google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0 mgid.com, 288776, DIRECT, d4c29acad76ce94f
Ayo Vaksin
  • Home
  • Nasional
  • Inilah Penjelasan Dokter soal Kabar Bocah Meninggal karena Asap
Jumat, 02 Oktober 2015 21:19:00

Inilah Penjelasan Dokter soal Kabar Bocah Meninggal karena Asap

JAMBI– Kabar meninggalnya bocah di Jambi karena kabut asap mendadak heboh. Itu setelah ibu bocah mengunggah foto sosok balita bernama Nabila Julia Ramadhani di akun Facebooknya.

“Cukup abak hamba ya allah yg jadi korban akibat asap yang tidak kunjung berhent, jangan lagi ada korban yang lain. Sesak napas, batuk, pilek akibat kabut asp dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” begitu bunyi status si ibu disertaai sejumlah foto ia dan anaknya.

Belakangan status itu dihapus dari wall Facebooknya.

Awak media yang Jumat (2/10) sore menyambangi kediamannya mendapat cerita bahwa Nabila meninggal Selasa (29/9) lalu. Tiga hari sebelum Nabila wafat, Khomariah merasa anaknya selalu berusaha memeluknya lebih erat. Nabila juga menjadi agak pendiam. Lantas, pada hari ketiga Khomariah membawa Nabila ke salah satu Rumah Sakit swasta di Jambi.

“Rencana mau di nebulizer (nebulisasi),” ungkap Khomariah, pada Jumat (2/10).

Khomariah mengatakan bahwa dokter menyarankan untuk merawat-inapkan Nabila. Namun, dua jam berada di Instalasi Gawat Darurat tersebut ternyata adalah waktu terakhir Khomariah bersama Nabila.

Ia belum berani mengatakan bahwa anaknya meninggal karena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) atau tidak. Namun, perihal asap yang jadi pemicu ia mengiyakan.

Terkait hal ini, Kepala Rumah Sakit Theresia, Asianto mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan kematian balita tersebut. “Saya belum bisa memberikan informasi, besoklah ya saya cek dulu,” ujarnya.

Dijelaskannya, manusia tidak dapat langsung meninggal dunia dalam waktu singkat akibat ISPA. Kecuali ada penyakit lain yang memicunya, seperti gangguan paru-paru atau jantung. “Musti ada dasar penyakit lain, ya kalau anak-anak memang masing rentan, paling tidak paru-parunya bisa kurang sehat untuk kedepannya, asapnya bisa numpuk di paru-paru,” tuturnya.(tribun)

Share
Berita Terkait
  • 2 tahun lalu

    Riau Siaga Darurat Karhutla hingga Oktober 2020

    Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau tahun 2020 di Gedung Daerah Riau, Jl Diponegoro Pekanbaru.
  • 4 tahun lalu

    Puluhan Heaktare Lahan Warga Riau Terbakar

    Lahan yang terbakar itu terdiri dari lahan kosong dan kebun kelapa sawit. Berdasarkan hasil pengusutan polisi, lahan tersebut milik 4 perseorangan dan korporasi.
  • 5 tahun lalu

    Wako Dumai Rakor Penanggulangan Karlahut 2017 Bersama Presiden Jokowi

    Walikota Dumai H Zulkifli AS mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakornas), bersama Presiden RI, Joko Widodo di Istana Negara, Senin (22/1).
  • 5 tahun lalu

    Rp47 Triliun Penerimaan Riau Berpotensi Menguap, Ini Akibatnya

    Estimasi itu merupakan temuan Panitia Khusus Monitoring Perizinan Lahan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau setelah melakukan investigasi sejak 2015.
  • Komentar
    Copyright © 2021 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...
    google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0 mgid.com, 288776, DIRECT, d4c29acad76ce94f