google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0 mgid.com, 288776, DIRECT, d4c29acad76ce94f
Ayo Vaksin
  • Home
  • Nasional
  • Kabut Asap Kembali Telan Korban, Bayi 15 Bulan ini Meninggal karena Infeksi Paru-paru
Senin, 12 Oktober 2015 23:17:00

Kabut Asap Kembali Telan Korban, Bayi 15 Bulan ini Meninggal karena Infeksi Paru-paru

Arika Patina Ramadhani, bayi korban asap dimakamkan.

PALEMBANG- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan, kembali makan korban. Setelah sebelumnya, Muhammad Husin Saputra, bayi usia 28 hari meninggal karena kabut asap, kali ini seorang bayi perempuan bernama Arika Patina Ramadhani yang baru 15 bulan juga meninggal, karena infeksi paru-pau lantaran kabut asap.

Putri pertama dari pasangan Muhammad Bakri (31) dan Asnayanti (27), sempat menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Siti Khadijah Palembang, sejak Minggu 11 Oktober 2015, pukul 07.00 WIB.

Setelah menjalani perawatan selama 10 jam, atau sekitar pukul 17.00 WIB, Arika dinyatakan meninggal karena infeksi paru-paru. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum masuk rumah sakit Arika dibawa orangtunya berkunjung ke rumah mertuanya di kawasan Plaju pada Sabtu siang 10 Oktober 2015. Saat itu, kondisi kabut asap memang sedang pekat.

Saat tiba di rumah kontrakan mereka di Jalan Swadaya, Lorong Keluarga, Kelurahan Pakjo Palembang, Arika demam dan harus dibawa ke klinik.

"Malamnya anak saya demam. Akhirnya, saya bawa ke klinik dan dikatakan anak saya sakit pernafasan. Dikasih obat antibiotik," kata Bakri, usai memakamkan anaknya di TPU Kebun Bunga Palembang, Senin 12 September 2015.

Karena demam Arika tidak turun, Minggu pagi, Bakri lalu membawa buah hatinya ke rumah sakit. Kondisinya sudah parah dan harus diberikan oksigen.

"Kata dokter, anak saya sudah parah, sehingga diberikan oksigen. Sore hari tambah parah dan akhirnya meninggal. Anak saya dinyatakan terkena sakit infeksi paru-paru," kata pegawai swasta ini.

Menurut paman korban, Muhammad Yamin, kabut asap memang belakangan kian menebal dan mengganggu kesehatan warga. "Lingkungan kita sudah tidak sehat. Orang sehat bisa sakit. Apalagi, anak-anak kecil," ujar Yamin.

Dia berharap, agar bencana kabut asap cepat berkahir, sehingga tak ada lagi korban yang berjatuhan. "Semoga ini adalah korban terakhir, jangan ada lagi bayi yang meninggal karena asap," kata Yamin. (viva)

Share
Berita Terkait
  • 2 tahun lalu

    Riau Siaga Darurat Karhutla hingga Oktober 2020

    Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau tahun 2020 di Gedung Daerah Riau, Jl Diponegoro Pekanbaru.
  • 4 tahun lalu

    Puluhan Heaktare Lahan Warga Riau Terbakar

    Lahan yang terbakar itu terdiri dari lahan kosong dan kebun kelapa sawit. Berdasarkan hasil pengusutan polisi, lahan tersebut milik 4 perseorangan dan korporasi.
  • 5 tahun lalu

    Wako Dumai Rakor Penanggulangan Karlahut 2017 Bersama Presiden Jokowi

    Walikota Dumai H Zulkifli AS mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakornas), bersama Presiden RI, Joko Widodo di Istana Negara, Senin (22/1).
  • 5 tahun lalu

    Rp47 Triliun Penerimaan Riau Berpotensi Menguap, Ini Akibatnya

    Estimasi itu merupakan temuan Panitia Khusus Monitoring Perizinan Lahan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau setelah melakukan investigasi sejak 2015.
  • Komentar
    Copyright © 2021 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...
    google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0 mgid.com, 288776, DIRECT, d4c29acad76ce94f