Sabtu, 28 Juli 2018 11:44:00

199 Mantan Napi Daftar Bacaleg, 6 Orang dari Riau

PEKANBARU, Globalriau.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menyatakan ada 199 mantan narapidana kasus korupsi yang terdaftar sebagai bakal caleg DPRD tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.

Dari 199 Bacaleg tersebut, 6 di antaranya berasal dari Provinsi Riau. Dua orang untuk DPRD Riau, dan 4 lainnya dari DPRD Kabupaten/Kota.



Adapun Bacaleg tersebut di antaranya adalah, MPR dari Rokan Hilir, MHA dari Kampar, IG dari Rokan Hilir, SR dari Bengkalis, FST dari Kuantan Singingi, dan HH dari Kampar.

Semuanya berasal dari partai berbeda, mulai dari partai sesepuh hingga ke partai baru.

Sementara itu, pihak Bawaslu Riau menyayangkan masih adanya Partai Politik (Parpol) mendaftarkan Bacaleg yang mantan narapidana kasus korupsi untuk Pileg 2019.

Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan mengatakan, seharusnya Parpol komitmen dengan fakta Integritas yang dibuat, sesuai dengan syarat Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk tidak mendaftarkan Bacaleg dari mantan koruptor.

"Partai harusnya komitmen dengan fakta integritas yang dibuat. Dengan adanya temuan begini, itu membuktikan bahwa Parpol tidak berkomitmen dengan syarat pencalonan itu," kata Rusidi dilansir dari Tribun, Kamis (26/7).

Walaupun demikian, pihak Bawaslu menurut Rusidi pihaknya akan tetap mempedomani undang-undang 45, dimana setiap warga negara berhak untuk memilih, dan dipilih, karena termasuk sebagai hak dasar.

"Namun memang itu bisa dibatasi, berdasarkan aturan yang dibuat selanjutnya, dan masalah tersebut saat ini sedang berada di MK prosesnya. Kita tunggu saja nanti. Kalau misalnya memang Bacaleg mantan koruptor tidak boleh mencalonkan, maka Bawaslu akan tegas dan ikut aturan itu," ujarnya.

Namun untuk saat ini menurut Rusidi, pihaknya akan tetap menfasilitasi Bacaleg yang merasa dirugikan pencalonannya, karena proses di MK mash belum jelas sampai saat ini.

"Kalau ada pengajuan sengketa, silahkan saja, kami akan fasilitasi di Bawaslu, ini kebijakan nasional, tak ada sifatnya lokal, kita juga konsultasikan selalu ke Bawaslu RI setiap tahapan yang dilaksanakan," imbuhnya.

Hingga sampai saat ini menurut Rusidi belum ada satupun Bacaleg yang melakukan konsultasi dan mengajukan sengketa ke Bawaslu, walau pihak KPU Riau memastikan ada mantan koruptor yang didaftarkan partai, dan telah dicoret pihak KPU dan diminta ganti dengan Bacaleg lain.

Sumber: Tribun Pekanbaru

Share
Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Dukung Jokowi, Irwan Nasir dan Syamsuar bakal Dipanggil DPP PAN

    Pasalnya, dari sejumlah kepala daerah tersebut terdapat kader partai PAN dimana saat ini dalam pemilihan presiden berkoalisi untuk memenangkan pasangan calon presiden nomor urut 02
  • 2 bulan lalu

    Galang Dana untuk Palu, Sandiaga dan Komunitas Lari Gelar Run For Sulteng

    Founder @ruangsandi, Dimas Akbar mengatakan, #RunForSulteng adalah acara lari bersama Sandiaga Uno dari Jalan HOS Cokroaminoto sampai Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa
  • 3 bulan lalu

    Memasuki Masa Kampanye Pemilu 2019, Perhatikan Larangan Berikut

    Dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 23/2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum, tercantum beberapa larangan dalam kampanye. Salah satunya terdapat di pasal 45 Ayat (1) yang melarang pese
  • 3 bulan lalu

    Kubu Prabowo dan Jokowi Sama-sama Janji Ungkap Kasus Novel

    Sekjen PPP, Arsul Sani mengklaim, partainya di DPR sejak awal paling vocal membela Novel Baswedan. Dia pun menyentil Jubir Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade yang menyebut Presiden Jo
  • Komentar
    Copyright © 2018 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.