ca-app-pub-1967056301068318~1394742809
  • Home
  • Pekanbaru
  • Warga Riau Diminta Ibadah di Rumah, Sholat Jumat Ditiadakan
Kamis, 26 Maret 2020 20:37:00

Warga Riau Diminta Ibadah di Rumah, Sholat Jumat Ditiadakan

PEKANBARU, globalriau.com - Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar mengimbau agar sholat Jumat pekan ini ditiadakan di mesjid. Hal itu dianjurkan demi menghindari keramaian di rumah ibadah demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) di Riau.



"Imbauan saya kalau bisa Jumat ke depan mungkin salat di rumah saja," kata Syamsuar, Rabu (25/3/20).

Selain sholat Jumat, juga sholat Lima waktu juga demikian. Meski begitu, untuk azan tetap dikumandangkan, sebagai tanda panggilan datangnya waktu sholat.

"Tadi Sekjen MUI Riau menyampaikan sepakat kepada kami, di masjid itu ada orang salat di sana, tapi tidak berjemaah lagi. Yang berjemaah itu paling-paling iman dan bilal. Dan masjid tetap melaksanakan azan," terangnya.

Tak hanya itu, mantan Bupati Siak juga meminta ceramah di masjid dan musala untuk sementara waktu dihentikan. "Kemudian ceramah-ceramah yang sudah terjadwal diberbagai masjid dan musalah, kalau bisa diberhentikan dulu," pintanya.

"Begitu juga ibadah di Gereja, Vihara dan Pura, para tokoh sudah sepakat tidak melibatkan jemaah banyak," ujarnya.

Gubri menyampaikan tujuan pihaknya mengundang para tokoh agama, baik Islam, Kristen, Hindu dan Budha, serta tokoh adat dan masyarakat, agar mereka bisa membantu pemerintah meningkatkan kesadaran masyarakat. Kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam menyikapi merebaknya virus Corona ini untuk keselamatan masyatakat itu sendiri.

"Karena tujuan pemerintah membuat semua ini untuk memelihara kesehatan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat," ucapnya.

"Tadi saya sampaikan jangan positif satu Covid-19 di Riau ini dianggap sedikit, karena ada ribuan orang di Riau ODP yang diantaranya datang dari Malaysia. Dan pasien PDP yang dirawat di rumah sakit sebagaian besar memiliki riwayat perjalanan dari Malaysia," tambahnya.

Menurutnya, jika Orang Dengan Pemantauan (ODP) dan Pasien Dengan Pemeriksaan (PDP) di Riau ini dilakukna rapit test (tes cepat) Covid-19, maka akan ketahuan terinfeksi atau tidak.

"Makanya saya katakan kasus Covid-19 di Riau ini tidak sederhana. Karena itu kami harapkan dukungan dari tokoh agama, masyarakat dan adat agar mereka bisa menyampaikan kepada jemaah dan masyarakat. Karena ini semua dalam dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona," ujarnya.(rtc/red)

Share
loading...
Berita Terkait
  • 3 jam lalu

    10 Orang Terindikasi Covid-19 di Dumai, Paling Banyak dari Tenaga Medis

    Mirisnya, jumlah tersebut justru di dominasi oleh petugas medis khususnya yang bekerja di Pusat kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
  • 9 jam lalu

    Tetap Beroperasi, Pabrik Wajib Ikuti Protokol dari Kemenperin

    Di dalamnya memuat pedoman bagi pelaku industri dalam menjalankan kegiatan usahanya selama masa darurat kesehatan masyarakat COVID-19.
  • 7 jam lalu

    Diantar Lewat Pos, 82 Juta Penduduk Turki Dapat Masker Gratis

    Pekan ini Turki meluncurkan situs web di mana warga dan penduduk resmi bisa mendaftar untuk mendapatkan lima masker gratis setiap pekan yang akan diantarkan tukang pos.
  • 7 jam lalu

    Menkes Selandia Baru Mengundurkan Diri karena Liburan saat Lockdown

    David Clark membawa keluarganya dengan mobil sekitar 20 kilometer dari rumah mereka di Dunedin ke pantai saat akhir pekan pertama pemberlakuan lockdown nasional, yang dimulai pada
  • Komentar
    Copyright © 2020 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.
     
    loading...
    google.com, pub-1045294159295760, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-1967056301068318, DIRECT, f08c47fec0942fa0 ca-app-pub-1967056301068318/5525559505