google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0
COVID-19
  • Home
  • Nasional
  • Mantan Gubernur Riau Annas Maamun Akhirnya Bebas Setelah Dapat Grasi dari Jokowi
Selasa, 22 September 2020 18:23:00

Mantan Gubernur Riau Annas Maamun Akhirnya Bebas Setelah Dapat Grasi dari Jokowi

Mantan Gubernur Riau, Annas Maamun resmi bebas dari penjara.

JAKARTA, globalriau.com - Mantan Gubernur Riau Annas Maamun telah bebas dari Lapas Sukamiskin, Bandung, Senin (21/9/2020) kemarin. Annas merupakan terpidana dalam kasus korupsi terkait alih fungsi lahan di Provinsi Riau.



"Betul, Annas Maamun bebas 21 September 2020," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Rika Aprianti saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2020).

Grasi tersebut membuat masa hukuman Annas berkurang satu tahun, dari tujuh tahun penjara berdasarkan putusan kasasi MA menjadi hanya enam tahun.

"Grasi yang diberikan Presiden berupa pengurangan jumlah pidana dari pidana penjara 7 (tujuh) tahun menjadi pidana penjara selama 6 (enam) tahun," kata Kabag Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan saat itu, Ade Kusmanto, Selasa (26/11/2019).

Diketahui, Annas menjadi tahanan sejak 25 September 2014 saat ia terjaring dalam operasi tangkap tangan yang digelar KPK. Dalam perkara yang menjeratnya, Annas didakwa secara kumulatif terkait penerimaan suap untuk tiga kepentingan berbeda.

Pertama, menerima suap 166,100 dollar AS dari Gulat Medali Emas Manurung dan Edison Marudut terkait kepentingan memasukan areal kebun sawit dengan total luas 2.522 hektar di 3 kabupaten dengan perubahan luas bukan kawasan hutan di Provinsi Riau.

Kedua, menerima suap Rp 500 juta dari Edison Marudut melalui Gulat Medali Emas Manurung terkait dengan pengerjaan proyek untuk kepentingan perusahaan Edison Marudut di lingkungan Provinsi Riau. Ketiga, menerima suap Rp 3 miliar dari janji Rp 8 miliar (dalam bentuk mata uang Dollar Singapura) dari Surya Damadi melalui Suheri Terta untuk kepentingan memasukkan lahan milik sejumlah anak perusahaan PT Darmex Agro yang bergerak dalam usaha perkebunan kelapa sawit, dalam revisi usulan perubahan luas kawasan bukan hutan di Provinsi Riau.

Pada 2015, Annas dijatuhi hukuman enam tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan penjara kepada Annas karena terbukti bersalah. Pada 2018, Annas mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung namun kasasi itu ditolak dan MA memperberaat hukuman Annas menjadi tujuh tahun penjara.

Lalu, pada September 2019, Presiden Jokowi memberikan grasi kepada Annas dengan alasan kemanusiaan. "Memang dari sisi kemanusiaan memang umurnya juga sudah uzur dan sakit-sakitan terus sehingga dari kacamata kemanusiaan, itu diberikan," kata Jokowi di Istana Bogor, Rabu (27/11/2019).

Dalam surat permohonannya, Annas merasa dirinya sudah uzur, sakit-sakitan, renta, dan kondisi kesehatannya mulai menurun. Berbekal keterangan dokter, Annas mengaku menderita penyakit PPOK (COPD akut), dispepsia syndrome (depresi), gastritis (lambung), hernia, dan sesak napas.(kpc)

Share
Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Donnie Yen appointed as International Image Ambassador of Hong Kong Fire Services Department

    In the ceremonial proceedings, Mr Yen said he was honoured to serve as the International Image Ambassador of the HKFSD. He shared some anecdotes from the filming of the Fire Servic
  • 4 hari lalu

    Bears in the air: DHL flies two Himalayan brown bears to their new homes

    The freight forwarding specialist of Deutsche Post DHL Group managed the logistics of flying the animals, while veterinary specialists from FOUR PAWS, who accompanied them on the s
  • 4 hari lalu

    South Korean Startup bitsensing Introduces the Smallest Radar for a Health Monitoring System at CES 2021

    The advanced mini-H sensor attaches to the wall and can detect, in real-time, presence, movement, breathing or lack there-of, and falls by measuring breathing patterns and pulsatin
  • 4 hari lalu

    CUHK Business School Research Finds People Adapt and Grow More Conscientious When Promoted to Supervisory Roles at Work

    They tested their ideas in two studies using publicly available U.S. and Australian databases, which compared the personality development of individuals at different stages over le
  • Komentar
    Copyright © 2021 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...