. Kalau tidak melanggar aturan tentunya ini hak politik, tidak masalah. Kalau enggak boleh ya, berarti enggak boleh secara formal," jelasnya.

Sumber: Merdeka.com

Share
Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Safari Politik, Ma'ruf Amin Keliling Sumatera Utara

    Tiba di Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara sekitar pukul 11.00 WIB. Sambutan hangat dari masyarakat setempat ditujukan kepada Ma'ruf. Dari rombongan, tampak ikut hadir
  • 3 bulan lalu

    Timses Jokowi-Ma'ruf di 34 Provinsi Sudah Terbentuk

    Wakil Sekretaris KIK, Verry Surya Hendrawan, menjelaskan saat ini masih menyelesaikan tim kampanye di tingkat Kabupaten/Kota. Termasuk pula pembukaan rekening dana kampanye.
  • 3 bulan lalu

    Soal Ijtima Ulama II, Staf Presiden: Saran saya jangan agama dibawa ke politik

    "Ya, saran saya jangan agama dibawa ke politik. Karena kalau agama dibawa-bawa ke politik, kasihan umat. Mau kemana nanti kan," kata Moeldoko di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Mingg
  • 3 bulan lalu

    Mahasiswa Pendemo Jokowi Diminta Tidak Asal Bicara

    Pernyataan ini sekaligus merespons aksi sejumlah mahasiswa yang menggelar unjuk rasa di depan Kementerian Keuangan, pada Jumat (14/9) lalu. Moeldoko mengatakan, informasi yang tida
  • Komentar
    Copyright © 2018 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.