• Home
  • Politik
  • PPP Sebut Pendukung Jokowi Lebih Besar dari Koalisi Umat
Selasa, 05 Juni 2018 21:21:00

PPP Sebut Pendukung Jokowi Lebih Besar dari Koalisi Umat

Presiden Jokowi bersama Ketum PPP Romahurmuziy.
JAKARTA, Globalriau.com - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menyerukan terbentuknya koalisi umat untuk Pilpres 2019 yang berisi Gerindra, PKS, PAN dan PBB. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengapresiasi hal tersebut.
 
"Pertama kami dari Partai Persatuan Pembangunan mengapresiasi langkah konsolidasi yang dilakukan oleh kelompok kelompok yang hari ini berada di luar pemerintah, karena itu tentu akan memastikan bahwa calon yang akan berkontestasi pada Pilpres 2019 yang akan datang lebih dari satu bukan hanya pak Jokowi," katanya di DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/6).
 
 
Meski demikian, Rommy sapaan akrabnya, mengatakan bahwa istilah umat yang mereka wakili tak bermakna untuk seluruh kepentingan umat Islam. Sebab, kata dia, jumlah umat Islam yang terwakili di dalam koalisi pengusung Jokowi lebih besar dibanding jumlah umat Islam koalisi di luar Jokowi.
 
"Karena jumlah umat Islam yang terwakili di dalam koalisi pengusung pak Jokowi hari ini juga sudah lebih besar dibandingkan jumlah umat islam yang mereka wakili," ucap Romi.
 
"Jadi istilah penggunaan umat ini sesungguhnya merupakan bagian dari ikhtiar untuk mencoba menyatukan seluruh potensi umat Islam, tapi yakinlah bahwa itu tidak akan terjadi karena namanya juga klaim ini sebuah ikhtiar yang patut kita apresiasi tapi sesungguhnya tidak tentu seluruh komponen umat Islam terwakili disana," ujarnya.
 
Lebih lanjut, Rommy melihat bahwa koalisi umat tersebut bukan sebuah ancaman untuk kubu Jokowi. Melainkan, kata dia, bagian dari mitra kontestasi yang akan mampu memberangkatkan pasangan diluar Jokowi. Tambahnya, penantang Jokowi melalui embel-embel tagar #2019GantiPresiden juga belum bisa melunturkan elektabilitas Jokowi.
 
"Sampai hari ini kan kalau kita lihat pilihan tagar #2019GantiPresiden itu merupakan ikhtiar untuk menyatukan seluruh kekuatan antiJokowi, baik yang Pro Prabowo maupun yang diluar Pro Prabowo," ucapnya.
 
"Tetapi dari angka-angka survei hari ini yang terus kita lakukan menunjukkan bahwa hashtag ini kan juga tidak mampu mengkonsolidir itu semua, jadi saya tidak melihat itu sebagai sebuah ancaman tapi itu sebagai mitra kontestasi yang akan mengulang pertandingan 2014 yang lalu," ujar Rommy.
 
Sumber: Merdeka.com
Share
Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Golkar: Pak Jokowi Pasti Pimpin RI Sampai 2024

    JAKARTA, Globalriau.com - Partai Gerindra makin optimis Prabowo Subianto akan memenangkan Pilpres 2019 dengan mengalahkan pet
  • 2 minggu lalu

    Lawan Jokowi, Amien Rais Siap Maju jadi Capres

    JAKARTA, Globalriau.com - Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyatakan keinginannya maju menja
  • 3 minggu lalu

    Bantah Pernah Bertemu Prabowo, Puan Maharani: Masih Rencana

    JAKARTA, Globalriau.com - Ketua DPP PDIP nonaktif Puan Maharani menegaskan belum melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai
  • 3 minggu lalu

    Survei Indikator: Jokowi Unggul 11 Persen dari Prabowo di Jabar

    JABAR, Globalriau.com - Survei Indikator Politik Indonesia mengatakan Joko Widodo meraup suara sebesar 41,3 persen, disusul P
  • Komentar
    Copyright © 2018 Global Riau - Berita Riau Hari Ini. All Rights Reserved.