• Home
  • Nasional
  • KPK Kembali Periksa Tersangka Walikota Dumai Zulkifli
Jumat, 04 Oktober 2019 19:42:00

KPK Kembali Periksa Tersangka Walikota Dumai Zulkifli

JAKARTA, globalriau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat memanggil Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah (ZAS) dalam penyidikan kasus suap terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Dumai, Provinsi Riau dalam APBN Perubahan (APBN-P) Tahun 2017 dan APBN 2018.



"Yang bersangkutan dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka tindak pidana korupsi suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Dumai, Provinsi Riau dalam APBN-P Tahun 2017 dan APBN 2018," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (4/10).

Selain itu, KPK juga memanggil empat saksi lainnya untuk tersangka Zulkifli, yaitu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai Sya'ari, Kasubag Perencanaan Dinas PUPR Kota Dumai Vera Chinthiana, anggota Pokja Kota Dumai Richie Kurniawan, dan Tugiyat Gatot Kartorejo berprofesi sebagai guru.

KPK pada 3 Mei 2019 telah menetapkan Zulkifli sebagai tersangka dalam dua perkara, yaitu tindak pidana korupsi terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) dan penerimaan gratifikasi. Namun, KPK belum menahan yang bersangkutan.

Pada perkara pertama, tersangka Zulkifli diduga memberi uang total sebesar Rp550 juta kepada Yaya Purnomo dan kawan-kawan terkait dengan pengurusan anggaran DAK APBN-P Tahun 2017 dan APBN Tahun 2018 Kota Dumai.

Yaya Purnomo merupakan mantan Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan.

Sedangkan pada perkara kedua, tersangka Zulkifli diduga menerima gratifikasi berupa uang Rp50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta.

Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatan tersangka dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya serta tidak dilaporkan ke KPK dalam waktu paling lambat 30 hari kerja.

Pada perkara pertama, Zulkifli disangkakan melanggar pasal 5 Ayat (1) hurufa atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan pada perkara kedua, Zulkifli disangkakan melanggar pasal 12 B atau Pasal 11 Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(tirto)

 

Share
loading...
Berita Terkait
  • 10 jam lalu

    Pengelola Wisata Pantai Dumai Dihimbau Perhatikan Sampah Plastik

    Tidak hanya itu, bahkan sampah plastik juga tampak dipinggiran laut Dumai khususnya disekitar lokasi wisata. Menyikapi hal ini, Pemerhati Lingkungan, Kamero menghimbau kepada penge
  • 10 jam lalu

    Sertifikat Tanah Pemukiman Dumai Masuk Kawasan Pertanian dan Hutan dalam RTRW, Ini Akibatnya..

    Terkait banyaknya kesalahan dalam tata ruang Dumai, Said membenarkan hal itu, menurutnya sampai sekarang masih ditemukan kekeliruan dalam penunjukan kawasan yang dituang dalam ranc
  • 11 jam lalu

    Soal Kasus Amoral, Beredar Kabar Bos PT KLK Dumai "Suap" Sejumlah Oknum

    bahkan, pengkondisian yang disebut-sebut dilakukan oleh oknum pekerja PT KLK kepada sejumlah pihak tersiar deras dimasyarakat.
  • 11 jam lalu

    Terkait Kasus Asusila WNA Bos PT KLK, Imigrasi Dumai Tunggu Laporan Keluarga

    Perkara yang menyeret Bos PT KLK bersama istri orang tersebut sempat masuk kewilayah penegakan hukum oleh kepolisian. Pasca penggerebekan yang dilakukan oleh suami FS, namun hingga
  • Komentar
    Copyright © 2019 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...
    google.com, pub-1045294159295760, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0