• Home
  • Pekanbaru
  • Ustadz Abdul Somad Diperiksa Polda Riau Sebagai Saksi Korban Penghinaan
Minggu, 09 September 2018 15:32:00

Ustadz Abdul Somad Diperiksa Polda Riau Sebagai Saksi Korban Penghinaan

Ustadz Abdul Somad.

PEKANBARU, Globalriau.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau sudah meminta keterangan Ustaz Abdul Somad. Ustaz Somad diperiksa sebagai saksi korban atas kasus dugaan penghinaan terhadapnya diduga dilakukan pemilik akun media sosial facebook berinisial, Jony Boyok.

"Alhamdulillah, hari ini UAS sudah memberikan keterangannya pada penyidik atas dugaan tindak pidana penghinaan yang diduga dilakukan oleh seseorang yang memiliki akun facebook JB," kata Ketua Tim Pengacara UAS, Zulkarnain Nurdin, di Pekanbaru. Demikian dikutip dari Antara, Minggu (9/9).

loading...


Menurutnya, pemeriksaan berjalan lancar dengan ada sekitar 10 pertanyaan yang diberikan penyidik kepada Ustaz Somad. Semua pertanyaan itu, kata Zulkarnain dijawab baik, lengkap, dan lancar oleh UAS.

Selama pemeriksaan, lanjutnya, UAS didampingi dirinya dan tiga advokat lainnya yakni Aziun Asyari, Aspandiar, dan Wismar Haryanto. Turut mendampingi juga Ketua Bidang Agama Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Gamal Abdul Nasir Selain itu, kata dia, juga ada pemeriksaan terhadap tiga atau empat saksi lain pada Sabtu ini, di antaranya ada dari Front Pembela Islam Kota Pekanbaru dan juga dari media massa.

Atas pemeriksaan ini, dia mengapresiasi penyidik Polda Riau karena prosesnya cepat sekali sejak dilaporkan Kamis (6/9) lalu. Ini, katanya sesuai asas yang tertera di Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana yakni asas peradilan cepat, sederhana, dan berbiaya ringan.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah gelar perkara, lalu secepatnya limpahkan ke kejaksaan. Kalau sudah P21 ke pengadilan, sehingga ada kepastian hukuman," ujar dia lagi.

Dia berharap pelaku dapat dihukum maksimal karena telah mencemarkan nama baik, menghina, membuat perasaan UAS menjadi tersakiti dan tidak nyaman, yakni sesuai pasal 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp750 juta.

Sebelumnya, terduga pelaku JB membuat postingan hinaan terhadap UAS dengan narasi keturunan dajjal. Dia lalu dibawa ke Riau pada Rabu (5/9) malam oleh FPI Pekanbaru, setelah secara persuasif meminta yang bersangkutan menyerahkan diri.

Karena kasus ini delik aduan, LAM melalui LBH yang diketuai Zulkarnain Nurdin mengambil langkah melaporkan terduga pelaku penghinaan tersebut.

Lembaga itu merasa berkepentingan karena UAS juga merupakan pengurus Majelis Kerapatan Adat LAM Riau, apalagi sudah bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara.

Sumber: Merdeka.com

Share
loading...
Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Gubernur Riau Terpilih Kunjungi Politeknik Caltex Riau

    Kunjungan ini disambut langsung oleh pengurus Yayasan Politeknik Chevron Riau (YPCR), Direktur serta beberapa staf PCR lainnya. Turut hadir juga beberapa Ketua Program Studi (Kapro
  • satu minggu lalu

    Hingga Desember 2018, Pembebasan Lahan Tol Dumai-Pekanbaru Sudah 77 Persen

    Pembangunan proyek jalan tol tersebut dibagi menjadi enam seksi. Pembebasan lahan pada seksi 1 di daerah Pekanbaru-Minas sudah mencapai 93,6 persen yang merupakan pencapaian tertin
  • satu bulan lalu

    Data Warga Riau Berusia 23 Tahun Belum Rekam e-KTP Akan Dinonaktifkan

    Imbauan yang disampaikan DKPSP2KB ini bukan tidak berdasar ataupun menakut-nakuti. Sebab ada konsekuensi yang akan ditanggung warga yang belum merekam data e-KTP sampai saat ini, k
  • satu bulan lalu

    Didominasi Anak-anak, Banjir di Riau Telan Enam Korban Jiwa

    Kepala Basarnas Pekanbaru, Gde Darmada, Kamis (13/12/2018), menyatakan, dua korban meninggal dunia yang sebelumnya hilang ditemukan pada hari Kamis.
  • loading...
    Komentar
    Copyright © 2019 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...