google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0
PT BUKARA
  • Home
  • Pekanbaru
  • PENGARUH PSBB TERHADAP TINGKAT EKONOMI PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA PEKANBARU
Rabu, 29 April 2020 20:13:00

PENGARUH PSBB TERHADAP TINGKAT EKONOMI PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA PEKANBARU

NET.
Ilustrasi PKL.

Oleh : Zulkarnain,
Mahasiswa Aktif Semester 4 Prodi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial,
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Pembatasan sosial berskala besar atau yang lebih kita kenal dengan istilah PSBB berdasarkan PP Nomor 21 tahun 2020 pasal 1 dijelaskan bahwasanya PSBB merupakan pembatasan kegiatan tertentu dalam suatu wilayah ataupun daerah karena diduga sudah terinfeksi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan PSBB ini juga merupakan salah satu langkah pemerintah untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 sebagaimana yang tertera didalam aturan PMK Nomor 9 tahun 2020.



Selama PSBB berlangsung terdapat beberapa aktivitas yang dibatasi oleh pemerintah, diantaranya yaitu : aktivitas disekolah dan tempat kerja, kegiatan keagamaan, kegiatan ditempat umum dan fasilitas umum, kegiatan sosial dan budaya, serta kegiatan operasional transportasi umum.

Dilihat dari kacamata ekonomi, pandemi yang terjadi pada saat sekarang ini juga berdampak besar bagi pedagang kaki lima khususnya di wilayah Kota Pekanbaru.

Semenjak diterapkan nya PSBB di Kota Pekanbaru pada tanggal 17 April 2020, kegiatan-kegiatan yang berkaitan diuar rumah mulai dibatasi.

Hal ini sangat berdampak bagi para pedagang kaki lima yang menjual makanan dan minuman ringan dimana para pembeli sudah mulai sepi dan pemasukan sudah berkurang dari biasanya yang mengakibatkan pedagang kaki lima ini terancam tutup usaha.

Banyak pedagang kaki lima yang mengeluhkan keadaan yang mereka alami sekarang ini semenjak diberlakukannya PSBB ini, namun ini adalah salah satu usaha pemerintah untuk memutuskan mata rantai Covid-19 supaya pandemi yang dirasakan pada saat sekarang ini bisa lekas membaik. Pedagang kaki lima hanya berharap supaya pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan aktivitas kembali seperti sedia kala.

Disebalik itu semua, PSBB ini justru menjadi ladang penghasilan bagi sebagian pedagang kaki lima khususnya penjual masker, karena pemerintah sudah menganjurkan untuk selalu menggunakan masker jika ingin keluar rumah.

Oleh karnanya, banyak masyarakat Pekanbaru yang berburu untuk membeli masker kepada pedagang kaki lima tersebut dimana ini menjadi suatu keberkahan tersendiri bagi penjual masker ditengah pandemi Covid-19 ini.

Diharapkan kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib dari pedagang kaki lima demi kelangsungan hidup para pedagang kaki lima tersebut ditengah pandemi Covid-19 ini.***

Share
loading...
Berita Terkait
  • 23 jam lalu

    Dua Hari Riau Nihil Penambahan Kasus Positif Virus Corona, 10 Pasien Sembuh

    Justru kabar baiknya kata Yovi, ada 10 pasien Covid-19 yang sembuh. Saat ini 10 pasien itu telah dipulangkan ke rumahnya.
  • 2 hari lalu

    3.727 Warga Binaan di Riau Peroleh Remisi Lebaran

    Penyerahan surat keputusan remisi dilakukan secara simbolis kepada perwakilan warga binaan di seluruh Riau. Remisi diserahkan Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, Lucky Agung Binarto, y
  • satu minggu lalu

    Ratusan Pedagang di Dumai Tolak PSBB, Pos Check Point Dibubarkan

    Untuk menenangkan aksi massa, Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta dan perwira Kodim 0320/Dumai serta pejabat pada Dinas UKM Dumai mengimbau pedagang dan meminta untuk pulang membubark
  • satu minggu lalu

    Besok Rabu, Pemerintah Dumai Lakukan Rapid Test ke Pedagang Pasar

    Juru bicara gugus tugas penanganan COVID-19, dr Syaiful menyebutkan rapid test yang dilaksanakan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona.
  • Komentar
    Copyright © 2020 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...